<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Bacalah... &#187; Al Islam</title>
	<atom:link href="http://warungbaca.wordpress.com/category/al-islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://warungbaca.wordpress.com</link>
	<description>Membaca, membaca dan membaca.</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Nov 2009 01:23:03 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='warungbaca.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/28650af9e7bc6ac7279a43e36a9985c4?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Bacalah... &#187; Al Islam</title>
		<link>http://warungbaca.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Jangan Coba Langkahi Kodrat</title>
		<link>http://warungbaca.wordpress.com/2009/11/30/jangan-coba-langkahi-kodrat/</link>
		<comments>http://warungbaca.wordpress.com/2009/11/30/jangan-coba-langkahi-kodrat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 01:23:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warungbaca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al Islam]]></category>
		<category><![CDATA[kodrat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warungbaca.wordpress.com/?p=457</guid>
		<description><![CDATA[“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” QS. Al-An’am: 116
Begitu perlu dan pentingnya manusia merambah jalan hidup di atas jalur yang didesain oleh Alloh. Karena Dia sebagai arsitek tunggal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&blog=2924979&post=457&subd=warungbaca&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).”</em> <strong>QS. Al-An’am: 116</strong></p>
<p>Begitu perlu dan pentingnya manusia merambah jalan hidup di atas jalur yang didesain oleh Alloh. Karena Dia sebagai arsitek tunggal alam semesta pasti tahu benar bagaimana seharusnya setiap komponen alam meniti fungsi dan keberadaannya. Agak tak jauh berbeda dengan seperangkat alat komputer. Yang memberikan aturan cara kerja dan penggunaannya adalah desainernya sendiri.</p>
<p>Manusia terlalu mulia bila dibandingkan dengan komputer. Seorang pakar berpendapat, kepala manusia adalah peralatan tercanggih di antara komputer yang canggih. Sehingga untuk membuat komputer secanggih kepala manusia itu, diperlukan perangkat sebesar bola bumi? Itu sama dengan sebuah ketidakmungkinan.</p>
<p>Sungguh luar biasa? Tentunya sesuatu yang luar biasa harus ditangani oleh Yang Maha Luar Biasa, yaitu Alloh, Pencipta alam semesta. Sudah pasti bahwa bagaimana manusia hidup dan berkehidupan tidak mungkin hanya diatasi oleh sesuatu yang biasa-biasa saja yaitu manusia. Yang ahli di bidang kemanusiaan dan pemanusiaan hanya Alloh sendiri tanpa sekutu saingan.</p>
<p>Oleh sebab itu manusia sepantasnya mengakui kelemahannya dengan jujur. Semestinyalah manusia tidak mudah menyerahkan tata hidupnya kepada kebanyakan manusia. Karena kebanyakan dari mereka hanyalah mengikuti  nafsu dan prasangka belaka. Mereka bukan ahlinya. Jika masalah penting berupa tata hidup diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggu saja detik-detik kehancurannya. Demikian kata Nabi Muhammad <em>shollallahu ‘alaihi wasallam</em>.</p>
<p>Contoh konkritnya adalah ajaran Marxisme. Berpuluh tahun paham tersebut ditimang-timang oleh pendukungnya, sebagai alternative kapitalisme. Ternyata toh saat ini sudah tidak didengar lagi dengungnya, tumbang berantakan. Ajaran itu ternyata tidak lebih baik dengan pendahulunya.</p>
<p>Namun bukan berarti ajaran kapitalisme, yang masih bisa eksis hingga kini itu baik, apalagi benar. Kedua-duanya sama-sama batil. Tunggulah barang sebentar. Kapitalisme akan segera menyusul ke liang kubur. Persoalannya hanyalah waktu saja. Kenapa begitu? Sebab ajaran kapitalisme tidak menjanjikan kebahagiaan dan kedamaian. Yang bisa dilakukan hanyalah menjanjikan  kesenangan dan hal itu terbukti. Faktor inilah yang membuatnya lebih unggul dari komunisme yang hanya membuahkan kesengsaraan.</p>
<p>Di saat-saat kritis seperti ini dan di saat manusia kebingungan mencari pegangan hidup yang membahagiakan, maka kita tentu tidak ragu menyodorkan Al-Islam sebagai nominator. Hanya yang menjadi kendala adalah bagaimana mempromosikan Al-Islam di tengah khalayak dunia. Bagaimanapun Islam perlu pendukung yang benar-benar menyakininya sebagai jalan kehidupan yang baik dan benar. Pendukung itulah yang dicari dan dihimpun serta dirakit Rasulullah selama masa dakwahnya. Dan hasilnya, Islam berkibar memancarkan damai kebahagiaan ke segala arah.</p>
<p>Tentu saja hal itu tidak datang dengan sendirinya. Perlu keseriusan jihad, kerja nyata tak kenal menyerah. Di sinilah lagi-lagi terasa perlunya mengkaji ulang dan napak tilas perjalanan Rasulullah. Yang jelas dan tak diragukan lagi bahwa Rasulullah ber-Islam berpedoman Al-Qur’an dengan metode sistematika wahyu.</p>
<p>Bagaimanapun setiap muslim tentu bercita-cita mengibarkan Islam di bumi Alloh ini. Mengibarkan Islam berarti mengibarkan kebahagiaan. Dan memang ini yang sedang ditunggu oleh segenap manusia. Islam datang untuk menghadirkan kebahagiaan. Bagi saja, bagi seluruh umat manusia.</p>
<p>Mungkin ada yang bertanya, apakah kebahagiaan baru terwujud setelah Islam nyata-nyata berkibar? Apakah itu bukan berarti penundaan kebahagiaan hingga waktu yang tentu kapan?</p>
<p>Sebenarnya kebahagiaan yang dijanjikan oleh Alloh sudah mulai dirasakan sejak seorang menyatakan ber-Islam dalam arti pasrah diatur menurut dan kehendak Alloh. Sekalipun belum mampu melaksanakan secara menyeluruh karena situasi dan kondisi, namun upayanya sekuat tenaga untuk menerapkan Islam dalam kehidupan sehari-hari telah memberikan nilai tersendiri.</p>
<p>Ibarat benih, Islam memerlukan lading subur agar sempurna. Jika ladang subur belum ada, maka benih tetap kita tabur. Apapun hasilnya, itulah kebahagiaan yang kita petik. Sementara itu usaha menata petak lahan subur senantiasa kita lakukan tanpa henti dan tak mengenal lelah. Insya Allah di situ masih menetes kebahagiaan dambaan manusia, dari pada kita tabur benih ajaran nafsu rakitan manusia.</p>
<p>Di antara caranya adalah memperbanyak istighfar atas khilaf baik yang sengaja ataupun tidak, dalam mengemban perjuangan <em>li I’la kalimatillah</em>. Entah itu kekuranghatiaan, kekurangseriusan, kelalaian, kebodohan dan seterusnya. Dengan itu, mudah-mudahan kita tetap bisa menjaga agar Alloh tersenyum pada kita. Senyum Alloh berarti kebahagiaan bagi yang disenyumi. Senyum Alloh menimbulkan getaran bahagia ke segala penjuru jiwa. Cemberut Alloh akan mengakibatkan keresahan dan kegersangan jiwa.</p>
<p>Senyum dan cemberut hanyalah lambang. Senyum Alloh berarti ridha dan cemberut-Nya adalah <em>ghadhab</em>. Istighfar merupakan jalan pintas menuju ridha dan ampunan-Nya. Cara yang cukup cepat agar Alloh sudi dekat setelah kita jauhi dengan dosa-dosa adalah taubat. Salah satu unsurnya dengan memperbanyak istighfar. Betapa bahagianya bila kita bisa menjaga kestabilan hubungan dengan-Nya. Jika Dia selalu tersenyum, jiwa kita pun akan senyum bahagia. Sementara Al-Islam belum berkibar, jiwa kita sudah mengibar bahagia sekalipun sekelumit.[]</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/warungbaca.wordpress.com/457/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/warungbaca.wordpress.com/457/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/warungbaca.wordpress.com/457/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/warungbaca.wordpress.com/457/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/warungbaca.wordpress.com/457/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/warungbaca.wordpress.com/457/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/warungbaca.wordpress.com/457/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/warungbaca.wordpress.com/457/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/warungbaca.wordpress.com/457/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/warungbaca.wordpress.com/457/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&blog=2924979&post=457&subd=warungbaca&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warungbaca.wordpress.com/2009/11/30/jangan-coba-langkahi-kodrat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2e29bd9c4230c4876b996a195958bdf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Faim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bau Surga</title>
		<link>http://warungbaca.wordpress.com/2009/11/22/bau-surga/</link>
		<comments>http://warungbaca.wordpress.com/2009/11/22/bau-surga/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 01:23:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warungbaca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Bau Surga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warungbaca.wordpress.com/?p=452</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sebuah hadits riwayat Abu Dawud Nabu bersabda bahwa Beliau menyebutkan bahwa bau surga itu bisa di cium dengan jarak perjalanan 40 tahun.
Tentu saja perjalanan 40 tahun ini ukuran pada masa itu (Masa Nabi) dimana perjalanan masih menggunakan unta maupun kuda. Dulu Nabi pernah melakukan haji dengan menempuh jarak Makkah ke Madianah dalam waktu 10 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&blog=2924979&post=452&subd=warungbaca&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dalam sebuah hadits riwayat Abu Dawud Nabu bersabda bahwa Beliau menyebutkan bahwa bau surga itu bisa di cium dengan jarak perjalanan 40 tahun.</p>
<p>Tentu saja perjalanan 40 tahun ini ukuran pada masa itu (Masa Nabi) dimana perjalanan masih menggunakan unta maupun kuda. Dulu Nabi pernah melakukan haji dengan menempuh jarak Makkah ke Madianah dalam waktu 10 hari sedangkan jarak Makkah ke Madinah 450 km. Berarti dalam satu hari beliau menempuh jarak 45 km.<br />
1 Hari = 45 km.<br />
1 Tahun = 360 hari.</p>
<p>360 hari x 40 tahun = 14.400 hari.<br />
14.400 hari x 45 km = 648.000 km.</p>
<p>Jadi gambaran bau surga itu bisa di cium dengan jarak 648.000 km <em>Subhanalloh</em>. Sedangkan dalamnya neraka itu diibaratkan apabila kita menjatuhkan suatu barang maka barang itu akan sampai ke dasar neraka dengan menempuh jarak 70 tahun. <em>Masya Alloh</em>. Semoga hati kita selalu dan selalu terbuka untuk medapatkan hidayah dan petunjuk sehingga kita bisa di mudahkan oleh Alloh untuk melakukan suatu kebaikan Amin.[]</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/warungbaca.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/warungbaca.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/warungbaca.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/warungbaca.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/warungbaca.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/warungbaca.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/warungbaca.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/warungbaca.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/warungbaca.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/warungbaca.wordpress.com/452/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&blog=2924979&post=452&subd=warungbaca&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warungbaca.wordpress.com/2009/11/22/bau-surga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2e29bd9c4230c4876b996a195958bdf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Faim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Amalan di Bulan Syawal</title>
		<link>http://warungbaca.wordpress.com/2009/09/28/amalan-di-bulan-syawal/</link>
		<comments>http://warungbaca.wordpress.com/2009/09/28/amalan-di-bulan-syawal/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 06:43:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warungbaca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al Islam]]></category>
		<category><![CDATA[syawal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warungbaca.wordpress.com/?p=441</guid>
		<description><![CDATA[
Tatkala takbir bergema di malam hari raya, maka selesailah sudah sebulan berpuasa. Datangnya Syawal membawa kemenangan bagi mereka yang berhasil menunaikan ibadah puasa sepanjang Ramadan. Ia merupakan lambang kemenangan umat Islam, hasil dari “peperangan” melawan musuh dalam jiwa yang terbesar yaitu hawa nafsu.
Inilah dia hari bagi umat Islam melaksanakan konsep idul fitri yang dimaksudkan kembali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&blog=2924979&post=441&subd=warungbaca&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span id="more-441"></span></p>
<p>Tatkala takbir bergema di malam hari raya, maka selesailah sudah sebulan berpuasa. Datangnya Syawal membawa kemenangan bagi mereka yang berhasil menunaikan ibadah puasa sepanjang Ramadan. Ia merupakan lambang kemenangan umat Islam, hasil dari “peperangan” melawan musuh dalam jiwa yang terbesar yaitu hawa nafsu.</p>
<p>Inilah dia hari bagi umat Islam melaksanakan konsep idul fitri yang dimaksudkan kembali kepada fitrah. Dengan tibanya idul fitri, umat Islam seolah-olah baru kembali dengan hati dan jiwa yang bersih. Bayangkanlah keadaan umat Islam ketika itu: keadaan baru kembali seperti sehelai kain putih, bersih dan suci dari segala kotoran. Inilah keberhasilan dan kegembiraan bagi mereka yang berjuang mendapatkan keridaan Allah. Fitrah tersebut haruslah dipelihara. Kesuciannya tidak harus dicemari, harus dijadikan dorongan untuk meneruskan perjuangan dalam melaksanakan ibadah dan meraih ganjaran pahala lebih besar pada bulan-bulan seterusnya.</p>
<p>Datangnya Syawal menandakan tibanya satu lagi peluang besar bagi umat Islam untuk melipat gandakan pahala yang diraih sebelumnya. Di antara amalan-amalan yang dapat dilaksanakan adalah seperti:</p>
<p><strong>Bertakbir Mengagungkan Kebesaran Allah </strong></p>
<p>Jika dalam bulan Ramadan umat Islam diperintahkan berpuasa dan dijanjikan pengampunan dan pembebasan dari siksaan api neraka, maka apabila tiba Hari Raya, Allah memerintahkan hamba-Nya agar bertakbir mengagungkan kebesaranNya, serta bersyukur atas segala nikmat yang telah dianugerahkan.</p>
<p>Kemenangan yang diraih itu tidak akan tercapai kecuali dengan pertolongan Allah. Maka sudah sewajarnya hambaNya memperbanyakkan zikir, takbir, tahmid dan tasbih kepada Tuhannya serta bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa.</p>
<p>Allah berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 185 yang artinya : “Dan agar kamu membesarkan Allah atas apa-apa yang telah Dia beri petunjuk kepadamu, dan agar kamu bersyukur atas nikmat-nikmat yang telah diberikan.”</p>
<p><strong>Puasa Enam Hari di Bulan Syawal </strong></p>
<p>Selain dari bertakbir, bertahmid dan bertasbih umat Islam dianjurkan agar berpuasa enam hari di bulan Sayawal. Rasulullah s.a.w. bersabda yang artinya: <em>“Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadan kemudian ia berpuasa pula enam hari pada bulan Syawal adalah seperti berpuasa sepanjang masa.”</em> <strong>(HR. Muslim)</strong><br />
Hadis tersebut menjelaskan bahawa salah satu keistimewaan di bulan Syawal ialah peluang berharga untuk orang-orang yang mengejar nikmat dan kemurahan Allah sepanjang hidup yaitu puasa enam hari.</p>
<p>Ganjaran pahala diberikan oleh Allah kepada mereka yang berpuasa enam di bulan ini seperti ganjaran pahala kepada yang berpuasa sepanjang masa. Ganjaran yang begitu tinggi nilainya diberikan oleh Allah untuk hambaNya. Ini adalah setimpal dengan keikhlasan umat Islam dalam melaksanakannya, dengan memperhatikan dimana kebanyakan manusia tidak dapat melakukannya disebabkan keadaan sekeliling mereka lebih menguji keimanan seseorang yang menunaikan puasa di waktu kemeriahan Hari Raya.[]</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/warungbaca.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/warungbaca.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/warungbaca.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/warungbaca.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/warungbaca.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/warungbaca.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/warungbaca.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/warungbaca.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/warungbaca.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/warungbaca.wordpress.com/441/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&blog=2924979&post=441&subd=warungbaca&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warungbaca.wordpress.com/2009/09/28/amalan-di-bulan-syawal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2e29bd9c4230c4876b996a195958bdf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Faim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konspirasi Syetan dan Nafsu</title>
		<link>http://warungbaca.wordpress.com/2009/09/24/konspirasi-syetan-dan-nafsu/</link>
		<comments>http://warungbaca.wordpress.com/2009/09/24/konspirasi-syetan-dan-nafsu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 02:56:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warungbaca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al Islam]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[syetan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warungbaca.wordpress.com/?p=437</guid>
		<description><![CDATA[Ada suasana yang hilang setelah Ramadhan berlalu. Ibadah yang dilaksanakan di bulan suci itu terasa mudah dan mengasyikkan tiba-tiba terasa berat untuk ditunaikan. Sebaliknya, untuk melakukan perbuatan dosa dan maksiat kok justru terasa ringan, bahkan menyenangkan? Ada apa gerangan?
