Sholat Tahajjud Lagi Setelah Tarawih

Pertanyaan:

Di bulan Ramadhan umat Islam ramai melaksanakan sholat tarawih berjamaah lengkap dengan witirnya. Di sisi lain mereka juga dianjurkan untuk melaksanakan sholat tahajjud yang prakteknya ditutup juga dengan sholat witir. Pertanyaan saya,

1) Bolehkah melaksanakan sholat tahajjud, padahal sudah melaksanakan sholat tarawih?

2) Jika boleh, bagaimana tata cara melaksanakan sholat witir. Apakah witir pada sholat tahajjud tidak usah dilakukan, karena sudah melakukan witir sewaktu tarawih? Atau boleh melakukan witir dua kali, karena witir adalah penutup sholat malam?

3)  Surat apakah yang sunnah dibaca pada waktu sholat witir, misalnya witirnya tiga rakaat?

4)  Jika witirnya tiga rakaat, prakteknya dipisah dengan salam atau tiga rakaat langsung? Atas jawabannya terima kasih.

Abdullah,  Surabaya

Jawab:

Mengenai pertanyaan pertama, pada prinsipnya pada malam bulan Ramadhan umat Islam diserukan untuk memperbanyak amal ibadah. Penyelenggaraan sholat tarawih termasuk bagian dari upaya memperbanyak amal ibadah itu. Jadi tidak ada larangan, melaksanakan sholat tahajjud di akhir malam betapapun sudah melaksanakan sholat witir. Jika ada hadits yang menyatakan sholat malam Rasulullah saw.  di bulan Ramadhan maupun di bulan lainnya tidak lebih dari sebelas rakaat, hadits itu merupakan gambaran global (umum) menurut atau sepengetahuan perawi.  Sementara terdapat riwayat hadits lain yang menyebut beliau melakukan sholat malam sebanyak 13 rakaat, kadang 9 rakaat, atau lebih dari itu. (Tuhfatul Ahwadzi, Syarah Sunan Tirmidzi II : 518-521)

Berkaitan pertanyaan kedua, sholat witir dalam satu malam semestinya dilakukan hanya satu kali saja. Terserah mau di awal malam ataupun di akhir malam. “Tidak ada dua witir dalam satu malam.” Jadi umpamanya sudah menjalankan sholat witir bersama tarawih, maka tidak usah melakukan sholat witir lagi pada sholat tahajjud di malam itu. Mengenai hadits, “jadikanlah witir sebagai akhir sholatmu,” itu menunjukkan keidealan, yang lebih baik, atau seruan yang bersifat anjuran. Bukan suatu keharusan, sebab terdapat riwayat yang menyatakan sehabis melaksanakan witir, Rasulullah saw pernah masih melaksanakan sholat dua rakaat lagi. (Tuhfatul Ahwadzi, Syarah Sunan Tirmidzi II : 540-544)

Pertanyaan ketiga, banyak riwayat mengenai bacaan surat dalam sholat witir. Namun riwayat yang masyhur adalah membaca surat Al-A’laa pada rakaat pertama, Al-Kafirun pada rakaat kedua, dan Al-Ikhlas (atau Al-Ikhlas ditambah surat Al-Falaq dan An-Naas) pada rakaat ketiga. (Tuhfatul Ahwadzi, Syarah Sunan Tirmidzi II : 549 dan 559-562)

Terkait dengan pertanyaan keempat,  sholat witir dengan tiga rakaat praktek nya ada dua macam, yaitu dipisah (dua rakaat salam dan satu salam lagi pada satu rakaat terakhir) atau disambung (dilakukan tiga rakaat langsung dengan satu salam di akhir rakaat). (Tuhfatul Ahwadzi, Syarah Sunan Tirmidzi II : 556-557).[]

About these ads
Tagged with: ,
Posted in Fas'alu
4 comments on “Sholat Tahajjud Lagi Setelah Tarawih
  1. septyariini says:

    apakah hadits yang dismpaikan shahih ?

    Like

    • warungbaca says:

      hadits-hadits yang ada shohih dan saya dapatkan penjelasan tersebut dari Ulama yang memiliki sanad haditsnya tersambung ke Rasulullah saw. semoga bermanfaat.

      Like

  2. irawan says:

    beruntung saya mendapatkannya menjelang bulan Romadon. penjelasannya ringkas, jelas dan mudah dipahami. terima kasih

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,104 other followers

%d bloggers like this: