Kejernihan Hati

April 26, 2012

Kejernihan Hati Ketika hati bersih dari karatnya dan jiwa sadar dari bius hawa, manusia dapat melihat berbagai aibnya. Sayyidina Umar bin Khattab ra. berkata, “Semoga Alloh merahmati seseorang yang menunjukkan aib-aibku kepadaku.”

Orang yang berakal selalu berusaha memperbaiki dirinya dan memperkecil aibnya. Sebab, setiap manusia pasti memiliki kekurangan dan aib. Orang yang berakal akan mengetahui aib dan kekurangannya, sedangkan orang yang dungu tidak akan mampu melihat aib dan kekurangan-kekurangannya. Ia tenggelam dalam lautan hawa sehingga tidak dapat membedakan antara baik dan buruk yang berada dalam nuraninya. Dia pikir dirinya adalah manusia yang paling sempurna. Padahal orang yang memiliki sedikit akal sehat saja dapat melihat kekurangannya.

Ketika seorang yang memiliki semangat tinggi mengetahui bahwa dirinya memiliki sifat sombong dan perasaan lebih mulia dari orang lain, dia pun segera membenci dirinya. Dia mengetahui bahwa sifat ini sangat buruk dan akan menjauhkan dari Alloh ta’ala.

Sombong adalah salah satu sifat rubûbiyyah (ketuhanan) dan bertentangan dengan ‘ubûdiyyah (penghambaan). Dan masyarakat membenci orang yang sombong. Ketika seorang yang berakal mengethui bahaya kesombongan dan menyadari bahwa sifat ini hanya akan membuat nafs semakin angkuh dan congkak, maka ia akan segera berusaha menghapuskan sifat ini dari dirinya, yaitu dengan bergaul bersama kaum miskin dan orang-orang yang tidak ingin dikenal (khumûl). Ia akan merendahkan dirinya dan meneladani kaum fakir.

Setan terkadang mengatakan kepada manusia bahwa kesombongan akan mengekalkan kedudukan dan kehormatannya. Akhirnya ia jadikan kesombongan sebagai penunjang hidupnya dan metode untuk memperbaiki keadaanya. Padahal kesombongan itu justru akan membuatnya dibenci dan direndahkan masyarakat. Hati manusia pun berpaling darinya.

Orang yang suka merendahkan diri dicintai oleh masyarakat dan kehidupannya menjadi baik. Lihatlah bagaimana masyarakat memuliakan orang yang merendahkan diri dan menghinakan orang yang sombong.

Sungguh bodoh manusia yang merasa dirinya paling sempurna dan senang dengan keadaannya yang buruk. Seandainya mengetahui kekurangannya, maka ia akan menangis. Seseorang berkata, “Orang yang memiliki kekurangan tidak menyadari kekurangannya. Andaikata menyadarinya, maka jiwanya akan terbelah karena penyesalan.”

Kendati memperoleh berbagai keutamaan dan sifat-sifat mulia yang membuat masyarakat iri kepadanya, orang yang berakal selalu memandang rendah kedudukannya dan mencela dirinya. Hatinya selalu terluka dan sedih karena memikirkan hari akhir dan takut jika kematian mendatanginya secara tiba-tiba. Inilah salah satu keistimewaan akal.

Sedangkan zaman kita ini meyusahkan orang-orang mulia dan menyenangkan orang-orang hina. Seorang penyair berkata:

Kulihat zaman kebodohan menyenangkan penghuninya
Tetapi setiap orang berakal sengsara karenanya
Kedua kaki berjalan di atas dan kepala di bawahnya Zaman merendahkan yang mulia
Dengan memuliakan yang hina
Ia kurangi bagian kaum mulia
Dan muliakan orang-orang dari kelompok yang jahat

Sesungguhnya hanya taufik Alloh ta’ala-lah yang dapat membuat manusia memandang sesuatu dengan benar. Taufik ini mereka peroleh berkat hubungan yang baik dengan Alloh. Perhatikan ucapan Fudhail bin Iyadh rhm. berikut:
“Barangsiapa shidiq dalam berhubungan dengan Alloh, maka Alloh akan memberinya hikmah”

Simaklah pula ucapan seorang arif berikut:

“Barangsiapa mengkhianati Alloh secara sembunyi-sembunyi, maka Alloh akan membuka aibnya di hadapan orang banyak.”

Maknanya, jika manusia durhaka kepada Alloh ta’ala, maka ia akan segera memperoleh siksa yang akan membuatnya tercemar di hadapan manusia. Dia melakukan perbuatan buruk tetapi tidak menyadarinya, sebab hatinya telah berkarat.

Alloh ta’ala mewahyukan: “Sekali-kali tidak demikian, sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.” (QS. Al-Muthaffifin, 83: 14)

Tidak diragukan bahwa berbagai amal yang dikerjakan manusia akan melahirkan berbagai hal dalam hati mereka. Jika amanya baik maka akan melahirkan hal yang baik dan sebaliknya.

