Subhanallah, Mata Kita
September 10, 2008
Secara tidak sengaja saya terpaku pada suatu acara promosi produk suatu station tv. Awalnya saya mencari tentang informasi Padi Supertoy yang heboh saat ini. Dengan seksama saya mengikuti acara tersebut hingga selesai. Produk yang ditampilkan kacamata, ya, sebuah kacamata dari produk terkenal.
Acara itu memperlihatkan perbedaan antara kacamata yang asli dan palsu. Maklum, di negeri kita ini semua produk tidak ada yang dibajak. Mulai dari elektronik hingga buku. Bicara pembajakan buku, saya jadi ingat pembajakan buku yang menimpa teman saya. Buku yang dia tulis memang lagi hangat saat ini. Ryan, psikopat dari Jombang. Buku itu sangat laris manis. Dijual di dekat lampu merah hingga di dalam bis-bis kota. Bahkan pemberitaan tentang buku ini sampai ke media elektronik. Laris manis.
Kembali ke acara tv. Kacamata yang palsu di letakkan di suatu perangkat yang mana alat itu seperti kamera. Kacamata itu diletakkan di depannya. Kemudian hasilnya dapat dilihat di layer monitor. Di kaca kamera itu terdapat gambar segitiga berupa outline saja. Mirip dengan pyramid di Mesir. Sebelum diletakkan kacamata di depannya, gambar yang ada di kaca kamera tampak jelas tidak kabur. Gambar tampak kabur ketika kacamata palsu tersebut diletakkan di depan kamera. Kemudian, teknisi dari produk kacamata tersebut melakukan set up pada kamera. Memutar suatu perangkat di kamera hingga menghasilkan gambar yang tajam. Teknisi tersebut mengatakan, dibutuhkan minus 10 agar kamera dapat menghasilkan gambar yang sama sebelum kacamata palsu itu diletakkan di depan kamera. Teknisi tersebut melanjutkan, betapa lelahnya mata yang diwakili oleh kamera, melakukan konfigurasi ulang agar mata tetap tidak kabur. Konfigurasi ulang hingga minus 10.
Kemudian, teknisi tersebut menggantikan kacamata palsu dengan yang asli. Masih juga menghasilkan gambar yang kabur di layar monitor. Namun, teknisi hanya perlu melakukan konfigurasi pada kamera 0,2 minus agar gambar yang dihasilkan di monitor jernih, tidak kabur. Terjadi perbedaan selisih yang besar antara kacamata yang asli dan palsu, begitu menurut Teknisi itu.
Saya tidak terlalu fokus dengan perbedaan antara kacamata asli dan palsu. Yang menjadi perhatian saya adalah, bagaimana mata kita melakukan adaptasi demikian cepat tanpa campur tangan kita selaku pemilik mata. Mata kita tentu tidak tahu kacamata yang dipakai itu asli atau palsu. Dan juga mata kita tentu tidak tahu berapa dia harus mengubah matanya menjadi minus 10 atau minus 0,2. Subhanallah. Sungguh Maha Suci yang membuat mata ini dapat melakukan auto konfigurasi terhadap kacamata yang dipakainya. Sungguh Alloh Azza Wajalla Maha Pencipta dan Dialah sebaik-baiknya pencipta. []
Amunisi Baru
September 10, 2008
Alhamdulillah,
Hari ini ada amunisi baru di perangkat komputer lab. Tambahan 4 keping memori DDR1 512 Mb sangat berarti bagi jalannya komputer lab yang sebelumnya hanya 128 Mb. Memori lama jelas tidak dapat membantu jalannya komputer secara baik. Bagaimana tidak, untuk menjalankan Windows XP yang terinstal saja sudah habis memorinya apalagi harus menjalankan program praktikum, jelas terengah-engah. Buntutnya, anak-anak pasti protes karena lambatnya komputer.
Tapi sekarang tidak lagi, 4 keping memori seluruhnya sudah dimasukkan ke komputer lab. 4 keping memori lama dipasangkan di komputer lain, jadi ada 4 komputer menggunakan memori 512 Mb, 4 komputer yang lain menggunakan memori 256 Mb.
Semoga bermanfaat bagi anak-anak yang haus IT.