Nyegat Bis
April 21, 2009
Romlah antri nyegat bis kota katene budhal kerjo. Pacakane sueksi pol, bengesan abang ambek nganggo rok mini. Pas katene numpak bis kota, mergo rok minine nguapret pol, sampek sikile Romlah gak isok mancik munggah bis.
Romlah ngrogoh selerekan nang mburine rok cik rodhok longgar. Bareng wis didhukno selerekane, sik pancet nguapret ae, sikile Romlah tetep gak isok mancik munggah bis. Romlah nyobak pisan ngkas ngedhukno selerekane rok cik tambah longgar. Tibake sik pancet ngapret ae, sikile Romlah tetep gak isok mancik munggah bis. Romlah nyobak maneh sampek ping telu, tetep ae gak isok. Kondekture wis gak sabar bengok-bengok.
Moro-moro onok tangane wong lanang ndhemok bokonge seko mburi, nyurung Romlah munggah bis. Romlah mendelik nguamuk nang wong lanang iku,”Semprul !!! Gak sopan blas peno Cak, wong gak kenal athik wani-wanine ndhemok bokongku !!”.
Wong lanange nyauri,”Yo sampeyan Ning sing gak sopan, wong gak kenal athik wani-wanine mlorot selerekan celonoku ping telu.” []
Ikhlas, Apa Itu?
April 19, 2009
Kemarin malam saya kedatangan seorang teman. Lama tidak berjumpa dengannya. Kami berbincang mengenai keluarga, pekerjaan, dakwah hingga makanan kesukaan masing-masing. Sampai pada saat perbincangan tentang ikhlas. “Mas, saya saat ini belajar ikhlas, namun saya belum menemukan ikhlas itu apa?” begitu dimulai membuka pertanyaan. “Saya buka literatur yang membahas tentang itu, mulai dari Quantum Ikhlas, Zona Ikhlas yang sampai berjilid-jilid, dan metode-metode ikhlas lain”, lanjutnya. “Ikhlas itu apa sih, bagaimana mewujudkan ikhlas dalam setiap amal ibadah dan perbuatan kita sehari-hari”, lanjutnya mengebu-gebu.
Saya berpikir sejenak. Ikhlas, satu kata penerapannya sangat sulit dikehidupan kita. Saya sendiri belajar, ya masih belajar menerapkan ikhlas disetiap amal ibadah dan perbuatan saya. Ikhlas yang saya dapatkan dari guru saya, Abi Ust. Ihya’ sangat sederhana dan itu menjadikan ikhlas yang saya terapkan. Walaupun belum sempurna. Abi Ust. Ihya’ memberikan makna ikhlas sangat simple dengan memberikan umpama:
“Kalau kamu menginginkan ikhlas disetiap perbuatan dan amal ibadah kamu berlakulah seperti orang membuang hajat (air besar)”
Ya, seperti orang membuat hajat (air besar). Orang membuang hajat (air besar) ingin segera berlepas dari itu. Ia ingin membuangnya dan tidak ingin meminta lagi. Ketika membuangpun ia tidak melihatnya. Ia tidak ingin ada orang yang sampai tercium baunya. Malu. Begitu ia keluar dari kamar mandi, ia sudah tidak mengingatnya lagi.
Itulah ikhlas. Demikian guru saya menjelaskan tentang ikhlas. Mampukah kita menerapkan disetiap perbuatan dan amal ibadah kita sehari-hari?
[]
Mantera Mengusir Pencuri
April 16, 2009
Merasa sudah kehabisan cara untuk menyadarkan masyarakat sekitarnya agar tidak lagi mempercayai tahayul-tahayul dan syirik, seorang kyai mengumpulkan mereka lantasa berkata, “Sudara-saudara, apakah saudara-saudara ingin agar rumah kalian selamat tidak dimasuki pencuri?”
“Ingin…” jawab yang hadir.
“Saya punya mantera yang manjur, yaitu kata-kata keramat yang dapat membuat takut pencuri,” ujar kyai. “Maukah Saudara-saudara menghafalnya?”
“Mau…!”
“Ayo kita baca ramai-ramai: “Hong Wilaheng Kejebreng Gombreng.”
Orang-orang pun dengan gembira menghafalkan kalimat mantera yang aneh itu.
Kemudian kyai melanjutkan, “Manteranya memang gampang, tetapi harus dikerjakan dulu syaratnya, yaitu Saudara-saudara harus datang lagi kemari membawa ayam panggang dan nasi, tiap orang satu ekor dan sebakul nasi putih.”
Karena mereka sudah begitu mendalam mempercayai kesaktian jimat-jimat, maka keesokan harinya mereka menyerahkan semua syarat yang diminta itu kepada kyai. Orang alim itu menyuruh beberapa muridnya agar seluruh bawaan mereka diserahkan dan dibagikan kepada para penghuni sebuah panti asuhan anak-anak terlantar.
Sesudah itu kyai berkata pula, “Nah, sekarang syaratnya sudah terpenuhi. Kini tinggal mendengarkan bagaimana cara-cara mengamalkan mantera itu. Hong Wilaheng Kejebreng Gombreng harus dibaca sesudah isya sambil mengelilingi rumah tiap malam.”