Jika manusia beramal dengan benar, membersihkan amalnya dari riya’ dan niat-niat yang merusaknya, maka Alloh akan memberikannya petunjuk, melenyapkan kesesatan hatinya, menyingkapkan tirai yang menutupi bashîrah-nya dan membuat pandangannya menjadi tajam. Sehingga ia dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah; mampu memandang segala persoalan dengan baik dan merasakan kenikmatan batin. Hatinya menjadi taman rekreasi dan peristirahatannya. Sebab, dalam hatinya ia saksikan berbagai keajaiban dan rahasia alam malakût. Jika taufik ini ditopang oleh kekuatan lain, maka ia akan menuju tingkatan paling tinggi yang dicapai oleh hamba-hamba Alloh ta’ala. Tingkatan ini akan dicapai oleh seseorang yang telah memiliki batin sehat, berkemampuan menilai segala sesuatu dengan bashîrah yang tajam dan bebas dari pengaruh hawa yang merusak hati serta memiliki kemampuan untuk meluruskan hatinya. Orang yang telah mencapai tingkatan ini akan selalu mengingat Alloh ta’ala memperhatikan keagungan-Nya, tekun berdzikir kepada-Nya dan menjaga hatinya agar tidak mendengarkan berbagai bisikan buruk yang akan mengotorinya. Inilah tingkatan tertinggi yang dicapai hamba-hamba pilihan Alloh. Amal-amal buruk akan melahirkan hal-hal yang bertentangan dengan apa yang telah kuuraikan di atas. Manusia kadang memiliki suatu kebaikan, tetapi sayang ia lalai dan membiarkan dirinya terjerumus dosa kecil. Dosa ini akan mendorongnya melakukan dosa yang lebih besar. Sebab, keburukan itu saling berhubungan. Satu keburukan akan menarik seseorang untuk melakukan keburukan lain. Dosa-dosa kecil itu akan menghasilkan berbagai dosa besar. Manusia yang membuka pintu hatinya untuk bermaksiat, hatinya akan berkarat dan buta, bashîrah-nya menjadi gelap dan urusannya kacau.

Seseorang kadang memiliki niat yang benar, tetapi keadaan mendorongnya untuk berbuat buruk. Kadang ia lebih mengutamakan ketaatan, tetapi tidak mampu melakukannya karena tidak memperoleh taufik. Hawa kemudian menuntunnya untuk melakuan dosa-dosa tersembunyi yang ia kira sebagai ketaatan. Ia tidak menyadarinya, sebab, bashîrah-nya telah tertutup kegelapan yang ditimbulkan oleh kedurhakaannya kepada Alloh ta’ala.

Beginilah keadaan manusia, jika mereka taat dan ikhlas dalam beramal maka Alloh akan menerangi bashîrah-nya dan memberi hati mereka petunjuk. Tetapi, jika durhaka dan bermaksiat kepada-Nya secara terang-terangan, maka hawa akan menguasai mereka, membutakan hati mereka dan merusak kehidupan mereka. Oleh karena itu wahai saudaraku, waspadalah terhadap keadaan yang menakutkan ini. Dekatkanlah dirimu kepada Alloh dengan shidiq sehingga Ia menyelamatkanmu dari berbagai keburukan dan bencana.[]

Menjadi Manusia Akhirat

March 13, 2012

Sayyidina Umar ra. berkata ketika beliau memanjatkan doa, “Aku tidak memiliki obsesi agar doa itu terkabul. Obsesiku hanyalah keinginan untuk mengucapkan doa. Karena apabila aku terinspirasi untuk berdoa, pengabulan doa itu pasti datang beriringan tatkala doa itu diucapkan.”

Sungguh dalam perkataan Umar bin Khattab ra. Sebab memang tidak semua doa akan terkabul. Misalkan ada orang yang berdoa meminta ditimpakannya sesuatu yang tidak disukai kepada seseorang, dengan alasan apapun, maka doa ini pasti tertolak. Doa seperti ini adalah efek dari kebencian dan permusuhan terhadap seseorang.

Read the rest of this entry »

Segeralah Terangi Kegelapan

February 15, 2012

Jangan melangkah di jalan keputusasaan. Di alam ini terhampar berjuta harapan. Jangan pergi ke arah kegelapan. Di alam ini terdapat banyak cahaya…” Kalimat itu ditulis besar-besar di sebuah papan tulis oleh seorang ulama. Sebelum menuliskan pesan indah itu, dikisahkan seorang murid bertanya, “Wahai Syaikh, bila engkau sudah tidak ada lagi bersama kami, kalimat apa yang dapat kami pegang untuk berhasil menjalani hidup ini?”

Putus asa simbol ketidakberdayaan dan gelap adalah simbol kesesatan. Dalam hidup ini, ternyata ada sebagian orang yang lebih cenderung asyik dengan keputusasaan, kekecewaan dan kehilangan harapan. Meskipun kalau mau, ia bisa mendapatkan banyak keadaan yang membuatnya optimis, bersemangat dan penuh harapan. Ternyata, memang ada pula sekelompok orang yang cenderung asyik berada dalam gelap. Meskipun kalau mau, ia sebenarnya bisa mengetahui betapa luasnya hidup dan betapa banyak cahaya yang bisa menerangi jalan dihadapannya. Orang yang sudah putus harapan dan lebih suka ada dalam kegelapan adalah kelompok orang yang sama sekali tak merasakan bahagia dan indahnya hidup.

