Sudah ada takarannya
February 26, 2008
Tanpa sengaja mata saya tertuju pada seekor cecak yang menempel dinding, jalan merayap kesana kemari. Subhanallah, makhluk yang satu ini berjalan di dinding dengan kemiringan 90 derajat tanpa jatuh. Lebih hebat ketimbang Spiderman yang hanya ada di film. Sepertinya cecak tersebut lapar. Dengan sabar menunggu mangsa yang lewat dihadapannya. Hup, dia melakukan lompatan. Didapatkannya nyamuk sebagai santapan malam itu. Cecak melakukan hal yang sama berulang kali.
Saya jadi ingat dawuhnya guru saya, “Semua takaran rizki telah itentukan oleh Allah dan tidak akan mungkin tertukar dengan yang lain atau hilang dari sisi kita”. Lebih lanjut Beliau menjelaskan, Coba direnungkan, cecak yang tidak memiliki sayap namun makanannya adalah nyamuk yang memiliki sayap”.
Terkadang kita memang teledor dalam hal ini. Bekerja siang malam. Belum lagi kaki jadi kepala, kepala adi kaki. Toh hasil yang kita dapatkan hanya segitu saja. Di sisi lain, ada orang yang hanya duduk-duduk manis mendapatkan rizki yang berlimpah.
Semua telah di takar oleh yang membuat Hidup, tinggal bagaimana kita menyikapi pemberian yang telah dianugerahkan Allah Swt. kepada kita. Nriman kata orang jawa. Apa-apa yang Allah Swt. berikan kepada kita diterima dengan rasa syukur yang mendalam. Kita tidak mengetahui hikmah di balik itu.[]
April 4, 2008 at 1:47 am
jangan lupa juga..
bahwa manusia di tuntut utk selalu berusaha dan berusaha..
berusaha yang terbaik..
setelah itu, tawakal dengan yang Allah swt berikan..
abis itu usaha dan usaha lagi ..
“tidak akan berubah nasib suatu kaum, selain kaum itu sendiri yang merubahnya..”
April 5, 2008 at 4:29 pm
setuju…
usl ustadz..
salah satu cara agar kita bisa punya sifat NRIMAN adalah..
SELALURIANG!!
menghadapi semua dengan senyum penuh keyakinan, bahwa Allah telah mempersiapkan ’sesuatu’ yang indah dibalik segala apa yang sedang kita lakukan.
Ustadz, ada tebakan, neh..
Kalo ada cicak 3 di plafon, terus yang 1 tiba-tiba kepleset dan jatuh, sisa cicak di dinding ada berapa ustadz?
dua?
la..itu kan kata kang woko..
yang bener..
ga ada ustadz..
karna yang dua tepuk tangan, n lupa kalo lagi diatas..
jatuh deh..
hehe..
April 8, 2008 at 9:25 am
Ustdz, itu adalah ayat Alloh yang bisa terbaca padfa cicak. Eling kan ” wallohu yarzuqhu li man yasya’ wa yudzibhu man yasya” Mari kita sama-sama melihat. Mengapa setelah rizki kemudian dengan Adzab? mungkin menandakan bahwa “Yang juga tidak kaluah pentung juga adalah Adzabnya Alloh di berikan kepada siapa saja yang Alloh kehendaki (tidak mendapat hidayah)” Makaten atur kawulo, kirang langkungipun nyuwun gunging pangapuro” Wassalam.
April 8, 2008 at 9:31 am
maaf ustdz, comment ku di atas banyak salah ketik. mklum baru latihan ngetik