Catatan Tentang Bermain
October 30, 2008
Adigium yang acap kali digunakan dalam pembelajaran anak usia dini adalah: “Bermain Sambil Belajar “
Kaidah bermain haruslah menjadi titik bahas khusus, karena setiap permainan tidak selalu berkonsekuensi pada pembelajaran, ada kemungkinan permainan justru membuat habit (perilaku) jelek pada diri anak. Berikut beberapa terminologi yang dapat digunakan oleh seorang-orang yang aktif pada ranah pembinaan anak usia dini terkait dengan perimainan.
Ciri-ciri bermain:
- Memiliki kualitas pura-pura
- Memiliki motivasi intrinsic
- Lebih menekankan proses di banding hasil akhir
- Bebas memilih
- Diwarnai emosi positif
Tujuh syarat bermain:
- Harus mengembangkan seluruh aspek anak
- Seimbang antara bermain out door- indoor
- Mainan tak membedakan jenis kelamin
- Sesuai dengan usia
- Ruang aman dan nyaman
- Mainan harus aman
- Ada orang tua yang terlibat
Mainan harus aman:
- Tak boleh ada bagian yang mudah tertelan
- Tak tajam dan berujung runcing
- Catnya tak beracun [non toksin]
- Tak menjepit
- Tak menimbulkan api
Ragam stimulasi yang diharapkan dari mainan:
- Stimulasi Fisik
- Stimulasi Kognisi
- Stimulasi Motorik
- Stimulasi Sosial
- Stimulasi Emosi
Manfaat jika anak bermain balok:
- Motorik halus anak makin terlatih
- Daya imajinasi makin berkembang
- Mengenal konsep warna, bentuk, dan tekstur, juga konsep besar-kecil, atas bawah
- Memahami konsep keteraturan/urutan
- Melatih kesabaran anak
Manfaat jika anak bermain puzzle:
Anak yang kemampuan visualnya tinggi, bisa dengan mudah menyusun potongan-potongan puzzle menjadi gambar yang utuh
Manfaat jika anak Meronce
- Mengembangkan ketrampilan motorik halus
- Melatik konsentrasi
- Belajar mengelompokkan bentuk, warna dan Jenis
- Mengasah kreativitas dengan kemampuan mengkombinasi
Manfaat jika anak bermain Bentuk dan Warna
Memperkenalkan berbagai bentuk akan mempermudah anak untuk memahami lingkungannya. Misal : “nak tolong ambilkan gelas di atas meja bundar di kamar Ibu”
[]