Pola Sehat (Harus) dari Kecil
October 31, 2008
“Anak gue dah obes, nih,” Fenny mengeluh suatu hari. Ibu rumah tangga berusia 36 tahun itu kewalahan menahan nafsu makan anaknya yang berlebih. “Udah makan berat seperti nasi padang, eh dia mau camilan yang manis-manis. Ampun, deh!” ia berkisah kepada rekan kerjanya. Kalau makan apa pun tak cukup satu. Berat badan anak Fenny yang duduk di bangku kelas 1 sekolah dasar itu dua kali lipat anak-anak seusianya, bahkan lebih. Dokter pun sudah menyarankan diet dan berolahraga, tapi pelaksanaannya sulit sekali.
“Padahal kalau tidak dijaga pola makannya dari sekarang, menurut dokter kondisi seperti itu bisa berlanjut hingga gede,” kata Diah. Repotnya, apa pun si bocah doyan. Dari sajian yang berlemak hingga yang manis. Selama ini makanan berlemak sering kali dituduh sebagai pemicu terjadinya obesitas. Padahal si manis pun tak kalah mengundang. Sebuah studi baru dari tim peneliti Universitas Florida, Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa konsumsi berlebih fruktosa yang terdapat pada makanan–dari berupa kue sampai minuman bersoda–dapat mengganggu fungsi hormon leptin, yang bisa mengakibatkan kegemukan. Fungsi hormon ini memang telah lama dikaitkan dengan obesitas dan sejumlah studi menunjukkan bahwa konsumsi berlebih fruktosa merupakan salah satu faktor penting dari epidemi obesitas yang mewabah di sejumlah negara maju.
Peneliti menemukan tikus menjadi resisten terhadap kegemukan bila selama enam bulan mengkonsumsi sajian penuh fruktosa. Terlihat dengan timbangan yang lebih tinggi dibanding tikus yang menjalani diet tanpa gula. Philip J. Scarpace, guru besar farmokologi dari perguruan tinggi tersebut, menyatakan selama ini resistensi leptin merupakan kondisi yang mengarah pada kegemukan seekor tikus ketika diterapkan diet tinggi lemak.
“Nah, yang mengejutkan di sini adalah peningkatan jumlah fruktosa dalam diet–tanpa menambah jumlah kalori–juga menyebabkan resistensi leptin,” ujar Scarpace. Lantas ia menambahkan diet ketat fruktosa perlu dilakukan jika jumlah kalori yang dikonsumsi dirasa berlebihan. Alexandra Shapiro, ilmuwan lain dari lembaga yang sama, menyatakan fruktosa memblok fungsi leptin yang mengontrol seseorang dari kegemukan. “Kemungkinan besar fruktosa memblokir leptin masuk ke otak,” ujarnya.
Para ilmuwan terus menggali soal kegemukan. Temuan lain yang tergolong baru dari tim peneliti Universitas Osaka, Jepang, menyebutkan obesitas juga terkait dengan kecepatan makan setelah melakukan studi terhadap 3.000 responden. Profesor dari Universitas Nottingham, Inggris, Ian McDonald, mengatakan terdapat sejumlah alasan mengapa makan cepat dapat berdampak pada berat badan. Ian menjelaskan, hal itu disebabkan oleh terganggunya sistem isyarat yang memberi tahu otak untuk berhenti makan. “Jika Anda makan dengan cepat, pada dasarnya Anda mengisi perut sebelum lambung sempat mengolahnya,” ujar McDonald. Ia juga menambahkan, perilaku makan cepat itu sangat mungkin dipelajari pada masa pertumbuhan.
Menurut peneliti, Dr Elizabeth Denney Wilson, jika memungkinkan anak-anak memang harus didorong untuk makan perlahan-lahan dan diperbolehkan berhenti ketika mereka merasa kenyang. “Tapi sangat tidak mungkin memberi arahan kepada anak untuk makan perlahan dan meminta berhenti saat mereka sudah merasa kenyang,” ia menambahkan.
Dr Jason Halford, dari Universitas Liverpool, Inggris, mengatakan hasil penelitian Jepang tersebut menunjukkan perbedaan individu dalam perilaku makan berhubungan dengan kegemukan. “Kebiasaan makan cepat ini bisa diwarisi sejak dini,” ujarnya. Namun, kata dia, belum ada bukti jika upaya memperlambat makan ketika masa pertumbuhan akan berdampak berupa penurunan kegemukan di masa depan.