Setidak-tidaknya ada dua hal penyebabnya. Pertama, pasca Ramadhan belenggu syetan telah dilepas oleh Alloh. Selama Ramadhan syetan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&blog=2924979&post=437&subd=warungbaca&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ada suasana yang hilang setelah Ramadhan berlalu. Ibadah yang dilaksanakan di bulan suci itu terasa mudah dan mengasyikkan tiba-tiba terasa berat untuk ditunaikan. Sebaliknya, untuk melakukan perbuatan dosa dan maksiat kok justru terasa ringan, bahkan menyenangkan? Ada apa gerangan?</p>
<p>Setidak-tidaknya ada dua hal penyebabnya. Pertama, pasca Ramadhan belenggu syetan telah dilepas oleh Alloh. Selama Ramadhan syetan memang dibelenggu hingga ruang geraknya sangat terbatas atau malah tidak bisa bergerak sama sekali. Syetan yang kegiatan utamanya menggoda dan membujuk manusia, saat itu berdiam diri. Manusia berkesempatan untuk berlaku baik seperti pengendara yang sedang menjalankan mobilnya di jalan yang mulus. Mudah dan menyenangkan. Perjalanannya tidak diwarnai tanjakan-tanjakan yang berarti. Jebakan-jebakan maut juga jarang dijumpai. Itulah gambaran orang yang melakukan kebaikan di bulan Ramadhan. Kini hambatan-hambatan itu telah dipasang kembali.</p>
<p><span id="more-437"></span></p>
<p>Yang kedua, pada waktu yang bersamaan kendali nafsu mulai kita kendorkan, bahkan ada yang dilepas sama sekali. Akibatnya sudah dapat diduga, kemaksiatan kembali merajalela.</p>
<p>Dasar memang nafsu. Sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Dzat Yang Menciptakannya, nafsu itu selalu cenderung pada kerusakan dan kerendahan.</p>
<p><em>“…Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku…” </em><strong>QS. Yusuf: 53.</strong><em></em></p>
<p>Apalagi sifatnya nafsu itu seperti anak kecil, sekali dituruti akan minta kedua, ketiga, dan seterusnya. Ketagihan atau mabuk kepayang. Sekali disusui, maunya tak lepas-lepas. Sekali diajak main, mintanya main terus-terusan. Sekali jajan, jadinya keterusan. Sebuah pepatah Arab mengatakan, “Sesungguhnya nafsu itu seperti anak kecil. Kalau dibiarkan, akan tetap menyusu selama-lamanya.”</p>
<p>Masih ditunjang lagi dengan sifatnya yang tak pernah puas dan tak pernah kenyang. Menuruti kemauannya bukan berarti menghentikan permintaannya, justru sebaliknya. Sekali diberi hati dia akan merogoh rempolo. Ibarat orang minum air garam, semakin diminum semakin membuat kehausan.</p>
<p>Barangkali pembaca pernah atau sampai sekarang masih termasuk penghisap rokok. Apa yang kita rasakan pada saat pertama kali melakukannya? Kita akan bersepekat untuk menjawab, mual-mual dan membuat kepala pusing. Ketika itu kita memang hanya coba-coba, &#8216;Sesekali tidak mengapa, barangkali begitu pikiran kita. Tapi setelah dicoba dan hasilnya juga sangat negatif apakah kemudian berhenti dan tidak ingin mengulanginya? Tidak, buktinya sampai sekarang kita masih merokok. Jutaan bungkus rokok habis kita hisab setiap bulan.</p>
<p>Lebih parah lagi, bila nafsu sudah menguasai diri kita, perhitungan lain tidak digunakan, kecuali kepuasan nafsu saja. Otak yang sehat tiba-tiba harus tunduk pada kemauan.</p>
<p>Tengok tingkah laku seorang ayah yang mana mungkin ini terjadi pada diri kita. Seorang ayah menyuruh anaknya beli rokok, sementara dia tahu bahwa anaknya baru saja menangis minta dibelikan makanan. Tindakannya memancing amarah dan dendam anaknya. Ada yang malah berprinsip lebih baik tidak makan daripada tidak merokok. Urusan keluarga nomor dua,  yang pertama adalah rokok.</p>
<p>Sebenarnya Ramadhan yang lalu bisa dijadikan sebagai latihan untuk tidak merokok. Siang hari yang biasanya berbatang-batang rokok habis terhisab, saat itu ditinggalkan. Kenyataan juga membuktikan bahwa saat itu kita tetap juga sehat, tidak pusing-pusing, dan tetap bisa berpikir waras.</p>
<p>Ramadhan telah mematahkan argumentasi para pecandu rokok yang berpikiran bahwa tanpa rokok hidup menjadi sepi dan sepoh. Seorang seniman terkadang merasa tanpa rokok inspirasinya tak bakal muncul, pikirannya tiba-tiba mandek. Yang penulis juga begitu. Betulkah? Ramadhan kemarin sudah kita jalani. Hasilnya sudah juga kita rasakan. Yang jelas argumentasi itu terlalu dibuat-buat sebagai hasil rekayasa nafsu.</p>
<p>Nafsu adalah musuh kita dari dalam, sementara syetan dari luar. Syetan akan masuk ke dalam diri kita manakala nafsu telah membuka jalannya. Bila syetan telah masuk ke dalam diri kita, maka penyebarannya bagai darah yang mengalir ke seluruh tubuh. Virus ini lebih gawat dari HIV yang menyerang para penderita AIDS.</p>
<p>Apalagi syetan berkekuatan penuh, dengan dukungan bala tentara yang patuh dan disiplin. Jumlahnya pun tak tanggung-tanggung. Ada yang berbentuk jin, ada pula yang berjasad manusia.</p>
<p>Bila syetan sudah masuk ke dalam diri manusia, kemudian merayap ke mata, maka dibuat indah seluruh pandangan maksiat. Ada wanita lewat di depannya, birahi tergerak. Mata melotot atau malah berkedip-kedip memberi isyarat. Mulut pun ikut memberi andil, menyapa atau sekedar iseng ngomong apa saja. Kakinya disuruh mendekatkan anggota tubuh lainnya. Bahkan tangannya juga mulai beraktivitas. Bila demikian sempurnalah tugas syetan.</p>
<p>Siapakah wanita tadi? Jika dia memang sengaja tampil dengan pakaian yang aduhai, jalan dengan lenggak-lenggok penuh sexy, parfum dan make-upnya dipasang aksi, maka tak diragukan lagi bahwa dia adalah tentara syetan. Dialah sukarelawan syetan.</p>
<p>Antara  dia dan syetan yang asli tidak ada bedanya, sama-sama menggoda iman manusia. Dalam bahasa Al-Qur&#8217;an disebut <em>yuwaswisu fii shuduurin-naas.</em></p>
<p>Inilah media yang paling ampuh, sejak dulu hingga kini. Syetan akan berusaha semaksimal mungkin memanfaatkan atau lebih tepatnya mengeksploitir wanita, sementara nafsu mereka terus dibuat haus dan bertambah haus. Targetnya jelas, kalau tidak jadi syetan, ya jadi sukarelawannya. Kalau itu juga belum berhasil, ya asal mengiyakan saja.</p>
<p>Kalau benteng pertahanan iman yang dimiliki seseorang tidak kuat, pasti jebol. Kalau Alloh tidak secara intensif terlibat dalam membendung serangan syetan dan bala tentaranya, dapat dipastikan ambruk, rata dengan tanah. Mati atau jadi tawanan syetan adalah alternatifnya.</p>
<p>Siapa yang berani berkata dirinya bebas dari syetan? Umar bin Khatthab yang bergelar al-Faruq pun belum terbebas dari gangguannya. Memang banyak yang menyebut bahwa syetan sangat takut dekat dengannya, tapi apakah demikian juga bala tentara dan sukarelawannya? Buktinya, Umar tak lepas dari berbuat khilaf dan dosa.</p>
<p>Jangankan Umar, Nabi Yusuf as. yang nyata-nyata nabi hampir saja terjebak perangkap syetan. Kalau bukan pertolongan Alloh, tentu saja tawaran Zulaikha, wanita cantik jelita itu diterimanya. Tapi dasar masih ada iman, sehingga Nabi Yusuf as. mampu berkata, &#8220;Saya takut Alloh.&#8221;</p>
<p>Apalagi kita yang bukan apa-apa. Tetapi jangan putus asa. Yang penting kita sadari dan waspadai kehebatan serangan syetan sembari kita memohon perlindungan Alloh swt. []</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/warungbaca.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/warungbaca.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/warungbaca.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/warungbaca.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/warungbaca.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/warungbaca.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/warungbaca.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/warungbaca.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/warungbaca.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/warungbaca.wordpress.com/437/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&blog=2924979&post=437&subd=warungbaca&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warungbaca.wordpress.com/2009/09/24/konspirasi-syetan-dan-nafsu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2e29bd9c4230c4876b996a195958bdf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Faim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pompeii, Kisah Nabi Luth Jilid 2</title>
		<link>http://warungbaca.wordpress.com/2009/08/16/pompeii-kisah-nabi-luth-jilid-2/</link>
		<comments>http://warungbaca.wordpress.com/2009/08/16/pompeii-kisah-nabi-luth-jilid-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Aug 2009 16:07:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warungbaca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Luth]]></category>
		<category><![CDATA[Pompeii]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warungbaca.wordpress.com/?p=383</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin secara iseng saya mencoba memasukkan keyword “jasad utuh” digoogle dan hasilnya saya menemukan artikel mirip dengan kisah kaum Nabi Luth as. Pompeii. Ya Pompeii nama sebuah kota di Italia yang mengalami kehancurang seperti kaum nabi Luth as. Berikut tulisannya yang saya ambil dari harunyahya.com setelah memasukkan keyword Pompeii digoogle untuk pencarian lebih lanjut. Pencarian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&blog=2924979&post=383&subd=warungbaca&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kemarin secara iseng saya mencoba memasukkan keyword “jasad utuh” digoogle dan hasilnya saya menemukan artikel mirip dengan kisah kaum Nabi Luth as. Pompeii. Ya Pompeii nama sebuah kota di Italia yang mengalami kehancurang seperti kaum nabi Luth as. Berikut tulisannya yang saya ambil dari harunyahya.com setelah memasukkan keyword Pompeii digoogle untuk pencarian lebih lanjut. Pencarian tidak hanya web tetapi images untuk mengetahui gambar-gambar tentang Pompeii. Hasilnya? Cobalah nanti anda akan tahu sendiri.</p>
<p>Pompeii, Kisah Nabi Luth as. Jilid 2</p>
<p>Alqur&#8217;an mengisahkan kepada kita bahwa tidak ada perubahan dalam hukum Allah (sunnatullah):</p>
