Hikmah

July 10, 2009

Barangsiapa tidak suka menghadap Alloh dengan halusnya pemberian karuniaNya, maka akan disertai agar ingat kepada Alloh dengan rantai ujian.

Untaian Al-Hikam. Syekh Ibnu Athoillah.

Perhelatan Multaqo Sanawy 1430H di Tulunagung mulai 27-28 Juni 2009 selesai sudah. Para peserta kembali ke daerah masing-masing dengan membawa segala macam kenangan. Beberapa catatan mengenai multaqo kali ini yang dapat saya catatan sebagai berikut:

1. Konsumsi, sangat puas. Multaqo kali ini panitia benar-benar siap. Makan pagi, siang dan malam tersaji tepat waktu. Walaupun ketika makan pagi, 28 Juni 2009 sempat kehabisan pecel dan nasi goreng di bagian ikhwan, namun dengan cepat panitia lokal menutupi kekurangan tersebut. Menunya  juga sangat bervariasi, tidak didominasi satu menu saja.

2. Pengisi acara, sangat padat dengan berbagai macam narasumber. Tentunya hal ini memberikan pengetahuan yang beragam peserta multaqo. Mulai dari pengetahuan intelejen hingga bahaya pluralis. Tentunya tausiyah Abi Ihya’ tetap yang paling dinanti peserta multaqo.

3. Ada acara yang membosankan dan ini sudah ada sejak multaqo-multaqo sebelumnya. Sidang komisi, ya sidang komisi. Acara yang mirip dengan musyker ini mengapa ada disetiap multaqo? Pertimbangannya apa? Acara yang digagas panitia pusat (Persyadha pusat) ini hanya menambah kepenatan dan kelelahan peserta. Bayangkan, sehabis qiyamulail, dilanjutkan dengan sholat shubuh kemudian wiridan hingga terbit fajar, dilanjutkan dan ishoma (hanya diberikan waktu 15 menit) setelah itu duduk diaula dan harus mendengarkan hasil sidang komisi selama 1,5 jam. Padahal jam 8 pagi hingga siang acara begitu padat. Tidak ada jeda. Tak pelak, banyak peserta yang tidur, tak terkecuali pada saat sesi Tausiyah Abi Ihya’. Pantaskan acara sidang komisi masih dipertahankan di multaqo padahal sudah ada acara yang mirip itu di musyker?

4. Acara hiburan untuk anak-anak dan ummahat. Yang ini sangat berbeda. Anak-anak diberi hiburan mulai dari nonton video edukatif bersama hingga berenang di pagi hari. Acara yang digagas panitia lokal ini sangat berbeda dengan multaqo-multaqo sebelumnya. Tentunya acara ini membawa kenangan tersendiri bagi anak-anak.

Keempat catatan tersebu menurut saya yang paling dominan mewarnai multaqo sanawy 1430H kali ini. Anda boleh tidak setuju dengan saya, atau berbeda kesan pasannya. Jangan sungkan memberikan komentar.[]

Rajab Tiba

June 24, 2009

Tak terasa saat ini sudah memasuki bulan Rajab. Kurang 2 bulan lagi kita memasuki bulan Ramadhan. Bulannya puasa, bulannya semua amal kebaikan dilipat gandakan. Bulannya para syetan terbelenggu.

Ada sunnah Nabi saw. bila memasuki bulan Rajab, yaitu berdoa seperti di bawah ini:

Allahumma barik lanaa fii rajaba wa sya’banan, wa ballighna ramadhan.

Ya Alloh berkahi kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah (umur) pada Ramadhan.

[]

Hikmah

June 23, 2009

Sebagian dari tanda matinya hati adalah tidak merasa sedih apabila kamu meninggalkan suatu amal perbuatan baik dan tidak menyesal apabila kamu berbuat suatu pelanggaran dosa.

Ibnu Athoillah, Al-Hikam.