Menanggapi studi tersebut, dr Angela Ardhianie mengatakan kecepatan makan belum tentu signifikan dengan kegemukan. “Bergantung pada metabolisme tubuh dan gen,” ujarnya. Jika memiliki metabolisme tubuh tinggi, kata dia, secara biologis seseorang ada kemungkinan terhindar dari kegemukan. Studi lain memang menyebutkan ada kaitan erat antara gen dan kegemukan. Bahkan pengaruhnya sama besar dengan lingkungan, seperti pola makan yang buruk.[]
Windows 7, Lebih Baik Ketimbang Vista?
October 30, 2008
Microsoft 28 Oktober lalu menawarkan Windows 7, sistem operasi yang disebut-sebut menjadi pengganti Windows Vista. Sistem operasi ini mungkin baru resmi akan diluncurkan pekan depan. Tapi, Selasa lalu Microsoft telah menawarkan kepada para pengembang software untuk mencicipi sistem operasi itu dalam forum Professional Developer Conference yang digelar Microsoft di Los Angeles.
Windows Vista, memang banyak dikeluhkan para pengguna. Sistem operasi itu lelet dan memakan memori cukup besar, tapi dengan tampilan dan kinerja yang biasa-biasa saja. Mungkin itu sebabnya, Windows 7 hadir.
Developer dari CNET menilai Microsoft telah memperbaiki banyak hal pada Windows 7. Salah satunya, mereka fokus pada waktu saat komputer dinyalakan dan dimatikan.
“Fokus kami adalah membuat sistem operasi yang lebih mudah,” kata Corporate Vice Presiden Microsoft Mike Nash. “Banyak yang telah kami lakukan agar Windows menjadi lebih mudah dan lebih cepat bekerja.”
Kerja keras itu kini sudah tampak. Windows 7, menurut Guardian tampak lebih enteng dan bersih ketimbang Vista. Perubahannya ini tidak dramatis tapi cukup bagus. Peranti yang sudah berjalan di Vista akan kompatibel dengan Windows 7.
Windows juga mengurangi hal-hal yang selama ini mengganggu seperti kotak dialog yang terlalu “cerewet”. Anda bisa mematikan kotak-kotak dialog itu dengan cepat.
Secara tampilan tak banyak perubahan. Hanya ikon di taksbar dibuat lebih besar. Ini agak meniru sistem operasi Mac OS X. Lalu juga ada preview atau intipan saat tetikus kita lewat pada aplikasi tertentu. Ini membuat pengguna bisa segera menjalankan sebagian fungsi aplikasi itu dengan cepat, seperti: menyalakan atau mematikan lagu di Windows Media Player, atau mengunjungi situs favorit di Internet Explorer.
Aplikasi di Windows juga dapat dibuat transparan sehingga bisa melihat berkas atau file di layar deskptop. Pengguna juga bisa melakukan drag and drop aplikasi dengan gampang.
Windows Explorer, yang mrupakan tulang punggung untuk mengatur manajemen file juga dipermak. Ada tambahan fitur yang disebut perpustakaan yang bisa menarik berkas-berkas dari berbagai lokasi. Misalnya, jika Anda memiliki foto di hard disk internal dan hard disk eksternal, Anda bisa mencari foto-foto itu di satu folder.
Windows 7 ini disebut-sebut lebih tidak seambisius ketimbang Vista. Dia dikembangkan tidak terburu-buru seperti Vista. Itulah sebabnya, pengguna bisa lebih menikmati Windows 7 yang disebut-sebut ringan sehingga bisa dipasang di netbook (laptop ringan).
[]
Catatan Tentang Bermain
October 30, 2008
Adigium yang acap kali digunakan dalam pembelajaran anak usia dini adalah: “Bermain Sambil Belajar “
Kaidah bermain haruslah menjadi titik bahas khusus, karena setiap permainan tidak selalu berkonsekuensi pada pembelajaran, ada kemungkinan permainan justru membuat habit (perilaku) jelek pada diri anak. Berikut beberapa terminologi yang dapat digunakan oleh seorang-orang yang aktif pada ranah pembinaan anak usia dini terkait dengan perimainan.