<p>“Dan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sekuat-kuat sumpah; sesungguhnya jika datang kepada mereka seorang pemberi peringatan, niscaya mereka akan lebih mendapat petunjuk dari salah satu umat-umat (yang lain). Tatkala datang kepada mereka pemberi peringatan, maka kedatangannya itu tidak menambah mereka kecuali jauhnya mereka dari (kebenaran), karena kesombongan (mereka) di muka bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat. Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri. Tiadalah yang mereka nanti-nantikan melainkan (berlakunya) sunnah (Allah yang telah berlaku) kepada orang-orang yang terdahulu. Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah itu” (QS. Al-Faathir, 35:42-43).</p>
<p>Begitulah, “…sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah…”. Siapapun yang menentang hukum Allah dan berusaha melawan-Nya akan terkena sunatullah yang sama. Pompeii, yang merupakan simbol dari degradasi akhlaq yang dialami kekaisaran Romawi, adalah pusat perzinaan dan homoseks. Nasib Pompeii mirip dengan kaum Nabi Luth. Kehancuran Pompeii terjadi melalui letusan gunung berapi Vesuvius.</p>
<p>Gunung Vesuvius adalah simbol negara Italia, khususnya kota Naples. Gunung yang telah membisu sejak dua ribu tahun yang lalu itu juga dinamai “The Mountain of Warning” (Gunung Peringatan). Tentunya pemberian nama ini bukanlah tanpa sebab. Adzab yang menimpa penduduk Sodom dan Gommorah, yakni kaum Nabi Luth as, sangatlah mirip dengan bencana yang menghancurkan kota Pompeii.</p>
<p><span id="more-383"></span></p>
<p>Di sebelah kanan gunung Vesuvius terletak kota Naples, sedangkan kota Pompeii berada di sebelah timur gunung tersebut. Lava dan debu dari letusan maha dasyat gunung tersebut yang terjadi dua milenia yang lalu membumihanguskan penduduk kota. Malapetaka itu terjadi dalam waktu yang sangat mendadak sehingga menimpa segala sesuatu yang ada di kota termasuk segala aktifitas sehari-hari yang tengah berlangsung. Aktifitas yang dilakukan penduduk dan segala peninggalan yang ada ketika bencana terjadi kini masih tertinggal persis sama seperti ketika bencana tersebut terjadi dua ribu tahun yang lalu, seolah-olah waktu tidak bergeser dari tempatnya.</p>
<p>Pemusnahan Pompeii dari muka bumi oleh bencana yang demikian dasyat ini tentunya bukan tanpa maksud. Catatan sejarah menunjukkan bahwa kota tersebut ternyata merupakan pusat kemaksiatan dan kemungkaran. Kota tersebut dipenuhi oleh meningkatnya jumlah lokasi perzinahan atau prostitusi. Saking banyaknya hingga jumlah rumah-rumah pelacuran tidak diketahui. Organ-organ kemaluan pria dengan ukurannya yang asli digantung di pintu tempat-tempat pelacuran tersebut. Menurut tradisi ini, yang berakar pada kepercayaan Mithraic, organ-organ seksual dan hubungan seksual sepatutnya tidaklah tabu dan dilakukan di tempat tersembunyi; akan tetapi hendaknya dipertontonkan secara terbuka. (http://www.harunyahya.com/indo/artikel/056.htm)</p>
<p>Lava gunung Vesuvius menghapuskan keseluruhan kota tersebut dari peta bumi dalam waktu sekejap. Yang paling menarik dari peristiwa ini adalah tak seorang pun mampu meloloskan diri dari keganasan letusan Vesuvius. Hampir bisa dipastikan bahwa para penduduk yang ada di kota tersebut tidak mengetahui terjadinya bencana yang sangat sekejap tersebut, wajah mereka terlihat berseri-seri. Jasad dari satu keluarga yang sedang asyik menyantap makanan terawetkan pada detik tersebut. Banyak sekali pasangan-pasangan yang tubuhnya terawetkan berada pada posisi sedang melakukan persetubuhan. Yang paling mengagetkan adalah terdapat sejumlah pasangan yang berkelamin sama, dengan kata lain mereka melakukan hubungan seks sesama jenis (homoseks). Ada pula pasangan-pasangan pria dan wanita yang masih ABG. Hasil penggalian fosil juga menemukan sejumlah mayat yang terawetkan dengan raut muka yang masih utuh. Secara umum, raut-raut muka mereka menunjukkan ekspresi keterkejutan, seolah bencana yang terjadi datang secara tiba-tiba dalam sekejab.</p>
<p>Dalam konteks ini, terdapat aspek dari bencana tersebut yang sangat sulit untuk dimengerti. Bagaimana bisa terjadi ribuan manusia tertimpa maut tanpa melihat dan mendengar sesuatu apapun?</p>
<p>Aspek ini menunjukkan bahwa penghancuran Pompeii mirip dengan peristiwa-peristiwa adzab yang dikisahkan dalam Alqur&#8217;an, sebab Alqur&#8217;an secara khusus mengisyaratkan “pemusnahan secara tiba-tiba” ketika mengisahkan peristiwa yang demikian ini. Misalnya, “penduduk suatu negeri” sebagaimana disebut dalam surat Yaasiin ayat 13 musnah bersama-sama secara keseluruhan dalam waktu sekejap. Keadaan ini diceritakan sebagaimana berikut:<br />
“Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati.” (QS. Yaasiin, 36:29)<br />
Di surat Al-Qamar ayat 31, pemusnahan dalam waktu yang singkat kembali disebut ketika kehancuran kaum Tsamud dikisahkan:</p>
<p>“Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka satu suara yang keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti rumput-rumput kering (yang dikumpulkan oleh) yang punya kandang binatang.”</p>
<p>Kematian masal penduduk kota Pompeii terjadi dalam waktu yang sangat singkat persis sebagaimana adzab yang dikisahkan dalam kedua ayat di atas.</p>
<p>Kendatipun semua peringatan ini, tidak banyak yang berubah di wilayah di mana Pompeii dulunya pernah ada. Distrik-distrik Naples tempat segala kemaksiatan tersebar luas tidaklah jauh berbeda dengan distrik-distrik bejat di Pompeii. Pulau Capri adalah tempat di mana para kaum homoseksual dan nudis (orang-orang yang hidup telanjang tanpa busana) tinggal. Pulau Capri diiklankan sebagai “surga kaum homoseks” di industri wisata. Tidak hanya di pulau Capri dan di Italia, bahkan hampir di seantero dunia, kerusakan moral tengah terjadi dan sayangnya mereka tetap saja tidak mau mengambil pelajaran dari pengalaman pahit yang dialami kaum-kaum terdahulu.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/warungbaca.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/warungbaca.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/warungbaca.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/warungbaca.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/warungbaca.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/warungbaca.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/warungbaca.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/warungbaca.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/warungbaca.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/warungbaca.wordpress.com/383/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&blog=2924979&post=383&subd=warungbaca&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warungbaca.wordpress.com/2009/08/16/pompeii-kisah-nabi-luth-jilid-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2e29bd9c4230c4876b996a195958bdf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Faim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tingkatan Dunia</title>
		<link>http://warungbaca.wordpress.com/2009/06/04/tingkatan-dunia/</link>
		<comments>http://warungbaca.wordpress.com/2009/06/04/tingkatan-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2009 00:14:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warungbaca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warungbaca.wordpress.com/?p=367</guid>
		<description><![CDATA[Dunia itu memiliki 3 tingkatan; tingkatan pertama dunia yang mendatangkan pahala; tingkatan kedua, dunia yang menyebabkan hisab (perhitungan); tingkatan ketiga, dunia yang membaca azab (siksa).[]
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&blog=2924979&post=367&subd=warungbaca&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dunia itu memiliki 3 tingkatan; tingkatan pertama dunia yang mendatangkan pahala; tingkatan kedua, dunia yang menyebabkan hisab (perhitungan); tingkatan ketiga, dunia yang membaca azab (siksa).[]</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/warungbaca.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/warungbaca.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/warungbaca.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/warungbaca.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/warungbaca.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/warungbaca.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/warungbaca.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/warungbaca.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/warungbaca.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/warungbaca.wordpress.com/367/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&blog=2924979&post=367&subd=warungbaca&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warungbaca.wordpress.com/2009/06/04/tingkatan-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2e29bd9c4230c4876b996a195958bdf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Faim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Amal Shaleh</title>
		<link>http://warungbaca.wordpress.com/2009/05/16/amal-shaleh/</link>
		<comments>http://warungbaca.wordpress.com/2009/05/16/amal-shaleh/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 May 2009 13:45:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warungbaca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al Islam]]></category>
		<category><![CDATA[amal shaleh]]></category>
		<category><![CDATA[ikhlas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warungbaca.wordpress.com/?p=349</guid>
		<description><![CDATA[Kita sering mendengar kalimat amal shaleh dalam kehidupan sehari-hari. Amal shaleh, bagaimana sih sebenarnya. Apakah shalat bisa disebut amal shaleh? Puasa Ramadhan yang kita lakukan termasuk amal shaleh? Dan amal-amal ibadah kita yang lain juga amal shaleh? Apakah amal baik juga amal shaleh?
