Amirul Mukminin Umar Ibnul Khattab mempunyai kebiasaan langka. Ia suka melakukan perjalanan malam untuk tafakkur, merenungkan kehidupan yang seharusnya dijalani dan senyatanya dialami, khususnya di negeri Islam yang ia pimpin. Karena kesibukannya denga tugas penghambaan dan kekhalifahan, perjalanannya harus diatur sedemikian rupa, dipilihnya sehabis shalatullail hingga menjelang subuh. Karena dua puluh empat jam harus ia bagi sedemikian rapi dan telitinya, hingga tiada yang terbuang percuma.

Suatu hari, di tengah perjalanan, Umar mendengar sayup suara perempuan dari arah rumah tepi jalan. Ia mendekat, ternyata dua wanita sedang berbincang serius, seorang ibu dan anaknya. Amirul Mukminin memasang telinga baik-baik., Rupanya sang ibu menyuruh anaknya mencampur susu yang hendak dijual dengan air. Alasannya, orang lain juga melakukan begitu juga. Tapi si anak menolak dengan tegas, karena ia yakin, meski Amirul Mukminin yang melarang perbuatan itu tidak melihat, Allah yang menciptakan Amirul Mukminin pasti menyaksikannya.

Read the rest of this entry »

Ketika Namrudz, tiran dzalim yang berdaulat penuh saat itu, pada klimaks kemarahannya setelah menyaksikan dengan kepalanya sendiri berhala-hala pujaan bangsanya dibantai habis oleh Ibrahim a.s., maka seluruh penduduk negeri diinstruksikan untuk mengumpulkan kayu bakar sebanyak-banyaknya. Ia kemudian memerintahkan serdadu dan algojonya membakar hidup-hidup si biang keladi, Ibrahim. Dengan wajah yang tenang, langkah yang tegap, dan sikap yang simpatik, Ibrahim melangkah menuju tiang eksekusi, tanpa penyesalan, tanpa permohonan amnesti atau grasi. Ia hanya berucap: Hasbunâllôhu wa ni’mal wakîl.

Ucapan Ibrahim yang penuh kepasrahan diri disambut Allah dengan memberikan instruksi kepada api yang berkobar membumbung tinggi ke angkasa itu dengan qoul singkatnya:

Kami berfirman: “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim.” Q.S. al-Anbiya’: 69. Read the rest of this entry »

Tempurung Buat Ibu dan Bapak

February 16, 2009

Tadinya mereka tidak terlalu rusuh dengan kehadiran ibu tua itu. Sebagai seorang anak yang merasa dilahirkan dari rahim ibunya, Hasan tidak tega membiarkan ibunya hidup terpisah semenjak bapak Hasan meninggal. Istrinya juga tidak keberatan, apalagi perempuan itu merasakan besar kegunaan mertunya di rumah. Ibu itu masih bisa membantu-bantu pekerjaan rumah tangganya sehingga tertolong sedikit meskipun dia tidak punya pembantu.

Namun semenjak hamilnya makin besar dan dilihatnya si ibu mertua tambah mendecing-decing batuknya, dadanya kian kempis dan pernah memuntahkan darah, Nazulah mulai bingung. Kalau ibu yang sakit paru-paru itu tidak segera diungsikan, maka ia kuatir penyakitnya akan menular dan membahayakan anaknya yang bakal lahir.

Maka, setelah merasa hampir dekat melahirkan, Nazulah berkata kepada sauminya,”Bang, sakit ibu ternyata penyakit menular. Jadi kita harus mencarikan jalan supaya anak kita jangan bergaul dengannya.”
Hasan kaget mendengar bicara istrinya. “Maksudmu?”
“Kita harus berpisah dari Ibu,” jawab Nazulah.

Read the rest of this entry »

Dua ekor berperilaku berbeda dalam menikmati kelezatan sepotong ikan asin. Yang satu duduk tenang melahap cepat-cepat, yang lain sambil gelisah bahkan lari terbirit ketakutan jika berpapasan dengan manusia, hingga tak dapat menikmati dengan nyaman. Kenapa demikian? Musababnya, kucing pertama merasa dirinya tidak bersalah. Ia memakan sepotong ikan asin pemberian tuannya. Sementara kucing kedua, gelisah karena ikan asin yang ia bawa lari adalah hasil curian.

Kucing tak memiliki kecerdasan akal dan jiwa layaknya manusia. Namun ia masih memiliki naluri yang sehat, yakni merasa tak tentram manakala melakukan tindakan salah. Lebih-lebih manusia.