Bayi Dalam Kubur

June 22, 2009

Seorang lelaki beserta anaknya yang masih kecil mengunjungi Khalifah Umar bin Khaththab yang sedang membagi-bagikan hadiah kepada masyarakat. “Anak ini sangat mirip denganmu,” kata Khalifah Umar.
“Wahai Amirul Mukminin, akan kuceritakan kisahku bersama anak ini.”
Suatu hari, aku akan keluar kota padahal istriku lagi hamil. Istriku bilang, “Apakah engkau akan meninggalkan aku dalam keadaan seperti ini?” Jawabku, “Kutitipkan bayi yang kau kandung kepada Allah swt.”
Selang beberapa waktu aku kembali, dan teryata istriku telah meninggal. Suatu malam, ketika aku tengah berbincang dengan orang sekampung, tiba-tiba kulihat cahaya bersinar menembus kuburan istriku.
“Setiap malam kami melihat seberkas cahaya muncul dari dalam kubur istrimu,” tutur salah seorang di antara mereka, dan diiyakan oleh yang lainnya. “Demi Alloh, sepanjang hidupnya istriku rajin berpuasa sunah dan salat malam,” ujarku.
Kami lalu menuju makan dengan membawa cangkul, lalu menggali makam istriku. Di dasar makam kami temukan sesosok bayi sehat sedang merangkak, ditemani lentera yang bersinar terang. “Bayi itu selamat berkat doamu dulu, yang menitipkannya kepada Alloh. Andai kata ibunya juga engkau titipkan kepada Alloh, pastilah dia tetap hidup.”
Maka kata Khalifah Umar, “Engkau sangat mirip dengan dia, bahkan melebihi kemiripan burung gagak yang satu dengan yang lain.”[]

Orangtua bisa belajar dari kesalahannya dan melakukan yang lebih baik lagi untuk menolong anaknya tumbuh menjadi anak yang baik. Caranya antara lain:

Mendengarkan anak.

Luangkan waktu untuk betul-betul mendengarkan anak. Tataplah mata dan rasakan apa yang mereka katakan. Biarkan mereka tahu bahwa anda selalu membuka mata, hati dan pikirkan buat mereka.

Bicaralah dengan anak.
Bicaralah selalu dengan mereka mengenai apa pun. Katakan pula kebenaran seberapa pun sulitnya untuk melakukan itu.

Ajarkan nilai-nilai baik dan buruk.
Sudah menjadi tanggung jawab orangtua untuk membangun moral dasar yang lebih tinggi pada diri anak. Berikan lewat contoh-contoh perbuatan.

Beri perhatian.

Ciptakan kesempatan untuk fokus pada anak dan menjadikan mereka sebagai pusat perhatian. Keterlibatan dan kehadiran anda dalam beraktivitas dan bermain amat penting bagi anak.

Didik anak dengan pikiran, jiwa dan raga.
Orangtua sebagai guru pertama bagi anak punya kewajiban dan kesempatan membentuk tahapan pembelajaran anak. Tak hanya kognitifnya tapi juga emosi dan spiritualnya.

Ciptakan keluarga yang harmonis.
Kestabilan dalam keluarga merupakan faktor penting dalam tumbuh kembang anak. Jadi jagalah keharmonisan keluarga dan atas masalah dengan cara yang sehat.

Beri perlakuan dan kesempatan yang adil pada anak.
Penuhi kebutuhan anak sesuai kebutuhannya secara adil. Juga beri kesempatan pada anak untuk berkembang dengan lebih baik.[]

Tingkatan Dunia

June 4, 2009

Dunia itu memiliki 3 tingkatan; tingkatan pertama dunia yang mendatangkan pahala; tingkatan kedua, dunia yang menyebabkan hisab (perhitungan); tingkatan ketiga, dunia yang membaca azab (siksa).[]

Portable Ubuntu

May 27, 2009

Ubuntu

Ubuntu

Ubuntu, distro Linux yang menempati rangking pertama di distrowatch.com. Banyak distro yang merujuk kepadanya di antaranya Linux Mint, Kubuntu, Edubuntu, dll. Portable Ubuntu merupakan turunan Ubuntu. Keistimewaan distro ini adalah berjalan di flashdisk. Itulah mengapa disebut portable. Hebatnya lagi, untuk menjalankan Portable Ubuntu tidak perlu keluar Windows. Ya, Portable Ubuntu berjalan pada desktopnya Windows.

Portable Ubuntu dibuat oleh Claudio Cacsar Sa¡nchez Tejeda menggunakan bantuan CoLinux (Cooperative Linux). Telah diketahui CoLinux adalah virtual machine, semacam Qemu.

Read the rest of this entry »

Setelah Satu Bulan

May 26, 2009

Hari ini saya berangkat ke Tuban setelah istirahat satu bulan. Bedrest saran dokter. Darah tinggi saya mencapai angka 200. Masih terasa bekasnya. Perjalanan Surabaya-Tuban lumayan jauh, 2 jam perjalanan.

