Buku “Menyambut Umur 40 Tahun”
March 26, 2009
Telah terbit buku perdana terbitan Nashiril Haq,
Judul: Menyambut Umur 40 Tahun
Penulis: Ahmad Syarifuddin
Terbit: Cetakan #1, Maulud 1430 H / Maret 2009
Tebal: xv+152 hal, 13 x 20 cm
Editor: Bahtiar HS
Cover & Layout: Mohd. Ayub Syafii
ISBN: 978-979-18698-0-5
Harga: Rp 32.500,-
Dalam tradisi Islam, umur manusia diklasifikasikan menjadi 4 periode, yaitu 1) periode kanak-kanak atau thufuliyah (masa kelahiran sampai umur baligh), 2) periode muda atau syabab (umur baligh sampai 40 tahun), 3) periode dewasa atau kuhulah (40-60 tahun), dan 4) periode tua atau syaikhukhah (60-70 tahun).
Umur 40 tahun, mencakup interval 35-50 tahun, merupakan terminal bagi manusia yang amat penting. Ada apa dengan umur 40 tahun? Mengapa nabi-nabi diutus ketika usia mereka genap 40 tahun? Mengapa Kitab Suci al-Qur’an secara spesial menyinggung umur 40 tahun ini? Mengapa prestasi seseorang baru diakui ketika umurnya mencapai 40 tahun? Apa psikologi dan fisiologi umur 40 tahun? Fenomena dan rahasia apakah di balik umur 40 tahun? Bagaimana persiapan memasuki umur 40 tahun? Tanggung jawab moral-spiritual apakah yang harus diinsafi kala menapaki usia 40 tahun?
Untaian Hikmah
March 24, 2009
Ada untaian hikmah dari buku “Menyambut Umur 40 Tahun” karya Ahmad Syarifuddin. Untaian hikmah tersebut dari Sahabat Ali bin Abi Thalib berpesan pada kita semua:
“Dunia bergerak mundur, sedangkan akhirat bergerak maju. Masing-masing memiliki kader-kader. Maka, jadilah kamu kader akhirat, jangan jadi kader … Read Moredunia. Sesungguhnya hari ini (dunia) adalah hari beramal, bukan tempat hisab (perhitungan amal), sedangkan esok (akhirat) tempat hisab, bukan tempat beramal. []
Doa Ringkas
March 23, 2009
Sederhana, singkat dan padat. Itulah kalimat yang cocok untuk doa di bawah ini. Kami mendapatkan doa ini pertama kali dari guru kami, Abi Ihya’ Ulumiddin. Doa yang berbahasa Jawa ini sangat tepat diamalkan disela-sela doa kita sehari-hari, apalagi yang berkeinginan dapat menunaikan ibadah haji. Ibarat pisau, semakin diasah semakin tajam. Begitu juga dengan doa. Selamat mengamalkan.
Berikut doanya:
Allahumma ya Robbana cukupono loberono, beras akeh duit akeh, ngganggo ngaji lungo haji, barrokahe nabi wali. []
Kikir
March 17, 2009
Sudah lama pengemis itu berdiri di depan sebuah rumah gedung yang mirip istana. Karena merasa terganggu, yang punya rumah menyuruh pelayannya untuk mengusir pengemis tersebut. Tetapi pengemis tersebut tidak bergeming dari tempatnya. Ia menjawab, “Saya datang tidak untuk disuruh pergi begitu saja, Saya datang untuk bertemu yang punya rumah ini. Saya adalah tamu, dan tamu harus dihormati, kalau tidak mau didatangi tamu, jangan bikin rumah ditepi jalan”.
Sang Terpuji
March 14, 2009
Berapa sempat kita memahami sejarah Nabi kita, al Mustofa saw.? Sudah berapa buku tentang Siroh Nabawiyah yang kita baca? Atau tidak pernah kita membacanya sama sekali dikarenakan tebalnya buku tersebut.
