Posisi Penting Sholat
January 30, 2012
الصَّلاَةُ عِمَادُ الدِّيْنِ
“Sholat adalah tiang agama”[1]
Sholat adalah tiang atau pokok ibadah (Ummul Ibaadaat). Ia menjadi tangga naik (Mi’rooj) bagi orang beriman dan sarana bermunjat kepada Tuhan semesta alam. Ada banyak rahasia (Asroor) yang menjadikan sholat menempati posisi penting dalam agama. Di antaranya ialah dalam sholat ada perasaan merendahkan diri (Tawadhu’) yang tergambar dalam ruku’ dan sujud. Sholat menjadi bentuk khidmah seorang hamba kepada Alloh Maha Raja. Sementara berkhidmah kepada raja tidak selayaknya dengan malas dan perasaan mengentengkan, tetapi dengan sungguh – sungguh, semangat tinggi dan perasaan rendah diri (Tadzallul). Berangkat dari sini kemudian seorang Said bin Musayyib senantiasa melakukan sholat. Bila malam menjelang, Beliau berkata kepada diri sendiri, “Bangkitlah untuk berkhidmah kepada Tuhanmu. Wahai tempat segala kebaikan, kamu hendak melupakanNya di siang hari dan tidur di malam hari? Demi Alloh aku tak akan membiarkanmu berlaku seperti unta” selanjutnya Said melakukan sholat semalam suntuk hingga pada pagi hari kedua telapak kakinya kelihatan membengkak. Disebutkan bahwa selama limapuluh tahun Beliau melakukan sholat subuh dengan wudhu sholat Isya’.
Keluh Kesah Bagian Dari Makarnya Syetan
January 17, 2012
Sabda Rasulullah shollallahu alaihi Wasallam
لاَ يَتَمَنَّيَنَّ اَحَدُكُمْ اْلمَوْتَ لِضُرٍّ نَزَلَ بِهِ فَاِنْ كَانَ لاَ بُدَّ مُتَمَنِّيًا فَلْيَقُلْ اَللَّهُمَّ اَحْيِنِي مَاكَانَتِ اْلحَيَاةُ خَيْرًا لِي وَتَوَفَّنِي اِذَا كَانَتِ اْلوَفَاةُ خَيْرًالِى.
Janganlah seseorang diantara kamu mengharap-harapkan mati disebabkan penderitaan menimpanya. Jika dia harus mengharapkannya, maka hendaklah dia berdoa: “ Ya Allah, hidupkanlah aku selama kehidupan baik bagiku dan matikanlah aku jika kematian itu baik bagiku.
Tahrij Hadist
Hadist diatas diriwayatkan oleh Imam At Turmudzi II : 223. dari sahabat Ali bin Hujrin dari Ismail bin Ibrahim dari Abdul Aziz bin Suhaibin dari Anas bin Malik. Hadist diatas juga diriwayatkan dalam kitab shohih Bukhori dan Shohih Imam Muslim.
Makna Hadist
Hadist ini sebagai dalil yang menunjukkan larangan mengharapkan kematian disebabkan bala bencana atau ujian dari Allah. Kesusahan dunia ataupun penderitaan hidup, baik takut kepada musuh, sakit yang tak kunjung sembuh dan lain sebagainya, tidak boleh disesali dengan rasa cemas dan mengeluh (berkeluh kesah). Karena hal ini mengandung indikasi tidak adanya keridhaan dan kesabaran atau kerelaan menerima cobaan. (Subulus salam, 2:185).
Balas Dendam
January 5, 2012
Rehat Sejenak bersama Suroboyoan
Wonokairun mlaku mlaku nang TP ijenan katene mejeng, dandane mbois gak gelem kalah ambek ABG. Pas katene mulih dhadhak dirampok nang parkiran. Kuabeh amblas, bronpit disikat, dompet amblas, klambi diplorot kari kampesan thok. Wonokairun ngguondhok pol, toleh-toleh mbrebes mili nang tengah embong. Wonokairun nyobak nyegat taksi, ambek njelasno lek mari dirampok. Wonokairun janji mbayar taksine nang omah. Tibake supir taksine iku gak percoyo, sombong poll, gak gelem nolong blas malah ngilokno.
Masihkah Jahiliyah?
January 4, 2012
Catatan Awal Tahun
Sayidina Ali Karramallohu Wajha-hu berpendapat, “Annaasu hamaj” (manusia itu liar). Dipandang dari pendapat menantu Rosululloh ini kiranya tak berlebihan bila manusia disebut tak berbeda jauh dengan binatang. Manusia dan binatang sama-sama liar, tak beraturan, buas, dan ganas. Binatang itu tak akan membedakan makanan halal atau haram yang ditelannya. Binatang juga tidak memandang perilakunya sah secara hukum atau batil. Binatang pun tampak tidak mengindahkan nilai-nilai adab kesopanan.
Maka, atas keliarannya ini manusia dituntut untuk mewujudkan berdirinya suatu institusi yang berperan mengarahkannya, membimbingnya, membinanya, dan mempersatukannya. Bersamaan dengan itu manusia pun menegakkan peraturan atau hukum yang menjamin kebaikannya yang dipatuhi dan ditaati. Institusi yang harus ada itu dalam sejarah Islam dikenal dengan Daulah Islamiyah atau Khilafah Islamiyah (pemerintahan Islam) sementara peraturan atau hukumnya ialah pera-turan atau perundang-undangan Islam.