“Berapa kali keliling?”
“Terserah kemampuan masing-masing,” jawab sang kyai.
“Apa betul-betul manjur itu?” tanya mereka ragu-ragu.
Kyai menyahut, “Manjur sekali, asalkan kalian membacanya keras-keras sambil mengitari rumah dari jam sembilan malam hingga jam 4 pagi.”
Mendengar penjelasan kyai tadi, masyarakat mulai ribut karena tata cara mengerjakannya begitu berat. Tentu saja pencuri tak akan berani masuk sebab melaksanakan tata cara itu sama halnya dengan meronda rumah sendiri sepanjang malam. Kalaupun ada pencuri masuk, jelas ia pencuri tolol atau nekat.[]
Untaian Hikmah
April 16, 2009
Sahabat Qotadah berkata, “Bila seseorang telah mencapai usia 40 tahun, maka hendaklah dia mengambil kehatian-hatian dari Allah ‘azza wa jalla.”
Khalifah Umar bin Abdul Aziz menyatakan, “Telah sempurnalah hujjah Allah atas manusia yang berumur 40-an tahun. ” Suatu hari saat tidur, khalifah yang arif ini mimpi mendengar seseorang berkata, “Jika umur 40 tahun menghampirimu, maka pada saat itu takutlah kepada Allah dan ambilah kehati-hatian terhadap kematian. (diambil dari “Menyambut Umur 40 Tahun” karya Ahmad Syarifuddin).
[]
Membuat SLAX Live USB
April 13, 2009
SLAX? Apa itu? SLAX adalah salah distro Linux yang besarnya tidak lebih dari 250 MB. Walaupun kecil, OS ini sudah memuat di dalamnya kebutuhan internet dan office. Distro ini dibuat oleh Tomas Matejicek. SLAX merupakan turunan Linux Slackware, distro Linux yang terkenal mudah penggunaannya.
SLAX aslinya berjalan secara Live CD. Kali ini saya akan menjalankannya dari USB. Berikut tutorialnya:
1. Siapkan source SLAX, dalam hal ini saya menggunakan SLAX-6.0.9.tar.
2. 7-Zip atau program extrak tar yang lain.
3. USB Flashdisk kapasitas minimal 256 MB atau lebih.
4. Windows untuk melakukan proses instalasi.
Kelahiran Nabi Muhammad Saw.
April 8, 2009
Seri Siroh Nabawiyah: Sang Terpuji
Sekilas tentang Kehidupan Nabi Muhammad saw.
Nabi Muhammad Saw. lahir pada hari Senin di bulan Rabi al-Awwal tahun Gajah. Ada yang mengatakan pada tanggal dua, ada yang mengatakan pada tanggal tiga dan ada pula yang mengatakan tanggal dua belas. Pendapat yang terakhir adalah yang paling masyhur di kalangan ulama.
Hari Senin adalah hari yang penuh berkah. Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad (bin Hanbal), Ibnu ‘Abbas ra. berkata, “Rasulullah saw. lahir pada hari Senin, diangkat menjadi nabi pada hari Senin, berangkat hijrah dari Makkah ke Madinah pada hari Senin, dan mengangkat Hajar Aswad pada hari Senin juga.” Sementara riwayat yang lain mengatakan bahwa beliau lahir dalam keadaan sudah berkhitan dan tali pusarnya putus.
Pada malam kelahirannya terjadi keajaiban dan keanehan, antara lain: banyak berhala yang jatuh ambruk dari tempatnya berdiri.
Pada saat kelahirannya tampak cahaya terang benderang di cakrawala hingga menyinari istana-istana di negeri Syam.
Istana Kisra (Maharaja Persia) mengalami kegoncangan hebat hingga tiang-tiang penyangganya berjatuhan. Sedangkan api sesembahan kaum Majusi di Persia mendadak padam pada malam itu, padahal selama lebih dari 1000 tahun sebelumnya tidak pernah padam. Bersamaan dengan itu surut pula air danau. (bersambung)
Sendau Gurau Nabi saw.
April 1, 2009
Seorang nenek lanjut usia datang kepada Nabi saw. Dengan sedih dan khawatir ia berkata, “Ya Rasulullah, apakah saya dapat masuk surga?”
Nabi mengerutkan kening, lalu dengan suara sungguh menyesal dia menjawab, “Maaf, Nek, di surga tidak ada orang tua”. Maka nenek-nenek itupun menangis tersedu-sedu menyesali nasibnya sebagai orang tua. Tetapi Nabi cepat menyambung ucapannya, “Maksud saya bukan nenek tidak akan masuk surga”.
“Jadi?”
“Nenek bakal masuk surga, tetapi di sana nenek akan muda lagi”, ucap Nabi melegakkan.
Maka nenek tua itu pun tertawa gembira membayangkan nasibnya yang akan jadi perawan kembali di surga. Begitulah cara Nabi bercanda. Sekedar menyegarkan suasana, namun tetap menjaga agar selorohnya dapat membahagiakan orang lain, bukan menyakiti atau menyinggungnya.
[]