<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Bacalah... &#187; Cerita Mini</title>
	<atom:link href="http://warungbaca.wordpress.com/category/cerita-mini/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://warungbaca.wordpress.com</link>
	<description>Membaca, membaca dan membaca.</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Nov 2009 01:23:03 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='warungbaca.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/28650af9e7bc6ac7279a43e36a9985c4?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Bacalah... &#187; Cerita Mini</title>
		<link>http://warungbaca.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Mantera Mengusir Pencuri</title>
		<link>http://warungbaca.wordpress.com/2009/04/16/mantera-mengusir-pencuri/</link>
		<comments>http://warungbaca.wordpress.com/2009/04/16/mantera-mengusir-pencuri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2009 08:51:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warungbaca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Mini]]></category>
		<category><![CDATA[kyai]]></category>
		<category><![CDATA[mantera]]></category>
		<category><![CDATA[syirik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warungbaca.wordpress.com/?p=329</guid>
		<description><![CDATA[Merasa sudah kehabisan cara untuk menyadarkan masyarakat sekitarnya agar tidak lagi mempercayai tahayul-tahayul dan syirik, seorang kyai mengumpulkan mereka lantasa berkata, “Sudara-saudara, apakah saudara-saudara ingin agar rumah kalian selamat tidak dimasuki pencuri?”
“Ingin…” jawab yang hadir.
“Saya punya mantera yang manjur, yaitu kata-kata keramat yang dapat membuat takut pencuri,” ujar kyai. “Maukah Saudara-saudara menghafalnya?”
“Mau…!”
“Ayo kita baca ramai-ramai: [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&blog=2924979&post=329&subd=warungbaca&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal">Merasa sudah kehabisan cara untuk menyadarkan masyarakat sekitarnya agar tidak lagi mempercayai tahayul-tahayul dan syirik, seorang kyai mengumpulkan mereka lantasa berkata, “Sudara-saudara, apakah saudara-saudara ingin agar rumah kalian selamat tidak dimasuki pencuri?”<br />
“Ingin…” jawab yang hadir.<br />
“Saya punya mantera yang manjur, yaitu kata-kata keramat yang dapat membuat takut pencuri,” ujar kyai. “Maukah Saudara-saudara menghafalnya?”<br />
“Mau…!”<br />
“Ayo kita baca ramai-ramai: “Hong Wilaheng Kejebreng Gombreng.”<br />
Orang-orang pun dengan gembira menghafalkan kalimat mantera yang aneh itu.</p>
<p class="MsoNormal">Kemudian kyai melanjutkan, “Manteranya memang gampang, tetapi harus dikerjakan dulu syaratnya, yaitu Saudara-saudara harus datang lagi kemari membawa ayam panggang dan nasi, tiap orang satu ekor dan sebakul nasi putih.”</p>
<p class="MsoNormal">Karena mereka sudah begitu mendalam mempercayai kesaktian jimat-jimat, maka keesokan harinya mereka menyerahkan semua syarat yang diminta itu kepada kyai. Orang alim itu menyuruh beberapa muridnya agar seluruh bawaan mereka diserahkan dan dibagikan kepada para penghuni sebuah panti asuhan anak-anak terlantar.</p>
<p class="MsoNormal">Sesudah itu kyai berkata pula, “Nah, sekarang syaratnya sudah terpenuhi. Kini tinggal mendengarkan bagaimana cara-cara mengamalkan mantera itu. Hong Wilaheng Kejebreng Gombreng harus dibaca sesudah isya sambil mengelilingi rumah tiap malam.”<br />
“Berapa kali keliling?”<br />
“Terserah kemampuan masing-masing,” jawab sang kyai.<br />
“Apa betul-betul manjur itu?” tanya mereka ragu-ragu.<br />
Kyai menyahut, “Manjur sekali, asalkan kalian membacanya keras-keras sambil mengitari rumah dari jam sembilan malam hingga jam 4 pagi.”</p>
<p class="MsoNormal">Mendengar penjelasan kyai tadi, masyarakat mulai ribut karena tata cara mengerjakannya begitu berat. Tentu saja pencuri tak akan berani masuk sebab melaksanakan tata cara itu sama halnya dengan meronda rumah sendiri sepanjang malam. Kalaupun ada pencuri masuk, jelas ia pencuri tolol atau nekat.[]</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/warungbaca.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/warungbaca.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/warungbaca.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/warungbaca.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/warungbaca.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/warungbaca.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/warungbaca.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/warungbaca.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/warungbaca.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/warungbaca.wordpress.com/329/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&blog=2924979&post=329&subd=warungbaca&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warungbaca.wordpress.com/2009/04/16/mantera-mengusir-pencuri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2e29bd9c4230c4876b996a195958bdf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Faim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sendau Gurau Nabi saw.</title>
		<link>http://warungbaca.wordpress.com/2009/04/01/sendau-gurau-nabi-saw/</link>
		<comments>http://warungbaca.wordpress.com/2009/04/01/sendau-gurau-nabi-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 06:15:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warungbaca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Mini]]></category>
		<category><![CDATA[becanda nabi saw.]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warungbaca.wordpress.com/?p=310</guid>
		<description><![CDATA[Seorang nenek lanjut usia datang kepada Nabi saw. Dengan sedih dan khawatir ia berkata, &#8220;Ya Rasulullah, apakah saya dapat masuk surga?&#8221;
Nabi mengerutkan kening, lalu dengan suara sungguh menyesal dia menjawab, &#8220;Maaf, Nek, di surga tidak ada orang tua&#8221;. Maka nenek-nenek itupun menangis tersedu-sedu menyesali nasibnya sebagai orang tua. Tetapi Nabi cepat menyambung ucapannya, &#8220;Maksud saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&blog=2924979&post=310&subd=warungbaca&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-size:x-small;">Seorang nenek lanjut usia datang kepada Nabi saw. Dengan sedih dan khawatir ia berkata, &#8220;Ya Rasulullah, apakah saya dapat masuk surga?&#8221;</span><span style="font-size:x-small;"><br />
Nabi mengerutkan kening, lalu dengan suara sungguh menyesal dia menjawab, &#8220;Maaf, Nek, di surga tidak ada orang tua&#8221;.</span><span style="font-size:x-small;"> Maka nenek-nenek itupun menangis tersedu-sedu menyesali nasibnya sebagai orang tua. Tetapi Nabi cepat menyambung ucapannya, &#8220;Maksud saya bukan nenek tidak akan masuk surga&#8221;.</span><br />
<span style="font-size:x-small;">&#8220;Jadi?&#8221;</span><br />
<span style="font-size:x-small;">&#8220;Nenek bakal masuk surga, tetapi di sana nenek akan muda lagi&#8221;, ucap Nabi melegakkan.</span><br />
<span style="font-size:x-small;">Maka nenek tua itu pun tertawa gembira membayangkan nasibnya yang akan jadi perawan kembali di surga. Begitulah cara Nabi bercanda. Sekedar menyegarkan suasana, namun tetap menjaga agar selorohnya dapat membahagiakan orang lain, bukan menyakiti atau menyinggungnya.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">[]<br />
</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/warungbaca.wordpress.com/310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/warungbaca.wordpress.com/310/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/warungbaca.wordpress.com/310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/warungbaca.wordpress.com/310/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/warungbaca.wordpress.com/310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/warungbaca.wordpress.com/310/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/warungbaca.wordpress.com/310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/warungbaca.wordpress.com/310/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/warungbaca.wordpress.com/310/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/warungbaca.wordpress.com/310/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&blog=2924979&post=310&subd=warungbaca&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warungbaca.wordpress.com/2009/04/01/sendau-gurau-nabi-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2e29bd9c4230c4876b996a195958bdf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Faim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kikir</title>
		<link>http://warungbaca.wordpress.com/2009/03/17/kikir/</link>
		<comments>http://warungbaca.wordpress.com/2009/03/17/kikir/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2009 10:02:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warungbaca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Mini]]></category>
		<category><![CDATA[kikir]]></category>
		<category><![CDATA[pelit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warungbaca.wordpress.com/?p=294</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lama pengemis itu berdiri di depan sebuah rumah gedung yang mirip istana. Karena merasa terganggu, yang punya rumah menyuruh pelayannya untuk mengusir pengemis tersebut. Tetapi pengemis tersebut tidak bergeming dari tempatnya. Ia menjawab, &#8220;Saya datang tidak untuk disuruh pergi begitu saja, Saya datang untuk bertemu yang punya rumah ini. Saya adalah tamu, dan tamu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&blog=2924979&post=294&subd=warungbaca&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sudah lama pengemis itu berdiri di depan sebuah rumah gedung yang mirip istana. Karena merasa terganggu, yang punya rumah menyuruh pelayannya untuk mengusir pengemis tersebut. Tetapi pengemis tersebut tidak bergeming dari tempatnya. Ia menjawab, &#8220;Saya datang tidak untuk disuruh pergi begitu saja, Saya datang untuk bertemu yang punya rumah ini. Saya adalah tamu, dan tamu harus dihormati, kalau tidak mau didatangi tamu, jangan bikin rumah ditepi jalan&#8221;.</p>
<p><span id="more-294"></span></p>
<p>Jawaban ini dilaporkan oleh pelayan kepada majikannya. Maka orang kaya yang gendut itu segera keluar dengan jengkel. Ia menghardik, &#8220;Ada perlu apa?&#8221;</p>
<p>&#8220;Saya mau minta hak saya sendiri sebagai orang tidak punya&#8221;.<br />
&#8220;Hak apa?&#8221;<br />
&#8220;Sedekah&#8221;.<br />
&#8220;Tidak ada uang kecil,&#8221; jawab si hartawan ketus.<br />
&#8220;Yang besar juga boleh,&#8221; bantah pengemis.<br />
&#8220;Yang kecil saja tidak ada, apalagi yang besar,&#8221; sahut si kikir tidak kehabisan dalih.</p>
<p>Dalam urusan harta ia memang kikir, tetapi soal berbicara ia amat royal dan kuat mengobral janji sebanyak-banyaknya.</p>
<p>Dengan mendongkol pengemis berkata, &#8220;Perkenankan saya minta makanan saja&#8221;.<br />
&#8220;Tidak ada&#8221;, jawab si kikir tambah sebal.<br />
&#8220;Biarlah sisa roti atau nasi kalau ada&#8221;, ujar pengemis belum putus asa.<br />
&#8220;Tidak punya&#8221;.<br />
&#8220;Pakaian bekas?&#8221;<br />
&#8220;Tidak ada&#8221;.<br />
&#8220;Yang baru juga boleh&#8221;.<br />
&#8220;Yang bekas aja tidak ada, apalagi yang baru&#8221;, sahut si bakhil mendongkol. &#8220;Kalau begitu, tolong saya minta segelas air&#8221;, ucap pengemis karena kehausan.<br />
&#8220;Tidak ada&#8221;, sahut si kikir tetap keras wataknya.<br />
&#8220;Jadi, apa artinya Tuan tinggal di gedung yang indah ini kalau tidak punya apa-apa? Lebih baik Tuan ikut saya saja&#8221;.<br />
&#8220;Ikut kamu? Kemana?&#8221; tanya si hartawan yang bakhil keheranan.<br />
&#8220;Mengemis. Sebab Tuan tidak punya apa-apa lagi&#8221;, ujar pengemis dengan marah.  []</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/warungbaca.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/warungbaca.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/warungbaca.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/warungbaca.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/warungbaca.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/warungbaca.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/warungbaca.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/warungbaca.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/warungbaca.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/warungbaca.wordpress.com/294/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&blog=2924979&post=294&subd=warungbaca&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warungbaca.wordpress.com/2009/03/17/kikir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2e29bd9c4230c4876b996a195958bdf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Faim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tiada Kejahatan yang Tak Berbalas</title>
		<link>http://warungbaca.wordpress.com/2009/03/03/tiada-kejahatan-yang-tak-berbalas/</link>
		<comments>http://warungbaca.wordpress.com/2009/03/03/tiada-kejahatan-yang-tak-berbalas/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2009 10:45:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warungbaca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Mini]]></category>
		<category><![CDATA[kejahatan]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Musa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warungbaca.wordpress.com/?p=270</guid>
		<description><![CDATA[Seorang penunggang kuda yang masih muda belia tampak begitu kelelahan dan kehausan. Karena itu, tatkala tiba di suatu wadi yang bening airnya dengan tanaman rindang di sekelilingnya, penunggang kuda itu menghentikan kudanya dan turun di tempat tersebut.