Kata shaleh menurut bahasa artinya lawan dari rusak yang berarti baik. Amal yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&blog=2924979&post=349&subd=warungbaca&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-medium wp-image-351" title="sujud-01" src="http://warungbaca.files.wordpress.com/2009/05/sujud-011.jpg?w=212&#038;h=142" alt="sujud-01" width="212" height="142" />Kita sering mendengar kalimat amal shaleh dalam kehidupan sehari-hari. Amal shaleh, bagaimana sih sebenarnya. Apakah shalat bisa disebut amal shaleh? Puasa Ramadhan yang kita lakukan termasuk amal shaleh? Dan amal-amal ibadah kita yang lain juga amal shaleh? Apakah amal baik juga amal shaleh?</p>
<p>Kata shaleh menurut bahasa artinya lawan dari rusak yang berarti baik. Amal yang baik dengan sendirinya masih belum menjamin bahwa amal tersebut akan diterima Allah <em>ta’ala</em> sebab ia bisa jadi rusak. Contoh haji, shalat, dan shadaqah adalah amal baik. Tetapi, amal-amal itu dan amal-amal baik yang lain pelaksanaannya masih dimungkinkan dibarengi riya’, <em>sum’ah</em>, ujub, dan takabbur. Inilah rahasianya mengapa Allah <em>ta’ala</em> berfirman:</p>
<p><em>“Orang-orang yang beriman dan beramal shaleh,”</em> dan bukannya berfirman: <em>“Orang-orang yang beriman dan beramal baik.”</em></p>
<p>Amal shaleh bukanlah sekedar amal baik melainkan dia juga amal yang layak diterima (<em>shâlihun lil qabûl</em>) dan amal yang bebas dari kerusakan (<em>khalisun min kulli fasâd</em>). Ketika suatu amal layak diterima dan bebas dari kerusakan maka amal itu mesti sudah memenuhi kriteria-kriteria diterima yang telah ditetapkan oleh Allah <em>ta’ala</em>. Dan, ketika Nabi Muhammad <em>sholallahu alaihi wassalam</em> menyatakan bahwa jangan sampai meremehkan amal kebagusan, sekalipun hanya berseri muka saat berjumpa teman atau membuang aral dari jalan. Berarti kelayakan diterimanya amal bukan berdasarkan pada besar dan kecilnya amal itu dan bukan pula pada sedikit dan banyaknya. Lalu?</p>
<p>Kriteria utama diterimanya amal adalah ikhlas. Kisah perempuan pelacur yang memberi minum anjing ternyata amal ikhlasnya itu yang diterima Allah <em>ta’ala</em>. Sahabat Bilal bin  Rabah, suara sandalnya didengar Nabi <em>sholallahu alaihi wassalam</em> di surga sementara ia masih hidup. Ternyata, hal itu dikarenakan keikhlasan amalnya berupa shalat dua rakaat setiap kali selesai berwudhu. Sahabat Muawiyah bin Muawiyah, amal yang diridloi Allah <em>ta’ala</em> berupa bacaan surat Al Ikhlasnya di setiap shalat fardu. Semua contoh  ini membuktikan bahwa ikhlas adalah kriteria pokok diterimanya amal.</p>
<p>Ikhlas menuntut suatu amal dilakukan: 1) <em>lillahi ta’ala</em> (untuk Allah <em>ta’ala</em> semata), 2) dengan cara <em>ittiba’</em> (mengikuti jalur <em>syara’</em>), dan 3) sebisanya dilakukan secara istiqomah. Insya Allah bila amal dilakukan lillahi ta’ala, secara istiqomah, dan dengan menyertakan <em>ittiba’</em> maka amal itu akan bisa dinyatakan sebagai amal shaleh.</p>
<p>Setiap muslim seharusnya mempunyai amal shaleh yang diandalkan bakal diterima Allah <em>ta’ala</em>. Selanjutnya, amal shaleh menurut <em>ittifaq</em> (ber<em>wasilah</em>) kepada Allah <em>ta’ala</em> seperti pernah dilakukan oleh tiga perantau dari bani Israil yang terjebak di dalam gua. Dengan bertawassul melalui amal-amal shalehnya, ketiga manusia muslim itu diberi Allah <em>ta’ala</em> jalan keluar dari gua yang tertutup itu.</p>
<p>Kebiasaan membaca Al Fatihah di setiap memulai acara dan sebagainya yang dilakukan oleh orang banyak itu tiada lain merupakan refleksi dari tawassul dengan amal shaleh. Bagaimana mungkin membaca <em>Ummul</em> Kitab itu bukan merupakan amal shaleh. Bukankah setiap hari seorang muslim beristiqomah membacanya minimal tujuh belas kali? Sekarang, tinggal apakah ia membacanya dengan ikhlas atau tidak.</p>
<p><em>Wallahu ‘alam.</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/warungbaca.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/warungbaca.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/warungbaca.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/warungbaca.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/warungbaca.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/warungbaca.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/warungbaca.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/warungbaca.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/warungbaca.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/warungbaca.wordpress.com/349/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&blog=2924979&post=349&subd=warungbaca&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warungbaca.wordpress.com/2009/05/16/amal-shaleh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2e29bd9c4230c4876b996a195958bdf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Faim</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://warungbaca.files.wordpress.com/2009/05/sujud-011.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sujud-01</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kelahiran Nabi Muhammad Saw.</title>
		<link>http://warungbaca.wordpress.com/2009/04/08/kelahiran-nabi-muhammad-saw/</link>
		<comments>http://warungbaca.wordpress.com/2009/04/08/kelahiran-nabi-muhammad-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2009 11:43:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warungbaca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al Islam]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[nabi saw]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warungbaca.wordpress.com/?p=313</guid>
		<description><![CDATA[Seri Siroh Nabawiyah: Sang Terpuji
Sekilas tentang Kehidupan Nabi Muhammad saw.
Nabi Muhammad Saw. lahir pada hari Senin di bulan Rabi al-Awwal tahun Gajah. Ada yang mengatakan pada tanggal dua, ada yang mengatakan pada tanggal tiga dan ada pula yang mengatakan tanggal dua belas. Pendapat yang terakhir adalah yang paling masyhur di kalangan ulama.
