Perhelatan Multaqo Sanawy 1430H di Tulunagung mulai 27-28 Juni 2009 selesai sudah. Para peserta kembali ke daerah masing-masing dengan membawa segala macam kenangan. Beberapa catatan mengenai multaqo kali ini yang dapat saya catatan sebagai berikut:

1. Konsumsi, sangat puas. Multaqo kali ini panitia benar-benar siap. Makan pagi, siang dan malam tersaji tepat waktu. Walaupun ketika makan pagi, 28 Juni 2009 sempat kehabisan pecel dan nasi goreng di bagian ikhwan, namun dengan cepat panitia lokal menutupi kekurangan tersebut. Menunya  juga sangat bervariasi, tidak didominasi satu menu saja.

2. Pengisi acara, sangat padat dengan berbagai macam narasumber. Tentunya hal ini memberikan pengetahuan yang beragam peserta multaqo. Mulai dari pengetahuan intelejen hingga bahaya pluralis. Tentunya tausiyah Abi Ihya’ tetap yang paling dinanti peserta multaqo.

3. Ada acara yang membosankan dan ini sudah ada sejak multaqo-multaqo sebelumnya. Sidang komisi, ya sidang komisi. Acara yang mirip dengan musyker ini mengapa ada disetiap multaqo? Pertimbangannya apa? Acara yang digagas panitia pusat (Persyadha pusat) ini hanya menambah kepenatan dan kelelahan peserta. Bayangkan, sehabis qiyamulail, dilanjutkan dengan sholat shubuh kemudian wiridan hingga terbit fajar, dilanjutkan dan ishoma (hanya diberikan waktu 15 menit) setelah itu duduk diaula dan harus mendengarkan hasil sidang komisi selama 1,5 jam. Padahal jam 8 pagi hingga siang acara begitu padat. Tidak ada jeda. Tak pelak, banyak peserta yang tidur, tak terkecuali pada saat sesi Tausiyah Abi Ihya’. Pantaskan acara sidang komisi masih dipertahankan di multaqo padahal sudah ada acara yang mirip itu di musyker?

4. Acara hiburan untuk anak-anak dan ummahat. Yang ini sangat berbeda. Anak-anak diberi hiburan mulai dari nonton video edukatif bersama hingga berenang di pagi hari. Acara yang digagas panitia lokal ini sangat berbeda dengan multaqo-multaqo sebelumnya. Tentunya acara ini membawa kenangan tersendiri bagi anak-anak.

Keempat catatan tersebu menurut saya yang paling dominan mewarnai multaqo sanawy 1430H kali ini. Anda boleh tidak setuju dengan saya, atau berbeda kesan pasannya. Jangan sungkan memberikan komentar.[]

Al Muwatho’

May 23, 2009

Al Muwatho’ adalah kitab hadits Nabi saw. yang disusun oleh Imam Malik. Selain berbiacara tentang hadits, Al Muwatho’ mempunyai karomah yang lain. Apa itu? Simak cerita berikut ini yang saya dan keluarga besar alami.

Minggu kemarin  keluarga besar kami dibuat deg-degan menanti kelahiran keponakan kami. Anak dari adik saya. Lima hari adik saya menunggu di rumah bidan. Sejak pembukaan kedua kandungannya dia diharuskan menginap di sana. Diperkirakan besoknya lahir. Manusia berencana, Allah ta’ala berkehendak lain. Si jabang bayi tidak lahir.

Segala upaya dilakukan, mulai dari adik memohon maaf ke semua saudara, dan juga ke ayah dan juga membaca doa-doa yang diberikan saudara kami. Namun, jabang bayi tetap bertahan di dalam perut ibunya. Ayah sudah mulai panik. Beliau mengajak saya berkunjung ke kediaman Abi Ihya’. Namun, hari itu adalah hari Kamis, beliau masih berada di Pujon. Di putuskan besok, hari Jumat berkunjung ke sana, apabila jabang bayi belum lahir.

Kamis siang, adik saya yang lain berkunjung ke rumah, meminjam peralatan tukang dan tangga. Dia tidak sendirian, datang bersama tetangga sebelahnya. Saya ceritakan masalah adik saya yang hamil tersebut.