Begitu juga dengan Iman anak saya. Dia libur sekolah juga satu bulan. Tadi siang, sesampainya disekolah, dia langsung diserbu teman-temannya. Kangen mungkin ya.

Semoga Allah ta’ala selalu memberikan kesehatan kepada saya, agar dapat berbuat yang lebih kepada umat.

Al Muwatho’

May 23, 2009

Al Muwatho’ adalah kitab hadits Nabi saw. yang disusun oleh Imam Malik. Selain berbiacara tentang hadits, Al Muwatho’ mempunyai karomah yang lain. Apa itu? Simak cerita berikut ini yang saya dan keluarga besar alami.

Minggu kemarin  keluarga besar kami dibuat deg-degan menanti kelahiran keponakan kami. Anak dari adik saya. Lima hari adik saya menunggu di rumah bidan. Sejak pembukaan kedua kandungannya dia diharuskan menginap di sana. Diperkirakan besoknya lahir. Manusia berencana, Allah ta’ala berkehendak lain. Si jabang bayi tidak lahir.

Segala upaya dilakukan, mulai dari adik memohon maaf ke semua saudara, dan juga ke ayah dan juga membaca doa-doa yang diberikan saudara kami. Namun, jabang bayi tetap bertahan di dalam perut ibunya. Ayah sudah mulai panik. Beliau mengajak saya berkunjung ke kediaman Abi Ihya’. Namun, hari itu adalah hari Kamis, beliau masih berada di Pujon. Di putuskan besok, hari Jumat berkunjung ke sana, apabila jabang bayi belum lahir.

Kamis siang, adik saya yang lain berkunjung ke rumah, meminjam peralatan tukang dan tangga. Dia tidak sendirian, datang bersama tetangga sebelahnya. Saya ceritakan masalah adik saya yang hamil tersebut.

“Khi, kenapa ya adik saya susah melahirkan. Sudah lima hari dia di rumah bidan. Semua doa sudah dibaca dan dia juga sudah memohon maaf”, tanya saya kepada teman adik saya itu. “
Dia menangkap kekhawatiran saya seraya menjawab, “Punya kitab Al Muwatho?”
“Ada, saya dapatkan kitab itu dari Abuya Sayyid Muhammad Al Maliki”, jawab saya.
“Bawa kitab itu ke adik kamu, letakkan di atas kandungannya. Bacakana al Fatihah untuk Imam Malik dan Abuya Sayyid Muhammad. InsyaAllah jabang bayinya lahir”, lanjut dia.
“Cuman begitu saja?” tanya saya.
“Ya, saya mendengar dari murid-murid Abuya Sayyid Muhammad berkata seperti itu. Abuya Sayyid Muhammad yang bertutur langsung kepada murid-muridnya. Ketika istri saya hamil kemarin saya lakukan hal itu. Alhamdulillah, anak saya lahirnya cepat”, jawab teman adik saya.

Segera saja saya ambil kitab Al Muwatho’  di dalam lemari buku. Saya berikan ke suami adik saya.  Sehabis Isya’ dia ke rumah bidan. Diletakkan kitab Al Muwatho’ di atas kandungan adik saya. Dia membaca al Fatihah di tujukan ke Imam Malik dan Abuya Sayyid Muhammad Al Maliki. Jam 1.30 malam, telepon saya berdering. Dari suami adik saya. Dia memberitahu bahwa anaknya sudah lahir, perempuan. Alhamdulillah.

Saya bersyukur kepada Allah ta’ala lantaran wasilah karomah kitab Al Muwatho’ adik saya terhindar menunggu lebih lama lagi.

Pengalaman ini saya ceritakan kepada guru saya, Abi Ihya’. Beliau membenarkan karomah kitab Al Muwatho’. Bahkan beliau bercerita ada muridnya posisi bayi nyunsang tidak normal ketika akan melahirkan. Beliau ambil kitab Al Muwatho’ dan diletakkan di atas kandungan. Selanjutnya dibacakan al Fatihah untuk Imam Malik dan Abuya Sayyid Muhammad. Masya Allah, posisi bayi yang tadinya nyunsang kembali ke posisi normal. Subhanallah.

Maha Suci Allah ta’ala dan semua kehendak Allah ta’ala.

[]