Hari Senin adalah hari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&blog=2924979&post=313&subd=warungbaca&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Seri Siroh Nabawiyah: Sang Terpuji<br />
Sekilas tentang Kehidupan Nabi Muhammad saw.</strong></p>
<p>Nabi Muhammad Saw. lahir pada hari Senin di bulan Rabi al-Awwal tahun Gajah. Ada yang mengatakan pada tanggal dua, ada yang mengatakan pada tanggal tiga dan ada pula yang mengatakan tanggal dua belas. Pendapat yang terakhir adalah yang paling masyhur di kalangan ulama.</p>
<p>Hari Senin adalah hari yang penuh berkah. Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad (bin Hanbal), Ibnu &#8216;Abbas ra. berkata, &#8220;Rasulullah saw. lahir pada hari Senin, diangkat menjadi nabi pada hari Senin, berangkat hijrah dari Makkah ke Madinah pada hari Senin, dan mengangkat Hajar Aswad pada hari Senin juga.&#8221; Sementara riwayat yang lain mengatakan bahwa beliau lahir dalam keadaan sudah berkhitan dan tali pusarnya putus.</p>
<p>Pada malam kelahirannya terjadi keajaiban dan keanehan, antara lain: banyak berhala yang jatuh ambruk dari tempatnya berdiri.</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-314" title="Rumah Tempat Kelahiran Nabi" src="http://warungbaca.files.wordpress.com/2009/04/maulid-an-nabi2.jpg?w=215&#038;h=156" alt="Rumah Tempat Kelahiran Nabi" width="215" height="156" />Pada saat kelahirannya tampak cahaya terang benderang di cakrawala hingga menyinari istana-istana di negeri Syam.</p>
<p>Istana Kisra (Maharaja Persia) mengalami kegoncangan hebat hingga tiang-tiang penyangganya berjatuhan. Sedangkan api sesembahan kaum Majusi di Persia mendadak padam pada malam itu, padahal selama lebih dari 1000 tahun sebelumnya tidak pernah padam. Bersamaan dengan itu surut pula air danau.<em> (bersambung)</em><strong><br />
</strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/warungbaca.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/warungbaca.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/warungbaca.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/warungbaca.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/warungbaca.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/warungbaca.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/warungbaca.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/warungbaca.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/warungbaca.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/warungbaca.wordpress.com/313/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&blog=2924979&post=313&subd=warungbaca&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warungbaca.wordpress.com/2009/04/08/kelahiran-nabi-muhammad-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2e29bd9c4230c4876b996a195958bdf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Faim</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://warungbaca.files.wordpress.com/2009/04/maulid-an-nabi2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Rumah Tempat Kelahiran Nabi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jejak-Jejak Insan Kamil</title>
		<link>http://warungbaca.wordpress.com/2009/03/12/jejak-jejak-insan-kamil/</link>
		<comments>http://warungbaca.wordpress.com/2009/03/12/jejak-jejak-insan-kamil/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2009 02:49:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warungbaca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al Islam]]></category>
		<category><![CDATA[maulid]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warungbaca.wordpress.com/?p=280</guid>
		<description><![CDATA[Agama Islam diakui sebagai agama yang istimewa. Ia dideklarasikan sebagai agama paripurna yang mereduksi dua agama langit sebelumnya. Ia unggul dan tidak ada yang menggunguli. Ia tidak dibatasi oleh waktu, tempat, atau jenis masyarakat. Agama langit yagn diturunkan dari Allah Swt. ini berciri khas lurus, besar, agung, sempurna, abadi, dan universal. Allah Swt. berfirman yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&blog=2924979&post=280&subd=warungbaca&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignright size-full wp-image-282" title="Nabi Muhammad Saw." src="http://warungbaca.files.wordpress.com/2009/03/muhammad.jpg?w=249&#038;h=241" alt="Nabi Muhammad Saw." width="249" height="241" />Agama Islam diakui sebagai agama yang istimewa. Ia dideklarasikan sebagai agama paripurna yang mereduksi dua agama langit sebelumnya. Ia unggul dan tidak ada yang menggunguli. Ia tidak dibatasi oleh waktu, tempat, atau jenis masyarakat. Agama langit yagn diturunkan dari Allah Swt. ini berciri khas lurus, besar, agung, sempurna, abadi, dan universal. Allah Swt. berfirman yang artinya:</p>
<p style="margin-bottom:0;" dir="rtl" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span><em>Pada hari Ini Telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan Telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.</em> </span><span>Q.S. Al Maidah: 3</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Agama yang agung dan sempurna ini tentu hanya mampu dibawa oleh seorang utusan yang agung dan sempurna pula. Mustahil ia dibawa oleh manusia yang lemah, cacat, dan kerdil. Di sinilah secara reflek kita mengakui bahwa Rasulullah Muhammad Saw. sebagai pembawa agama tersebut adalah manusia istimewa, tiada banding, sempurna segala-galanya. Tanpa cela. Seakan-akan beliau produk khusus bukan seperti kebanyakan manusia. Ibarat bebatuan, beliau adalah intan. Maka pantas beliau menyandang predikat Insan Kamil (sosok manusia yang sempurna). Dalam syair dikatakan:</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><em><span><span style="font-size:large;"></span></span><span><span style="font-size:large;"></span>Engkau diciptakan bebas dari segala cela. Seakan-akan engkau diciptakan seperti apa yang engkau kehendaki.</span></em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span id="more-280"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Beliau tampak agung bodi dan budinya. Budi beliau adalah Alquran. Sifat-sifat terpuji dalam Alquran itulah budi beliau, seperti jawaban ‘Aisyah terhadap para penanya tentang budi Rasulullah yang juga suaminya. Tentang keagungan bodi, cukuplah bahwa sahabat-sahabat besar justru tidak mampu mengungkapkan sifat beliau, karena sangat hebat keindahan beliau. Mereka tidak kuasa bertatap pandang langsung dengan beliau. Sementara sahabat-sahabat yang mampu mengungkapkan sifat beliau secara cukup detail adalah para sahabat yang semenjak kecil telah bergaul dan berteman dengan beliau, seperti sahabat Ali bin Abi Thalib, Ibnu Abbas, Ibnu Abi Halal, dan lainnya.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Keterkaguman terhadap Rasulullah tidak hanya diakui oleh orang-orang Islam sendiri yang notabene percaya dan mengikutinya. Namun orang-orang Barat pun mengakuinya seperti mereka ungkapkan dalam buku-buku mereka, padahal mereka adalah lawan dan sering ada distorsi dalam tulisan-tulisannya.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Michael H. Hart dalam bukunya berjudul: “The 100, a Ranking of the Most Influential Persons in History” yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh H. Mahbub Djunaidi dengan judul: “Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah,” mengatakan, “Jatuhnya pilihan saya kepada Nabi Muhammad dalam urutan pertama daftar seratus tokoh yang berpengaruh di dunia, mungkin mengejutkan sementara pembaca, dan mungkin jadi tanda tanya sebagian yang lain. Tapi saya berpegang pada keyakinan saya, dialah satu-satunya manusia dalams sejarah yang berhasil meraih sukses-sukses luar biasa, baik ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi. Berasal-usul dari keluarga sederhana, dia menegakkan dan menyebarkan salah satu dari agama terbesar di dunia, agama Islam. Dan pada saat bersamaan tampil sebagai pemimpin tangguh, tulen, dan efektif. Kini 13 abad sesudah wafatnya, pengaruhnya masih tetap kuat dan mendalam serta berakar.”</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Sebagai orang Islam, cukuplah keagungan beliau manakala melihat ikrar nabi-nabi sebelumnya bahwa jika mereka hidup dan berjumpa dengan Rasulullah Saw. mereka tidak akan berdiri sendiri, namun akan bergabung dan bernaung di bawah komando beliau, seperti diabadikan dalam Alquran surat Ali Imran ayat 81. Pantaslah Nabi Isa as. Bila turun dunia kelak tidak akan mendakwahkan misi Nasrani, tapi mendakwahkan misi Rasulullah Saw.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Keberadaan beliau telah mengingat kita semua pada poisis yang diperhitungkan di antara umat nabi-nabi yang lain. Kita memperoleh banyak kemuliaan dan keistimewaan yang tidak dapat diperoleh oleh umat-umat yang lain. Berkah adanya Rasulullah Saw. Lalu sebagai umatnya, tanggung jawab apakah yang mesti kita persembahkan?</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong><span>Jejak-jejak Insan Kamil</span></strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Kita diperintahkan untuk mengangkat beliau dan menjadikannya sebagai suri teladan. Karena itulah makna dari beriman kepada rasul-rasul Allah. Mengamalkan Alquran dan Al Hadits termasuk bagian pokok dari tanggung jawab mengikuti beliau, karena dua perkara itulah warisan beliau. Menjalankan apa yang diperintahkannya serta menjauhi apa yang dilarangnya juga bagian dari mengikuti beliau. Sunnah-sunnah beliau yang mati lalu kita hidup-hidupkan termasuk bagian dari mengikuti beliau. Mendahulukan sunnah-sunnah itu di atas nalar dan realitas yang ada saat ini. Tidak mempertentangkan beliau dengan Allah Swt. atau mempertentangkan hadits Beliau dengan Alquran. Allah Swt. berfirman yang artinya:<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" dir="rtl" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><em>“</em><span><em>Katakanlah: &#8220;Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.&#8221; Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.</em> </span><span>Q.S. Ali Imran: 31</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Jika beliau penyabar, kita berusaha sabar. Beliau penyantun, kita berupaya santun. Beliau lepas dari penyakit-penyakit hati, kita berusaha mengobati. Beliau adil, kita bersikap adil. Pendek kata, kita mengikuti beliau, bahkan dalam sunnah-sunnah yang terbilang kecil dan remeh, seperti membersihkan tubuh dan rumah, merapikan janggut, merawat gigi, menyayangi anak, istri, binatang, dan sebagainya.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Hal ini bisa tercapai manakala kita menumbuhkan dalam jiwa kita kecintaan terhadap beliau. Kita berbungah-bungah dengan keberadaan beliau. Kita menghormati, memuliakan, dan beradab dengan beliau, laksana Imam Malik bin Anas yang setiap kali memasuki kota Madinah selalu turun dari kendaraan dan melepas sandal karena menyadari ada jejak-jejak Rasulullah Saw. di situ. Tidak malah membenci, menyesal, atau bahkan mencela beliau yang merupakan perilaku orang-orang munafiq. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa orang yang tidak memuliakan dan buruk adabnya kepada Rasulullah di khawatirkan dia mati kufur yang menjadikan amal-amal baiknya terhapuskan. Pepatah Arab mengatakan<br />
