Kisah Hizqil

November 24, 2011

Allah Ta’ala berfirman :

Apakah engkau tidak memperhatikan orang-orang yang keluar dari kampung halaman mereka sedang mereka beribu-ribu jumlahnya karena takut mati. Maka Allah berfirman kepada mereka,” Matilah kalian.” Kemudian Allah menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur. ( QS. Al Baqarah 243)

Muhammad bin Ishaq menceritakan, dari Wahab bin Munabbih,” Ketika Khalin bin Yofana kembali kepangkuan Ilahi, yaitu setelah Yusya’, maka semua urusan Bani Israil diserahkan kepada Hizqil bin Budzi, yaitu putera Al ‘Ajuz, yang ia telah mendoakan kaumnya yang telah disebutkan Allah didalam kitabNya.”

Read the rest of this entry »

Bershuhbah dalam Takwa

November 13, 2011

Suatu hari Habib Muhammad bin Hadi Shohib Tuhfah al Asyraaf menyalakan lampu, seraya beliau berkata: “Ini ada-lah cahaya lahiriah. Jika lampu ini pa-dam, kita tidak bisa melihat apa-apa dan kita akan berada dalam kegelapan. Adapun cahaya batin adalah cahaya di dalam hati yang dinya-lakan oleh perasan cinta dan ‘irfan (makrifat). Cinta dan ‘irfan diperoleh karena selalu taat kepada Alloh Yang Maha Pengasih. Dalam diri orang yang memiliki cahaya ini akan muncul karomah. Kita ini bukannya berusaha mencari karomah-karomah, tetapi malah mematikan cahaya di dalam hati dengan banyak melakukan maksiat dan sedikit berbuat taat…” (Habib Muhammad bin Hadi bin Hasan bin Abdur-rahman Assegaf : Kisah dan Hikmah, dari manuskrip Tuhfah al Asyraaf   I:284,  Nasihat Ke-7, Hal. 122).

Nasihat Habib Muhammad bin Hadi ini sangat berhubungan erat sekali dengan penempatan semangat diri kita yang seyogyanya pada setiap saat selalu ditingkatkan. Terlebih lagi ketika kita sedang memasuki bulan-bulan Haji ini, dimulai dari Syawwal,  Dzul Qa’dah, dan diakhiri pada Dzul Hijjah, kita harus berupaya membenahi diri dengan semangat ketaatan yang baik. Ketaatan yang baik kiranya dapat diben-tuk oleh lingkungan yang kondusif, dan salah satunya adalah membangun sistem shuhbah (pertemanan) di sekitar kita. Sebab, disadari atau tidak, diri manusia pada fitrahnya sangat menginginkan kebebasan memilih (hurriyyah al ikhtiyaar), menentukan jalan hidupnya sendiri, apakah hendak berbuat baik ataukah berbuat buruk? Alloh Ta’ala telah berfirman:

“Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Alloh. Sesung-guhnya Alloh adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (Q.S. 91 : 30)

Read the rest of this entry »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.