“Khi, kenapa ya adik saya susah melahirkan. Sudah lima hari dia di rumah bidan. Semua doa sudah dibaca dan dia juga sudah memohon maaf”, tanya saya kepada teman adik saya itu. “
Dia menangkap kekhawatiran saya seraya menjawab, “Punya kitab Al Muwatho?”
“Ada, saya dapatkan kitab itu dari Abuya Sayyid Muhammad Al Maliki”, jawab saya.
“Bawa kitab itu ke adik kamu, letakkan di atas kandungannya. Bacakana al Fatihah untuk Imam Malik dan Abuya Sayyid Muhammad. InsyaAllah jabang bayinya lahir”, lanjut dia.
“Cuman begitu saja?” tanya saya.
“Ya, saya mendengar dari murid-murid Abuya Sayyid Muhammad berkata seperti itu. Abuya Sayyid Muhammad yang bertutur langsung kepada murid-muridnya. Ketika istri saya hamil kemarin saya lakukan hal itu. Alhamdulillah, anak saya lahirnya cepat”, jawab teman adik saya.

Segera saja saya ambil kitab Al Muwatho’  di dalam lemari buku. Saya berikan ke suami adik saya.  Sehabis Isya’ dia ke rumah bidan. Diletakkan kitab Al Muwatho’ di atas kandungan adik saya. Dia membaca al Fatihah di tujukan ke Imam Malik dan Abuya Sayyid Muhammad Al Maliki. Jam 1.30 malam, telepon saya berdering. Dari suami adik saya. Dia memberitahu bahwa anaknya sudah lahir, perempuan. Alhamdulillah.

Saya bersyukur kepada Allah ta’ala lantaran wasilah karomah kitab Al Muwatho’ adik saya terhindar menunggu lebih lama lagi.

Pengalaman ini saya ceritakan kepada guru saya, Abi Ihya’. Beliau membenarkan karomah kitab Al Muwatho’. Bahkan beliau bercerita ada muridnya posisi bayi nyunsang tidak normal ketika akan melahirkan. Beliau ambil kitab Al Muwatho’ dan diletakkan di atas kandungan. Selanjutnya dibacakan al Fatihah untuk Imam Malik dan Abuya Sayyid Muhammad. Masya Allah, posisi bayi yang tadinya nyunsang kembali ke posisi normal. Subhanallah.

Maha Suci Allah ta’ala dan semua kehendak Allah ta’ala.

[]

Nikmat Itu

May 9, 2009

“Pergunakanlah (rebutlah) masa sehatmu (dengan amal-amal shaleh) untuk bekal (antisipasi) masa sakitmu dan masa hidupmu untuk bekal (antisipasi) masa matimu.” HR. Bukhari.

Hadits tersebut akrab sekali terdengar ditelinga kita. Berulang-ulang kali diucapkan setiap khutbah Jumat, majelis taklim. Namun, saya baru benar-benar merasakan kebenaran hadits tersebut tiga minggu terakhir. Ya tiga minggu akibat darah tinggi saya 200 dan harus istirahat total. Tentunya saya tidak dapat melakukan update blog saya. Akibat dari itu, mulut saya tidak dapat berkumur dan mata saya berair terus dan kelopak mata tidak dapat tertutup sempurna. Ditambah lagi saya saat ini menjalani terapi wajah sebelah kanan dikarenakan darah tinggi yang saya alami berakibat syaraf ketujuh mengalami kelumpuhan. Alis sebelah kanan tidak dapat naik sesempurna sebelah kiri. Meringis dan mencucu (bahasa Jawa) terlihat lucu. Tidak seimbang antara kiri dan kanan.

Kenikmatan berkumur ketika wudhu sementara ini tidak dapat saya rasakan. Saya kangen merasakan berkumur kembali. Kenikmatan memejamkan mata secara sempurna tidak lagi mampir disetiap tidur saya. Oh, betapa nikmatnya tidur dengan mata tertutup sempurna.

Nikmat memang akan terasa setelah hilang dari sisi kita. Nikmat mata. Nikmat kaki. Dan nikmat organ tubuh yang lain baru terasa bila tidak lagi berfungsi. Cobalah rasakan nikmat mata, dengan memejamkan mata sekarang selama dua menit. Gelap. Apalagi dibayangkan kita bila kita tidak dapat melihat seterusnya. Apakah kita siap menerima keadaan tersebut? Saya jadi teringat seorang jamaah subuh dimasjid jami’ di dekat kontrakan di kota Tuban. Orang itu kedua matanya buta, tetapi dia tidak pernah absen shalat jamaah subuh. Selalu duduk dishaf terdepan menunggu adzan subuh. Lalu, kemana perginya orang-orang yang memiliki mata sempurna, menatap dunia penuh dengan warna-warni? Tidak salah satu mensyukuri nikmat dengan berbuat amal saleh? Bukankah datang ke masjid shalat berjamaah itu amal saleh?