</span><em><br />
</em></p>
<p><em><span>Jika cintamu sungguh-sungguh, kamu pasit mentaatinya. Sesungguhnya orang yang cinta pasti taat kepada orang yang dicintainya.</span></em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Ekspresi gembira, suka, beriman kepada beliau, memperbanyak sholawat dan puji-pujian atas beliau, membaca siroh, menghormati anak keturunannya, dan menziarahi masjid Nabawi termasuk manifestasi dari mencintai beliau.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Abu Lahab termasuk orang yang mendapatkan kebahagian karena ekspresi gembira atas keberadaan beliau. Dia mendengar kelahiran putera Aminah itu dari Tsuwaibah, budaknya. Dia amat gembira mendengarnya, sampai budaknya itu rela dia merdekakan lalu disuruhnya untuk menyusui bayi yang mulia tersebut. Lantaran ini dia yang walau telah di-nashkan dalam Alquran sebagai orang yang celaka dan amat celaka, mendapatkan keringanan. Setiap Senin dia diberikan minum dan diperingan azabnya.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Kisah ini merupakan mimpi Abbas bin Abdul Muthalib setelah kematian Abu Lahab. Betapa pun sebuah mimpi, namun akurasi dan kevalidan transmisinya diakui oleh banyak perawi hadits dan ulama-ulama pakar sejarah. Di antara mereka adalah Imam Al Bukhari, Imam Ibnu Katsir, Imam Ibnu Hajar Al Asqalani, Imam Al Baihaqi, Ibnu Hisyam, Suhaili, Al Baghwi, Ibnu Daiba’, Qadli Iyadh, dan Imam Abdurrazzaq. Imam Bukhari meletakkan kisah ini pada Shahihnya bab Nikah subbab “Haram Menikahi Ibu-ibu yang Menyusui kamu.” (Shahih Bukhari Hasyiyah Sindy III: 24).</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Bila ingin berada dalam puncak kecintaan maka kita bisa mentauladani sahabat Umar bin Khattab ra. Suatu hari, sebagaimana diceritakan oleh Imam Bukhari, sahabat Umar berkata di depan Rasulullah Saw., “Ya Rasulullah! Demi Allah, engkau lebih aku cintai daripada segala sesuatu, kecuali diriku. Aku bisa lebih mencintai engkau daripada anakku, hartaku, dan orang lain. Tapi cintaku terhadap diriku masih lebih dominan daripada cinta terhadap engkau.” Rasulullah bersabda, “Tidak bisa, wahai Umar hingga aku lebih engkau cintai daripada dirimu juga.” Pada hari berikutnya, dia datang menghadap Rasulullah Saw. dan berkata, “Ya Rasulullah! Demi Allah, engkau lebih aku cintai daripada segala sesuatu, termasuk diriku.” Mendengar ketulusan cinta yang murni ini, beliau bersabda, “Sekarangla wahai Umar telah sempurna imanmu.”</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Dengan ini sahabat Umar berarti telah benar-benar mencapai maqom (posisi yang tinggi) dalam mahabbaturrasul Saw. (mencintai Rasulullah Saw.) Ayah Ummul Mukminin, sayyidah Hafsoh ini telah mampu denganbaik mengaplikasikan firman Allah Swt.yang artinya:</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><em>“<span>Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri.”</span></em><span> Q.S. Al Ahzaab: 6.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Dan juga Amirul Mukminin kedua ini telah mampu dengan baik mengaplikasikan sabda Rasullah Saw.</span></p>
<p><span><br />
<em>Demi Dzat yang diriku dalam kekuasaanNya. Tidaklah sempurna iman salah seorang dari kamu sehingga aku lebih dicintai daripada dirinya, anaknya, hartanya, dan manusia semua.”</em> </span><span>(H.R. Bukhari, Muslim, dan Tirmidzi).</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Sahabat Abdullah bin Umar adalah gambaran jelas yang lain sosok manusia yang habis-habisan dalam mencintai beliau. Tidak hanya sunnah-sunnah Rasullah Saw. yang diamalkan. Dia cinta junjungannya bahkan sampai ke tingkat menapaktilasi jejak-jejak beliau sekecil-kecilnya. Dia menuangkan air di tempat Rasulullah Saw. menuangkan air. Dia menjalani sholat di tempat yang dijalani sholat oleh Beliau. Dia buang air di tempat Rasulullah Saw. buang air. Dan sebagainya. Dalam hal ini beliau tampak luar biasa dalam mengamalkan ayat yang artinya:<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><em>“</em><span><em>Apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah.”</em> </span><span>Q.S. Al Hasy: 7.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Setiap bulan Rabiul Awwal, umat Islam ramai menyelenggarakan peringatan (dzikro) Maulid Rasulullah Saw. Alangkah indahnya perayaan itu bila dinyatakan dan disemangati oleh pemikiran untuk menapaktilasi jejak-jejak Beliau sebagai Insan Kamil dengan merenungi sejarah perjalanan hidup beliau, mentauladani kepribadian Beliau, menghidup-hidupkan sunnah-sunnahnya, mengagungkan beliau dengan memperbanyak sholawat dan puji-pujian kepadanya, demi menumbuhkan kecintaan terhadap beliau, walapun momentum untuk itu sebetulnya juga terbuka di bulan-bulan lainnya. Dan tidak justru menodai perayaan itu dengan hal-hal tak berfaedah atau yang kontraproduktif (bertentangan) dengan semangat perayaan, apalagi membarenginya dengan perilaku-perilaku maksiat.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>[]</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
Keterangan gamba: tersebar gambar yang sama di Internet.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/warungbaca.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/warungbaca.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/warungbaca.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/warungbaca.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/warungbaca.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/warungbaca.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/warungbaca.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/warungbaca.wordpress.com/280/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/warungbaca.wordpress.com/280/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/warungbaca.wordpress.com/280/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&blog=2924979&post=280&subd=warungbaca&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warungbaca.wordpress.com/2009/03/12/jejak-jejak-insan-kamil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2e29bd9c4230c4876b996a195958bdf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Faim</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://warungbaca.files.wordpress.com/2009/03/muhammad.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Nabi Muhammad Saw.</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fitrah Kewanitaan Hilang di Bangku Kuliah?</title>
		<link>http://warungbaca.wordpress.com/2009/03/09/fitrah-kewanitaan-hilang-di-bangku-kuliah/</link>
		<comments>http://warungbaca.wordpress.com/2009/03/09/fitrah-kewanitaan-hilang-di-bangku-kuliah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2009 22:59:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warungbaca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al Islam]]></category>
		<category><![CDATA[fitrah]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warungbaca.wordpress.com/?p=273</guid>
		<description><![CDATA[Problem serius para mahasiswi yang merasa keliru memilih jurusan.
Nurul memang tak lebih seorang mahasiswi. Kuliah tingkat akhir pada jurusan Teknik Fisika di sebuah perguruan tinggi negeri, gadis manis berjilbab ini sedang bingung. Apa pasal? Seorang pria telah datang melamar, mengajaknya hidup berumah tangga seperti akhir-akhir ini diidamkannya! Lantas apa yang membuatnya bingung? Tak lain adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&blog=2924979&post=273&subd=warungbaca&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><em>Problem serius para mahasiswi yang merasa keliru memilih jurusan.</em></strong></p>
<p>Nurul memang tak lebih seorang mahasiswi. Kuliah tingkat akhir pada jurusan Teknik Fisika di sebuah perguruan tinggi negeri, gadis manis berjilbab ini sedang bingung. Apa pasal? Seorang pria telah datang melamar, mengajaknya hidup berumah tangga seperti akhir-akhir ini diidamkannya! Lantas apa yang membuatnya bingung? Tak lain adalah syarat yang diajukan sang jejaka, bahwa kelak Nurul harus 100% menjadi ibu rumah tangga. Tak usah payah ikut bekerja mencari nafkah, yang lebih utama adalah mengurus rumah, melayani suami, dan yang terpenting mendidik anak-anaknya. Nurul bergidik membayangkan semua itu. Bukannya karena tidak setuju, tetapi lantaran ia tidak yakin, bisakah ia memenuhi harapan suaminya kelak.  Nurul memang bukan tipe wanita karir, bukan pula tipe wanita materialis. Dia sadar sepenuhnya, bahwa tugas utama wanita memang mengurus keluarga dan membina keturunan. Bahkan sebagai aktivis masjid kampus, ia sempat menyuntikkan pendapat ini kepada adik-adik kelas lewat keahliannya berbicara di podium.</p>