Ciri-ciri bermain:
- Memiliki kualitas pura-pura
- Memiliki motivasi intrinsic
- Lebih menekankan proses di banding hasil akhir
- Bebas memilih
- Diwarnai emosi positif
Tujuh syarat bermain:
- Harus mengembangkan seluruh aspek anak
- Seimbang antara bermain out door- indoor
- Mainan tak membedakan jenis kelamin
- Sesuai dengan usia
- Ruang aman dan nyaman
- Mainan harus aman
- Ada orang tua yang terlibat
Mainan harus aman:
- Tak boleh ada bagian yang mudah tertelan
- Tak tajam dan berujung runcing
- Catnya tak beracun [non toksin]
- Tak menjepit
- Tak menimbulkan api
Ragam stimulasi yang diharapkan dari mainan:
- Stimulasi Fisik
- Stimulasi Kognisi
- Stimulasi Motorik
- Stimulasi Sosial
- Stimulasi Emosi
Manfaat jika anak bermain balok:
- Motorik halus anak makin terlatih
- Daya imajinasi makin berkembang
- Mengenal konsep warna, bentuk, dan tekstur, juga konsep besar-kecil, atas bawah
- Memahami konsep keteraturan/urutan
- Melatih kesabaran anak
Manfaat jika anak bermain puzzle:
Anak yang kemampuan visualnya tinggi, bisa dengan mudah menyusun potongan-potongan puzzle menjadi gambar yang utuh
Manfaat jika anak Meronce
- Mengembangkan ketrampilan motorik halus
- Melatik konsentrasi
- Belajar mengelompokkan bentuk, warna dan Jenis
- Mengasah kreativitas dengan kemampuan mengkombinasi
Manfaat jika anak bermain Bentuk dan Warna
Memperkenalkan berbagai bentuk akan mempermudah anak untuk memahami lingkungannya. Misal : “nak tolong ambilkan gelas di atas meja bundar di kamar Ibu”
[]
Terjadi Lagi
October 15, 2008
Usai jam sekolah, saya masuk ke labkom. Beberapa file yang saya harus upload di blog SDI Insan Kamil. Seperti biasa juga, anak-anak usai makan siang selalu memasuki labkom sambil menunggu jemputan datang. Disaat-saat inilah anak-anak selalu memamerkan game-game terbaru yang dimiliknya ke teman-temannya. Jika salah satu ada yang tertarik mereka meng-copy file itu. Game copyan ini akan di mainkannya dirumah.
Hal ini sudah biasa terjadi. Bagi saya, tidak ada masalah jika itu hanya meng-copy tidak melakukan insalasi di komputer lab. Namun siang ini ada hal yang lain, dan ini kali kedua saya mengalaminya. Salah seorang orang tua wali mencari anaknya hingga masuk ke labkom. Dengan nada sedikit tinggi ia meminta anaknya segera pulang. “Ayo pulang, sudah siang!” pinta ayah anak itu. “Wis mainan game thok ae, tak hapus iki engko gameme!” lanjut ayah itu.
Agak tidak enak saya mendengarnya. Di labkom ini tidak ada yang boleh melakukan instalasi software baru tanpa ada persetujuan. Apalagi instalasi game. Saya penasaran. Apakah benar-benar game itu diinstal? Setelah saya cek langsung, ternyata game tersebut berjalan melalui flashdisk, tanpa instalasi terlebih dahulu. Jadi, anak-anak ini main game yang ada di flashdisk yang mereka bawa. Bukan dari komputer yang ada di labkom.
Rasanya pingin banget menjelaskan kepada ayah anak itu, bahwa anaknya main game dari flashdisk yang dibawa. Jika ingin dihapus, ya dihapus yang ada di flashdisk itu. Sebagai langkah pencegahan kemungikan saya akan menerapkan pemakaian user untuk login ke masing-masing komputer. Jika user yang diperbolehkan memakai komputer di bekukan (freezee) maka komputer itu tidak akan dapat dipakai.
[]
Yah…Iman pulang saja!?
October 15, 2008
Kalimat itu muncul di hari kedua dia mengikuti ujian sisipan di sekolahnya. Sedikit terkejut. Tidak biasanya dia seperti ini. Bahkan tadi pagi dia semangat sekali mengikuti ujian, malamnya memang dia belajar dengan saya hingga larut. Seakan tentara maju perang, amunisi yang dibawa lengkap. Kelengkapan inilah yang membuat dia bersemangat sekali.
Tepat jam 9.30 pagi itu dia berkata seperti di atas. Saya sudah mengira, pasti dia tidak banyak yang bisa dijawab soal-soal yang dihadapinya. Setelah bertanya kesana kemari.”Dibujuk dengan bermacam-macam barulah ia mengeluarkan uneg-unegnya. “Soal yang keluar tidak ada dibuku semua yah!” demikian ia berujar. Iman tidak bisa mengerjakan, hanya separo, bahasa jawanya tuh susah banget”, lanjut iman.
Saya sudah memahami, Iman lagi dilanda stres akibat ujian yang tidak dapat ia jawab dengan baik. Apalagi soal-soal yang muncul tidak pernah ia jumpai di saat belajar di kelas maupun di buku yang menjadi pegangan belajar.
Saya telepon umminya agar membujuk dia tetap mau ikut ujian hingga selesai.
Iman, sing sabar yo leh.