Dengan anugerah Allah swt. berupa kepekaan jiwa, manusia akan dengan mudah dan segera meyadari apa yang dirasakan salah dalam tingkahnya, untuk kemudian beralih kepada yang benar. Amatlah disayangkan manusia yang tak segera mengubah langkahnya padahal menyadari kekeliruannya. Dan lebih disayangkan lagi mereka tidak sempat mengasah kepekaannya sehingga tidak mampu menyadari kekhilafannya. Orang yang demikian kalah unggul dihadapan kucing, bahkan jauh lebih hina daripadanya, bal hum adhallun…(7: 179). Merekalah orang-orang yang perlu dikasihani dan diberi santunan. Hakekatnya mereka hidup tidak tenang, resah, dan menderita, namun tak menyadarinya.

Read the rest of this entry »

Shalat, Dzikir Paling Utama

February 7, 2009

 Kualitas iman bisa diukur dari shalatnya

Sulit dimengerti, kenapa banyak orang melaksanakan shalat dengan begitu tergesa-gesa. Kecepatannya super, sementara itu telah dilakukannya sekian lama. Kenapa tidak ada usaha meningkatkan kualitas shalat itu dengan mencoba sedikit pelan sehingga dapat menghayati makna segala doa yang diucapkan?

Bagaimana mungkin bisa mempertajam doa kalau tidak didukung oleh semua instrument dalam diri baik pikiran, perasaan, hati serta jiwa? Bukankah pemahaman dan penghayatan terhadap isi doa itu merupakan permulaan dari munajat seseorang?

Lebih sulit lagi bila shalatnya memang terlalu cepat. Pengalaman berkata, sedang ditahan agar lebih pelan sedikit dari yang lazim saja masih cukup direpotkan oleh gangguan dan rayuan setan; sekali-sekali pikiran masih lepas dan sempat ke mana-mana. Kadang bahkan bisa terkaget-kaget setelah sekian lama pikiran dibawa ke jalur lain, dan baru kita sadar belakangan. Tetapi itu masih lumayan bila shalat dilaksanakan dengan penuh ketenangan. Masih ada waktu untuk memperbaiki. Tetapi bagaimana bila –saking cepatnya- kita baru sadar di saat shalat hampir usai?

Read the rest of this entry »

Ujian Masuk Surga

February 4, 2009

“Maha suci Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun” Surah al Mulk: 1-2


Tak ada satupun makhluk manusia yang berangan-angan dan bercita-cita ingin menjadi manusia sewaktu belum terlahir kedunia. Ia lahir dan hidup bukan atas inisiatif dan kehendaknya sendiri. Ia lahir, tiba-tiba bernafas, menghirup udara segar, tiba-tiba seorang ibu sudah siap merawatnya hingga dewasa, seluruh tubuhnya dilengkapi dengan organ-organ yang amat diperlukan dalam hidupnya, dan fasilitas hidup berupa alam dan dimanfaatkan.

Jika semua itu bukan atas inisiatif dan kehendak manusia, lantas siapa yang berinisiatif dan berkehendak atas hidup manusia didunia ini?

Read the rest of this entry »

Hari Asyuro’ adalah hari ke-10 dari bulan Muharram. Bulan Muharram termasuk empat bulan mulia yang tidak diperkenankan berperang dan menumpahkan darah di dalamnya. Ia secara khusus disebut Syahrulloh (bulannya Alloh). Al Ashom (yang tuli), karena dibulan itutidak didengar dentingan senjata. Kemuliaan bulan pertama dalam penanggalan hijriyah ini menurut Ibnu Jauzi karena di dalam bulan itu terdapat hari Asyuro’

Hari Asyuro’ bagi umat Islam adalah hari yang sangat monumental, di mana pada hari itu menurut keterangan Dr. As Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki dengan sandaran yang jelas, Allah Subhana wata’ala menurunkan Nabi Adam ke dunia, Allah Subhana wata’ala menerima taubat Nabi pertama itu akibat kesalahannya memakan buah yang terlarang, diterimanya taubat kaum Nabi Yunus, berlabuhnya perahu Nabi Nuh di bukit Al Judiyyi (terletak di ARmenia sebelah selatan, berbatasan dengan Mesopotamia), serta kemenangan Nabi Musa dan tenggelamnya Fir’aun (Lihat Dzikroyat Wa Munasabat, 51).

Read the rest of this entry »

1. Nabi mUsa dan kaumnya selamat dari kerajaan Fir’aun bertepatan tanggal 10 Muharram (Asyuro’). Untuk memperingati peristiwa itu umat Islam disunnahkan melakukan puasa Asyuro’. Dan agar tidak sama dengan Yahudi, maka disunnahkan pula puasa sehari sebelum atau sesudahnya.

2. Ketika Musyrikin Makkah melihat Dakwah Islam berkembang dengan  pesat, mereka bersekongkol untuk memboikot Bani Hasyim, Bani Abdul Mutholib, dan Bani Abdul Manaf secara ekonomi, politik, dan sosial. Larangan keras menikahi, berbicara, dan berkumpuil bersama Bani itu sebelum mereka mau menyerahkan Muhammad saw. Aturan itu ditulis dalam lembaran dan ditempel di dinding Ka’bah. Kejadian ini merupakan peristiwa besar di bulan Muharram tahun ke 7  kenabian.