Ia berbaring, lalu meletakkan sebuah bungkusan di sampingnya. Matahari sangat terik, namun di situ amat teduh, sehingga ia jatuh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&blog=2924979&post=270&subd=warungbaca&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Seorang penunggang kuda yang masih muda belia tampak begitu kelelahan dan kehausan. Karena itu, tatkala tiba di suatu wadi yang bening airnya dengan tanaman rindang di sekelilingnya, penunggang kuda itu menghentikan kudanya dan turun di tempat tersebut.</p>
<p>Ia berbaring, lalu meletakkan sebuah bungkusan di sampingnya. Matahari sangat terik, namun di situ amat teduh, sehingga ia jatuh tertidur pulas tanpa disengaja. Ia tidur lelap setelah memuaskan dahaganya dengan menghirup air bening di wadi tersebut.<br />
Ketika ia terjaga, matahari mulai agak condong. Padahal ia sedang mengejar waktu karena ibunya sakit keras. Nampaknya ia anak orang yang kaya-raya, terlihat dari pakaiannya yang mewah dan kudanya yang mahal.</p>
<p>Pemuda itu terkejut sekali menyadari hari telah menjelang sore. Maka dengan tergesa-gesa ia melompat ke punggung kudanya. Bungkusannya tertinggal sebab ia hanya berpikir untuk segera tiba di rumah, akan menunggui ibunya yang sedang sekarat. Bapaknya sudah meninggal dibunuh orang beberapa tahun berselang.</p>
<p><span id="more-270"></span></p>
<p>Tidak berapa lama setelah ia meninggalkan tempat tersebut, seorang penggembala lewat tempat itu pula. Ia terkesima melihat ada sebuah bungkusan kain tergeletak di bawah pohon. Diambilnya bungkusan itu, lalu dibawanya pulang ke gubuk yang buruk. Alangkah gembiranya hati si anak gembala tatkala ternyata bungkusan itu berisi emas dan permata yang pasti amat berharga. Ia yatim piatu dan masih sehingga dianggapnya penemuan itu merupakan hadiahnya baginya.</p>
<p>Waktu tempat tadi sudah sepi, seorang kakek yang bungkuk berjalan terseok-seok melalui wadi tersebut. Lantaran capek, ia pun duduk beristirahat di bawah pohon yang rimbun. Belum lagi ia sempat melepaskan lelah, anak muda penunggang kuda yang tertidur di situ tadi datang kembali hendak mengambil bungkusannya yang terlupa. Ia memacu kudanya bagaikan kesetanan agar belum ada orang yang menjumai miliknya.</p>
<p>Tatkala ia sampai, alangkah terkejutnya pemuda tersebut melihat bahwa di bawah pohon tempatnya beristirahat tadi kini terdapat seorang kakek. Dan ia lebih terperanjat lagi hingga pucat wajahnya ketika dilihatnya bungkusan kainnya sudah lenyap dari situ.</p>
<p>Maka pemuda itu dengan suara keras bertanya kepada si kakek, “Mana bungkusan yang tadi di sini?”<br />
“Saya tidak tahu, “jawab kakek dengan gemetar.<br />
“Jangan bohong!” bentak si pemuda.<br />
“Sungguh, waktu saya tiba di sini, tidak ada apa-apa kecuali kotoran kambing.”<br />
“Kurang ajar! Kamu sudah tua, bukan? Mau mempermainkan aku? Pasti engkau yang mengambil bungkusanku dan menyembunyikannya di suatu tempat. Ayo, kembalikan! Bungkusan itu baru diambil dari kawan ayahku kepadanya diserahkan kepadaku kalau aku sudah dewasa, yaitu sekarang ini. Kembalikan!”<br />
“Sumpah, Tuan, saya tidak tahu,” sahut kakek tersebut makin ketakutan.<br />
“Kurang ajar! Bohong! Ayo, serahkan kembali. Bila tidak, tahu rasa nanti,” hardik si pemuda tambah berang.<br />