<p>Kalau Nurul memilih jurusan Teknik Fisika, ia sadar bahwa ia telah salah pilih. Tetapi karena sudah terlanjur, jurusan yang tergolong ‘keras’ inipun ditempuhnya hingga kini. Setumpuk keraguan masih membalut erat di hati Nurul. Bisakah ia menjadi ibu rumah tangga yang baik kelak? Selama ini ia belum pernah merasa mencintai pekerjaan masak-memasak. Bertahun-tahun hidup di kost, Nurul selalu menggantungkan pilihan menu sehari-hari pada makanan rantangan yang di pasangnya 2 kali sehari. Bahkan jika saatnya ia pulang kampung, pekerjaan yang membuatnya jengkel adalah membantu ibu memasak di rumah. Beramis-amis menyisik ikan sering membuatnya merasa mual. Menggoreng ikan bandeng yang selalu memercik-mercikkan minyakpun membuatnya sebal. Sekedar menghaluskan bumbu dan memarut kelapa saja sudah membuatnya mengomel tak sabar, yang namanya sayur lodehpun ia tak tahu bumbunya. Sementara lidahnya terasa tak lagi peka merasakan asin tidaknya masakan. Lantas bagaimana? Nurul amat takut betapa tersiksanya kelak,  tatkala ia harus berjam-jam berada di dapur yang amat menyebalkan.</p>
<p><span id="more-273"></span></p>
<p>Sama seperti Nurul, Anna pun kini tengah dilanda dilema. Dua bulan lalu gelar Sarjana Sipil telah disandangnya. Tapi sampai kini ia menganggur di rumah ibunya di desa. Anna merasa tersiksa dengan keadaanya sekarang. Bukan karena ia tak laku kerja. Prestasinya yang memuaskan di bangku kuliah membuat beberapa perusahaan berebut menawarkan jabatan kepadanya. Sementara Anna sadar bahwa sebaik-baiknya tempat kerja bagi wanita adalah di dalam rumah. Tetapi sampai kini belum datang juga pria yang mengajaknya berumah tangga. Untuk sementara Anna menampik tawaran kerja itu dan memilih alternatif tinggal di rumah sambil mengajar anak-anak mengaji.</p>
<p>Sebenarnya, banyak pekerjaan bisa ia selesaikan di sana. Ibunya adalah pengusaha konveksi, yang walau tak terlalu besar namun cukup luas pemasarannya. Andaikan Anna mau menekuni bisnis ini, bukannya tak mungkin akan semakin pesat perkembangannya. Tetapi sayang, karena ternyata Anna bukanlah gadis yang menyukai keterampilan dalam bidang ini. Baginya, duduk berjam-jam di depan mesin jahit sangatlah menyebalkan dan membosankan. Ia tak memiliki cukup kesabaran dan ketelatenan untuk itu, maka Anna memilih untuk tidak campur tangan dengan usaha ibunya. Terpaksa kini ia hanya menunggu, walau menganggur seperti ini pun amat dibencinya. Sampai kapan dilema seperti itu akan menjeratnya, Anna tak tahu.</p>
<p>Kedua gadis jilbab tersebut adalah sedikit dari banyak gadis yang mengalami dilema serupa. Sebagai mahasiswi yang aktif mengikuti aneka kegiatan ruhani, mereka paham bagaimana kedudukan dan kewajiban seorang muslimah di dalam Islam. Tetapi ketika datang kesempatan untuk memperoleh kedudukan itu, mereka menemukan kenyataan bahwa ternyata mereka sudah begitu jauh terlempar dari dunia wanita.</p>
<p>Pekerjaan-pekerjaan alamiah bagi wanita sebenarnya sesuai dengan naluri dan kodrat makhluk yang namanya wanita, ternyata amat menyebalkan mereka. Kesabaran dan ketelatenan yang jadi modal awal bagi seorang muslimah untuk bergelut dalam dunianya pun menjadi momok yang menakutkan. Apa sebenarnya yang terjadi? Nurul dan Anna sama-sama menjadi korban sebuah sistem. Memang benar bahwa pemahaman keduanya tentang teori kebenaran kedudukan wanita menurut Islam terus berkembang. Tetapi sistem yang mengukung hari demi harinya di kampus ternyata tidak membimbing mereka untuk siap melakukan teori kebenaran itu.</p>
<p>Jurusan Teknik Fisika yang dipilih Nurul maupun Teknik Sipil yang ditekuni Anna, sama-sama tergolong jurusan ‘keras’, dan menuntut pengorbanan tenaga fisika yang sama sekali tidak ringan. Bahkan tak dibedakan antara mahasiswa dan mahasiswi. Bila para mahasiswa dituntut bisa mengelas, begitu pula bagi para mahasiswi. Saat para mahasiswa sibuk menggergaji dan memukulkan martil di sana-sini, hal itu pulalah yang harus dikerjakan para mahasiswi.</p>
<p>Belasan bahkan puluhan jam dalam seminggu putra-putri manis itu harus terpanggang sinar matahari bersama rekan-rekan prianya demi melakukan percobaan demi percobaan. Lebih banyak lagi waktu harus mereka habiskan untuk bergelut dengan angka demi angka, untuk menyelesaikan perhitungan yang amat rumit. Dunia angka kini telah menjadi dunia mereka. Otak mereka terasah dengan hebatnya hingga tanpa terasa menggeser dominasi perasaan yang menjadi naluri tiap wanita. Pikiran mereka selalu terfokus pada segala sesuatu yang harus sesuai dengan logika. Mereka telah akrab dengan terik yang menyengat maupun peluh yang mengucur dan sekian banyak pekerjaan berat lainnya. Semua telah jadi kebiasaan dan justru akan sangat menyiksa jika mereka tak memperoleh kesempatan mengerjakan itu semua. Wajar saja, jika Anna menjadi tak betah lagi duduk menunggu rempeyek yang harus digoreng kering di penggorengan satu demi satu?</p>
<p>Jauh sebelum semua ini, adalah lebih baik untuk menghindari kemungkinan ini. Tak ada gunanya menyalahkan sistem, sementara kita membiarkan saja diri kita larut dan hancur di dalamnya. Andaikata kita belum mampu melepaskan diri secara total dari belitannya, tentu ada cara untuk sedikit mengurangi akibat buruknya. Memilih dunia ilmu pengetahuan yang sesuai dengan dunia wanita, adalah alternatif terbaik. Kesempatan untuk ini terbuka amat luas, mudah dan murah. Hanya saja pandangan sebagian masyarakat kita yang awam menganggap pilihan ini kurang bergengsi. Padahal inilah yang kelak mendukung suksesnya seorang wanita berkarya dalam rumah tangganya, maupun dalam urusan bisnis yang Islami.</p>
<p>Kalaupun gadis-gadis muslimah kita terlanjur terjun dalam dunia ilmu yang ‘kasar dan keras’, masih ada yang bisa untuk dilakukan demi menjaga keseimbangan, antara kekerasan dan kelembutan. Jangan biarkan kebiasaan-kebiasaan untuk bertingkah kasar dan keras sampai mendarah daging. Menetralkannya dengan meluangkan waktu untuk tetap mengenal dunia wanita, seperti memasak maupun menjahit serta pekerjaan-pekerjaan semacamnya akan banyak membantu untuk mempertahankan adanya sifat sabar dan telaten. Hak lain adalah dengan meluangkan waktu untuk berkumpul dengan teman-teman wanita, guna mendiskusikan berbagai hal tentang dunia wanita, tentang kehidupan kelak dalam rumah tangga, tentang pengetahuan masak memasak, tentang suka duka mengasuh anak dan masih banyak lagi. Cara ini setidaknya menghindarkan kemungkinan otak yang terus menerus terfokus pada masalah logika dan perhitungan angka. Sementara dalam dunia wanita yang sebenarnya, lebih dibutuhkan tebalnya perasaan yang tak jarang mengesampingkan pertimbangan akal dan logika.</p>
<p>Ada kalanya penyesalan datang terlambat. Seperti Anna yang terkungkung dalam dunianya yang keras dan penuh tantangan. Bila Anna memilih alternatif untuk menerima saja tawaran kerja di kota, itu berarti semakin menjauhkan diri dari dunia kewanitaannya.<br />
Bisa saja ia beralasan bahwa ia memilih kerja demi mengamalkan ilmunya, dan memang alasan inilah yang kerap diajukan gadis-gadis yang mengalami dilema seperti ini, dimana hal tersebut  akan semakin menjauhkan diri dari kodratnya sebagai wanita. Sebab dunia kerja lebih banyak memunculkan egosentris yang membuat sosok wanita seolah mandiri yang pada akhirnya melenyapkan fungsi perasaan , dimana kelak akan dibutuhkan bila ingin menjadi ibu yang baik bagi suami dan anak-anak.</p>
<p>Masih ada kesempatan untuk berbenah diri, jika Anna mau memilih membantu usaha ibunya di rumah. Awalnya jelas ini sebuah perjuangan berat. Tetapi bukankah perjuangan semacam ini tahun-tahun awal kuliahnya?</p>
<p>Kala itu, ia masih benar-benar gadis desa yang berparas cantik, berkulit lembut dan halus perangai serta tutur katanya. Masa-masa itu, ia merasakan percobaan demi percobaan yang memaksanya terpanggang matahari selama berjam-jam sebagai sebuah siksaan berat. Tetapi lambat laun ia pun merasa terbiasa. Bila selama di desa ia tak suka berpergian jauh-jauh, kini tak ada masalah untuk pergi sendiri bersepeda motor dari satu sudut kota ke sudut yang lain sampai seharian penuh, demi kepentingan studinya. Hingga sekarang, Anna sudah berubah menjadi gadis kota yang selalu berbicara dengan nada intelektual.</p>
<p>Perjuangan yang serupa harus dilakukan jika ia ingin kembali akrab dengan dunianya sebagai wanita. Berhasil tidaknya, sama tergantung niat. Pengorbanan sebesar apapun bisa dikerjakan asal ada niat baja yang menyertainya.</p>
<p>Bukannya tak mungkin, perjuangan Anna untuk bersabar mengerjakan tusuk demi dengan penuh ketelitian, bisa mengembalikan lagi kesabaran dan ketelatenan yang dulu sempat sirna dari dirinya. Kelak, inilah yang dia perlukan untuk membangun keluarga bahagia sejahtera.Bagi seorang ibu yang tak lagi memiliki kesabaran dan ketelatenan, adalah satu hal mustahil untuk sukses dalam tugasnya mendampingi suami dan mendidik anak.</p>
<p>[]</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/warungbaca.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/warungbaca.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/warungbaca.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/warungbaca.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/warungbaca.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/warungbaca.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/warungbaca.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/warungbaca.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/warungbaca.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/warungbaca.wordpress.com/273/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&blog=2924979&post=273&subd=warungbaca&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warungbaca.wordpress.com/2009/03/09/fitrah-kewanitaan-hilang-di-bangku-kuliah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2e29bd9c4230c4876b996a195958bdf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Faim</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>