3. Rasululah saw. mengirim surat seruan masuk Islam kepada raja-raja dan tokoh-tokoh dunia waktu itu. Dalam satu hari beliau mengirim enam duta kepada raja Najasyi di Habasyah, Kaisar Hiraklius Romawi, Kisra Syarwan, Muqauqis tokoh Qibthi (Mesir), Al Harits bin Abi Syamr al Ghasany raja Balkan, Haudzah bin Ali Al Hanafi di Yamamah. Strategi dakwah ini dilakukan oleh beliau usai perjanjian Hudaibiyah.

4. Peperangan Dzaturriqo’ tahun 4 H, bermula dari pengkhianatan kabilah-kabilah negeri Nejed kepada Islam, di antaranya mereka berani membunuh 70 da’i utusan Nabi.

5. Rasulullah saw. bersama sahabat berangkat menuju peperangan Khaibar tahun 7 H. Dalam peperangan itu diperoleh harta rampasan yang banyak, sebagai janji Allah sebagaimana diabadikan dalam surat Al Fath ayat 20.

6. Dimulainya perang Qadisiyah antara 7.000 pasukan Islam di bawah pimpinan Saad bin Abi Waqqash melawan 60.000 pasukan Musyrikin dengan 70 gajah di bawah pimpinan Rustum, Jalinus, dan lain-lain. Peperangan yang dahsyat ini berlangsung selama 3 hari tahun 14 H/635 M di tanah Iraq, berakhir dimenangkan pasukan Islam.

7. Dimulainya penanggalan Hijriyah oleh Kholifah Umar bin Khottob atas isyarat dari sahabat Utsman bin Affan. Bermula dari pengaduan Abu Musa Al Asy’ary kepada kholifah Umar bin Khottob bahwa Kholifah jika mengirim surat tanpa disertai tanggal, sehingga sulit dibedakan mana surat yang baru dan mana surat yang lama. Maka, kholifah Umar mengumpulkan sahabat dan ulama yang ada. Beliau berkata:

“Peristiwa hijrah memisahkan antara yang haq dan yang bathil, maka buatlah ia sebagai awal penanggalan)”.

Pendapat beliau mendapat dukungan hadirin pada pertemuan itu. Maka jadilah peristiwa hijrah Nabi saw. sebagai awal penanggalan Islam yang kemudian dikenal dengan penanggalan Hijriyah.

8. Wafatnya Istri Rasulullah saw., Mariyah Al Qibthiyah; ibu Ibrahim pada masa kekhilafahan Umar bin Khottob tahun 16 H.

9. Ustman bin Affan diangkat oleh Ahli Syuro sebagai khalifah pada tahun 24 H setelah wafatnya Khalifah Umar bin Khottob.

10. Terbunuhnya Hasan bin Ali tanggal 10 Muharram 61 H di Karbela, Iraq.

Mahligai Sakinah

December 22, 2008

Di antara yang membedakan antara orang beriman dan orang-orang yang sekuler adalah keluasaan wawasan berpikir. Bagi mereka yang beriman, maka jangkauan pemikirannya jauh ke depan, melampaui batas rasional. Mereka percaya tentang surga neraka, tentang akhirat, dan sebagainya. Namun tidak demikian dengan orang-orang sekuler. Kaum kafir ini tak bakal bisa menerima konsep itu, karena letaknya di luar jalur pemikirannya yang serba empiris dan rasional.

Itulah sebabnya, soal yang hina di kalangan kita macam kumpul kebo, bukan masalah bagi mereka. Prinsip yang dianut adalah suka sama suka. Pokoknya tidak merugikan kepentingan tetangga. Malah menurut perhitungan mereka, langkah ini jauh lebih efisien dan praktis. Bila suatu saat mengalami kejenuhan bisa pindah dengan mudah, tanpa repot dengan urusan tetek bengek hukum.

Read the rest of this entry »

Wanita Penghuni Surga

December 17, 2008

“Apabila seorang wanita telah melaksanakan sholat lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, menjaga harga diri, dan taat pada suaminya maka ia dipersilahkan masuk surga dari pintu mana saja yang ia sukai”. (HR. Ahmad)

Hadits di atas menyebutkan ciri-ciri wanita penghuni surga. Jika seorang wanita memahami hadits tersebut, seyogyanya ia tak perlu repot dengan pelbagai persoalan dan urusan. Isu persamaan gender yang dihembuskan kaum sekuler tidak akan berarti apa-apa bagi wanita yang berharap menjadi penghuni surga.

Sholat dan puasa merupakan kewajiban bagi setiap manusia beriman sebagai bukti pengabdian kepada Allah Swt. aturan dan ketentuannya telah ditetapkan dengan jelas. Hingga tak perlu dipersoalkan tentang jumlah, waktu dan cara pelaksanaannya.
Read the rest of this entry »