Semoga saya dapat mengambil hikmah dari semua ini, saya masih bersyukur kepada Alloh Ta’ala beristigfar dan merenungi ke belakang perjalanan hidup yang tersisa ini. Amin.

“Dan jadikanlah kami hambu-Mu yang pandai bersyukur atas nikmat-nikmat-Mu, memuji atas nikmat-Mu itu. Ya, Alloh sempurnakanlah nikmat-nikmat untuk kami, ya Alloh sebagaimana telah Engkau berikan kepada kami nikmat itu, maka tambahkanlah. Tiada kehidupan hakiki kecuali kehidupan akhirat.”

“Ya, Alloh ampuni dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, anak-anak kami, guru-guru kami, saudara-saudara seagama kami, sahabat-sahabat karib kami, orang-orang yang mencintai kami karena Engkau, orang-orang yang pernah berbuat baik kepada kami, dari kaum mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat, wahai Tuhan yang mengatur alam semesta.” []

Ikhlas, Apa Itu?

April 19, 2009

IkhlasKemarin malam saya kedatangan seorang teman. Lama tidak berjumpa dengannya. Kami berbincang mengenai keluarga, pekerjaan, dakwah hingga makanan kesukaan masing-masing. Sampai pada saat perbincangan tentang ikhlas. “Mas, saya saat ini belajar ikhlas, namun saya belum menemukan ikhlas itu apa?” begitu dimulai membuka pertanyaan. “Saya buka literatur yang membahas tentang itu, mulai dari Quantum Ikhlas, Zona Ikhlas yang sampai berjilid-jilid, dan metode-metode ikhlas lain”, lanjutnya. “Ikhlas itu apa sih, bagaimana mewujudkan ikhlas dalam setiap amal ibadah dan perbuatan kita sehari-hari”, lanjutnya mengebu-gebu.

Saya berpikir sejenak. Ikhlas, satu kata penerapannya sangat sulit dikehidupan kita. Saya sendiri belajar, ya masih belajar menerapkan ikhlas disetiap amal ibadah dan perbuatan saya.  Ikhlas yang saya dapatkan dari guru saya, Abi Ust. Ihya’ sangat sederhana dan itu menjadikan ikhlas yang saya terapkan. Walaupun belum sempurna. Abi Ust. Ihya’ memberikan makna ikhlas sangat simple dengan memberikan umpama:

“Kalau kamu menginginkan ikhlas disetiap perbuatan dan amal ibadah kamu berlakulah seperti orang membuang hajat (air besar)”

ikhlas-2Ya, seperti orang membuat hajat (air besar). Orang membuang hajat (air besar) ingin segera berlepas dari itu. Ia ingin membuangnya dan tidak ingin meminta lagi. Ketika membuangpun ia tidak melihatnya. Ia tidak ingin ada orang yang sampai tercium baunya. Malu. Begitu ia keluar dari kamar mandi, ia sudah tidak mengingatnya lagi.

Itulah ikhlas. Demikian guru saya menjelaskan tentang ikhlas. Mampukah kita menerapkan disetiap perbuatan dan amal ibadah kita sehari-hari?

[]

Judul di atas adalah ucapan untuk Iman, anak saya yang bersekolah di Insan Kamil, dari Ustadzah Eva, gurunya.

Iman akan bertanding Baseball di Surabaya. Ahad 9 Nopember 2008 lalu pertandingan putaran pertama di lakukan. Pertandingan ini dalam rangka Piala Koni 2008. Putaran kedua dilakukan minggu depannya, tanggal 15 Nopember 2008.

Iman sebenarnya baru saja ikut latihan 1 kali. Hawks Softball/Baseball klub nama perkumpulan yang ia ikuti. Dasar Iman, ketika ia ditawari ikut pertandingan langsung saja ia mengiyakan. Terbayang bagaimana ia bertanding hanya dengan modal 1 kali latihan?

Semoga menang Man, Tetap Semangat!

[]