Dibulan kelahiran Nabi saw. ini, saya coba mengetengahkan Siroh Nabawiyah yang ringkas namun padat isinya. Saya ambil dari kitab Tarikh al-Hawadits wa al-Ahwal an-Nabawiyyah, karangan kakek guru saya, Abuya Sayyid Muhammad bin Sayyid Alawi Al Maliki Al Hasani. Buku ini sengaja dibuat sangat ringkas dan singkat sehingga nyaris hanya berisi catatan sejarah kehidupan junjungan Nabi Besar Muhammad saw., sejak masa menjelang kelahiran beliau hingga wafatnya.
Saya akan menampilkannya berseri. Mudah-mudahan Alloh swt. meridhai dan memudahkannya. Selamat membaca. []
Seri Siroh Nabawiyah: Sang Terpuji
Sekilas tentang Kehidupan Nabi Muhammad saw.
Nasab Nabi Muhammad saw.
Beliau adalah Muhammad bin ‘Abdullah bin ‘Abdul Muththalib bin Hasyim bin ‘Abdi Manaf bin Qushai bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudarikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin ‘Adnan. Nasabnya sampai kepada Ismail bin al-Khalil Ibrahim ‘alai-himas-salam. (bersambung)
Mati, Sudah 2 Minggu Lebih
March 13, 2009
Akhir-akhir ini para guru tidak dapat menikmati ‘mbah google’ tempat mencari materi pembelajaran. Ust. Khusnul tidak terlihat lagi di depan komputer membuat materi bahasa Inggris-nya. Ust. Shoim, Ustadzh Eva, dan Ustadzh Iin tidak jauh berbeda dengan Ust. Khusnul.
Penyebabnya adalah putusnya koneksi Internet di labkom. Kejadian ini sudah berlangsung 2 bulan lebih. Padahal, kelas 4 minggu depan praktikum Internet. Sambungan Internetnya ikut siapa ya kira-kira?
[]
Mengetuk Pintu
March 12, 2009
Seseorang mengetuk pintu rumah Al Jahidz. Al Jahidz berkata, “Siapa di luar?” Aku!” jawabnya. Al Jahidz berkata lagi, “Siapa di luar?” “Aku!” jawabnya. Kembali Al Jahidz berkata, “Siapa di luar?” “Aku!” jawabnya. Al Jahidz berkata, “Kamu dan pintu tidak ada bedanya!”
Jejak-Jejak Insan Kamil
March 12, 2009
Agama Islam diakui sebagai agama yang istimewa. Ia dideklarasikan sebagai agama paripurna yang mereduksi dua agama langit sebelumnya. Ia unggul dan tidak ada yang menggunguli. Ia tidak dibatasi oleh waktu, tempat, atau jenis masyarakat. Agama langit yagn diturunkan dari Allah Swt. ini berciri khas lurus, besar, agung, sempurna, abadi, dan universal. Allah Swt. berfirman yang artinya:
Pada hari Ini Telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan Telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Q.S. Al Maidah: 3
Agama yang agung dan sempurna ini tentu hanya mampu dibawa oleh seorang utusan yang agung dan sempurna pula. Mustahil ia dibawa oleh manusia yang lemah, cacat, dan kerdil. Di sinilah secara reflek kita mengakui bahwa Rasulullah Muhammad Saw. sebagai pembawa agama tersebut adalah manusia istimewa, tiada banding, sempurna segala-galanya. Tanpa cela. Seakan-akan beliau produk khusus bukan seperti kebanyakan manusia. Ibarat bebatuan, beliau adalah intan. Maka pantas beliau menyandang predikat Insan Kamil (sosok manusia yang sempurna). Dalam syair dikatakan:
Engkau diciptakan bebas dari segala cela. Seakan-akan engkau diciptakan seperti apa yang engkau kehendaki.