Lantaran memang kakek itu tidak tahu apa-apa, maka ia tetap bersikeras bahwa ia tidak melihat bungkusan tersebut, bahwa ia tidak mengambil atau menyembunyikan bungkusan mahal itu.<br />
Si pemuda makin temberang dan tidak dapat mengendalikan kemarahannya lagi. Karena itu dicabutnya sebilah pedang pendek dari pinggangnya, dan kakek tadi dibunuhnya dengan darah dingin. Lantas, sesudah dicarinya kesana kemari tidak ditemukannya juga, ia pun melompat ke atas kudanya dan memacunya menuju kampung halamannya. Hatinya mendongkol, marah dan kecewa.</p>
<p>Berita ini ditanyakan kepada Nabi Musa as. Oleh salah seorang muridnya:<br />
“Wahai Nabiyullah. Bukankah cerita tersebut justru menunjukkan ketidakadilan Tuhan?”<br />
“Maksudmu?” tanya Nabi Musa as.<br />
“Kakek itu tidak berdosa, tetapi harus menanggung malapetaka yang tidak patut diterimanya. Sedangkan si anak gembala yang menggantongi harta itu malah bebas, tidak mendapatkan balasan setimpal.”<br />
“Tuhan tidak adil?”, ucap Nabi Musa terbelalak. “Masya Allah. Dengarkan baik-baik latar belakangnya. Tanpa setahu yang mengalami peristiwa tersebut, sebenarnya rentetan kejadian itu adalah bukti keadilan Tuhan dalam membalas perbuatan hamba-Nya..”</p>
<p>Kemudian Nabi Musa as pun berkisah :<br />
“Ketahuilah, dahulu ada seorang petani hartawan dirampok semua perhiasan dan harta benda miliknya oleh dua orang bandit kejam. Setelah berhasil, dalam membagi harta rampokan itu terjadi kecurangan. Salah seorang bandit itu sangat tamak, sehingga harta rampokan itu dikuasainya sendiri. Maka bandit yang kedua pun jadi marah dan dendam, sehingga pada suatu hari bandit yang serakah itu dibunuhnya. Tahukah kamu siapa bandit yang kedua, yang membunuh kawannya? Dia adalah kakek bungkuk yang dibantai oleh penunggang kuda itu. Dan siapa pula bandit pertama yang dibunuh? Dia adalah ayah dari pemuda yang membunuh si kakek . Di sini berarti nyawa di bayar nyawa. Adapun petani hartawan yang hartanya dikuras oleh kedua bandit tersebut adalah ayah dari anak yatim piatu yang mengambil bungkusan kain tadi. Itu keadilan Tuhan juga. Harta kekayaan telah kembali kepada yang berhak, dan kejahatan kedua bandit tersebut telah memperoleh balasan yang setimpal, meskipun peristiwanya tidak berlangsung tepat pada saatnya, namun toh sesuai dengan kejahatan mereka?”</p>
<p>[]</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/warungbaca.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/warungbaca.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/warungbaca.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/warungbaca.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/warungbaca.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/warungbaca.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/warungbaca.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/warungbaca.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/warungbaca.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/warungbaca.wordpress.com/270/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&blog=2924979&post=270&subd=warungbaca&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warungbaca.wordpress.com/2009/03/03/tiada-kejahatan-yang-tak-berbalas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2e29bd9c4230c4876b996a195958bdf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Faim</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>