Andaikata Lebih Panjang
January 5, 2009
Seperti yang telah biasa dilakukan Beliau, ketika salah satu sahabat meninggal dunia, Rasululloh ? mengantar jenazahnya sampai kuburan. Dan pada saat pulang, Beliau menyempatkan singgah untuk menghibur dan menenangkan keluarga almarhum supaya tetap tawakal dan sabar menerima musibah itu.
Kemudian Rasululloh bertanya, “Tidakkah almarhum mengucapkan wasiat sebelum wafatnya?” Istrinya menjawab,”Saya mendengar ia mengatakan sesuatu di antara dengkur nafasnya yang tersengal-sengal menjelang ajal.”
“Apa yang dikatakannya?”
“Saya tidak tahu, ya Rasululloh, apakah ucapannya itu sekedar rintihan sebelum mati, ataukah pekikan pedih karena dahsyatnya sakaratul-maut. Cuma, ucapannya memang sulit dipahami lantaran merupakan kalimat yang terpotong-potong.”
“Bagaimana bunyinya?” desak Rasululloh.
Istri yang setia itu menjawab,”Suami saya mengatakan’Andaikata lebih panjang lagi….Andaikata yang masih baru….Andaikata semuanya….’ Hanya itulah yang tertangkap sehingga kami bingung dibuatnya.