Kambing Berwajah Mirip Manusia
March 10, 2009
Tadi sore secara tidak sengaja saya melihat berita ditayangkan salah satu stasiun televisi. Tertegun, saya menatap televisi. Kambing berwajah manusia. Seekor anak kambing milik Darma warga Desa Dukuhturi, Tegal, Jawa Tengah memilik wajah yang aneh. Bentuk kepala kambing yang lahir itu memiliki ciri unik khususnya di bagian kepala. Kambing tersebut tidak memiliki rongga hidung dan kedua mata nyaris menyatu dan tidak memiliki kelopak mata. Mulutnya juga tidak memiliki moncong seperti kambing pada umumnya. Bagian mulut tersebut rata dan menyatu dengan wajah. Hanya kedua telinga yang normal. Sejak dilahirkan, anak kambing tersebut tidak mau menetek ke induknya. Pemilik kambing kemudian berinisiatif memberikan susu kaleng dengan cara menyuapi ke mulut anak kambing tersebut. Daeri , istri Darma menjelaskan proses kelahiran anak kambing tersebut tidak normal. Induk kambing sempat pingsan selama satu hari satu malam sebelum akhirnya melahirkan anak kambing tersebut meskipun harus dengan bantuan pemilik kambing.
Kabar kelahiran kambing aneh itu cepat menyebar ke seluruh penjuru Desa Dukuhturi dan sekitarnya. Puluhan warga sekitar yang penasaran terus berdatangan ke rumah Darma, untuk melihat dari dekat anak kambing tersebut. Memang aneh ya wajah kambing tersebut,pantas saja jika banyak yang ingin melihat sendiri dari dekat.
[]
Foto: warnadunia.com
Fitrah Kewanitaan Hilang di Bangku Kuliah?
March 9, 2009
Problem serius para mahasiswi yang merasa keliru memilih jurusan.
Nurul memang tak lebih seorang mahasiswi. Kuliah tingkat akhir pada jurusan Teknik Fisika di sebuah perguruan tinggi negeri, gadis manis berjilbab ini sedang bingung. Apa pasal? Seorang pria telah datang melamar, mengajaknya hidup berumah tangga seperti akhir-akhir ini diidamkannya! Lantas apa yang membuatnya bingung? Tak lain adalah syarat yang diajukan sang jejaka, bahwa kelak Nurul harus 100% menjadi ibu rumah tangga. Tak usah payah ikut bekerja mencari nafkah, yang lebih utama adalah mengurus rumah, melayani suami, dan yang terpenting mendidik anak-anaknya. Nurul bergidik membayangkan semua itu. Bukannya karena tidak setuju, tetapi lantaran ia tidak yakin, bisakah ia memenuhi harapan suaminya kelak. Nurul memang bukan tipe wanita karir, bukan pula tipe wanita materialis. Dia sadar sepenuhnya, bahwa tugas utama wanita memang mengurus keluarga dan membina keturunan. Bahkan sebagai aktivis masjid kampus, ia sempat menyuntikkan pendapat ini kepada adik-adik kelas lewat keahliannya berbicara di podium.
Kalau Nurul memilih jurusan Teknik Fisika, ia sadar bahwa ia telah salah pilih. Tetapi karena sudah terlanjur, jurusan yang tergolong ‘keras’ inipun ditempuhnya hingga kini. Setumpuk keraguan masih membalut erat di hati Nurul. Bisakah ia menjadi ibu rumah tangga yang baik kelak? Selama ini ia belum pernah merasa mencintai pekerjaan masak-memasak. Bertahun-tahun hidup di kost, Nurul selalu menggantungkan pilihan menu sehari-hari pada makanan rantangan yang di pasangnya 2 kali sehari. Bahkan jika saatnya ia pulang kampung, pekerjaan yang membuatnya jengkel adalah membantu ibu memasak di rumah. Beramis-amis menyisik ikan sering membuatnya merasa mual. Menggoreng ikan bandeng yang selalu memercik-mercikkan minyakpun membuatnya sebal. Sekedar menghaluskan bumbu dan memarut kelapa saja sudah membuatnya mengomel tak sabar, yang namanya sayur lodehpun ia tak tahu bumbunya. Sementara lidahnya terasa tak lagi peka merasakan asin tidaknya masakan. Lantas bagaimana? Nurul amat takut betapa tersiksanya kelak, tatkala ia harus berjam-jam berada di dapur yang amat menyebalkan.