Ngantuk

April 7, 2008

Ada pandangan yang lain ketika saya berangkat ke Tuban Senin kemarin. Saya melihat beberapa orang pekerja tidur di sela-sela waktu istirahat mereka. Tanpa alas dan bantal. Namun kenikmatan mereka tidur tidak berkurang samasekali. Seakan akan alas yang mereka pakai berharga ratusan atau jutaan rupiah. Tangan yang dibuat bantal pun terasa bantal terbuat dari merk terkenal dan mahal. Nyaman sekali.

Ngantuk, mungkin itulah penyebabnya. Ketika ngantuk ini menyerang maka obatnya hanya satu, tidur. Begitu banyak orang yang ini terserang ini sampai-sampai dia harus memakan beberapa pil tidur agar mendapatkan ngantuk. Dan hebatnya lagi, jika ngantuk ini menyerang, tidak peduli tempat, mau di bis, jalanan, rumah mewah, kantor, sambil duduk, sambil berdiri dan keadaannya yang lain, pasti mata ini dapat terpejam.

Kanjeng Baginda Nabi Muhammad Saw. lolos dari ancaman pembunuhan orang-orang kafir Quraisy ketika itu sudah kediaman Beliau telah dikepung puluhan pemuda pilihan kafir Quraisy gagah dan perkasa namunĀ  mereka semua terserang ngantuk yang hebat sehingga tertidur dan baginda Nabi Muhammad Saw. dapat dengan leluasa keluar dari rumah tanpa diketahui oleh mereka. Tentunya, rasa ngantuk ini pemberian Allah Swt.

Allah Swt. sangat sayang pada umatnya…

One Response to “Ngantuk”

  1. kangwoko Says:

    La iyo , itukan ni’mat Alloh yang diberikan kepada kita. Luar biasa.Apalagi jika kita melakukan rutinitas tidur itu dengan adab yang diajarkan Rosululloh pasti lebih Niqmaaat. OK Ustadz. Selamat berjuang, selamat berkorban, karena berjuang dan berkoraban adalah satu mata uang yang tak bisa di pisahkan. Untuk membeli nikmatnya surga.


Leave a Reply