Read the rest of this entry »

Hari-hari Bahagia

September 22, 2011

Ini adalah hari-hari bahagia. Kebahagiaan yang dating beriring ombak keharuan yang menggetarkan jiwa. Kebahagiaan yang dating bersama perenungan. Kebahagiaan yang menenggelamkan kita pada lautan istighfar, permohonan ampun terhadap segala salah dan dosa. Ya. Bahagia. Karena kini kita berada di bulan Sya’ban. Dan tidak lama lagi kita akan dihadiri bulan yang sangat dirindukan, bulan  suci, bulan penuh hamparan barokah, bulan penuh ampunan, bulan ibadah, bulan jihad, bulan Ramadhan. “Ya Alloh, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban. Dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan.”

Terlalu cepat dan bahkan nyaris tak terasa bila kita kini telah memasuki kembali bulan Sya’ban. Bulan yang menjadi bulan ibadah istimewa bagi Rasulullah selain bulan Ramadhan. Imam An Nasai meriwayatkan sebuah hadits, bahwa Usamah bin Zaid ra. berkata pada Rasul saw. “Ya Rasulullah, saya tidak pernah melihatmu berpuasa dalam satu bulan dari bulan-bulan yang ada seperti puasamu di bulan Sya’ban.” Rasul saw. Bersabda, “Itulah bulan yang manusia lalai darinya antara Rajab dan Ramadhan. Dan merupakan bulan yang di dalamnya diangkat semua amal kepada Rabbul Alamin. Dan aku suka untuk diangkat amalan aku sedangkan aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. An Nasai. Lihat Shahih Targhib wat Tarhib / 425)

Read the rest of this entry »

Bulan Ramadhan yang telah kita jalani beberapa waktu lalu terasa masih meninggalkan kesan mendalam pada jiwa. Umat Islam seluruh dunia serentak menjalankan puasa, tarawih, tadarus, i’tikaf, dan amal ibadah yang lain. Pada bulan itu kita mengendalikan diri dari perbuatan haram dan dosa, memiliki solidaritas tinggi terhadap kaum fakir miskin, konsen dengan infaq dan sedekah, serta giat berdoa dan berdzikir.

Amal-amal itu mencapai puncaknya bersamaan dengan bergemanya seruan takbir pada hari raya Idul Fitri. Kita bertakbir sebagai ungkapan rasa menang atas berbagai tes keimanan yang menegangkan pada sebulan sebelumnya. Dengan Idul Fitri, kita bersama boleh bersuka cita, bersua dengan keluarga, makan, minum. Hal ini merupakan hidayah Alloh swt yang patut disyukuri. Difirmankan dalam Al Qur’an, yang artinya:

Dan hendaklah kamu menyempurnakan bilangan (Ramadhan) dan hendaklah kamu bertakbir atas hidayah yang diberikan kepadamu, dan agar kamu bersyukur. (QS Al Baqarah: 185)

Read the rest of this entry »

Semoga hidayah Alloh swt. Tetap menyertai kita. Mari pererat lagi jabatan tangan kita. Mendekatlah lagi, bersama-sama menghimpun tekad untuk melangkah bersama melewati dinding hidup dan jalan perjuangan yang semakin terjal. Jangan lepaskan tangan saudaramu, dari jalan ini. Rengkuh dia dan tarik untuk tetap berada di sini, dan tidak jatuh.

Kita semua, haus dengan untaian kata, teguran, peringatan yang bisa merasuk dalam jiwa dan mengesankan dalam hati.

Kita membutuhkan nasihat yang bisa menggugah pikiran, menghentak perasaan, mengembalikan kesadaran dari kelalaian.

Kita semua memerlukan sikap tegas, jujur, terbuka yang dapat menunjukkan aib dan kekeliruan. Seperti kata Rasulullah saw. agama itu adalah nasihat. Maka pelaksanaan  nilai-nilai petunjuk Alloh, sulit bisa dilaksanakan tanpa adanya nasihat.

Read the rest of this entry »

Jika lewatlah engkau, Sya’ban, berarti tertinggal kenangan lama tentang hari dan waktu. Ya, seperti malam-malam nishfu yang dahulu, kami semua berkumpul di masjid setelah maghrib. Shalat sunnah dua rakaat, membaca Yasin tiga kali, lantas bertahlil ramai-ramai.

Setelah itu air bening yang sudah ditaburi dengan doa diperebutkan oleh anak-anak kecil. Bukan dengan keyakinan memperpanjang umur, tetapi sekedar perlambang bahwa malam itu rahmat Alloh turun melimpah-limpah laksana air, dan kami sudah siap menghirupnya.

Menurut Nabi, ibadah manusia dalam bulan Sya’ban dilipatgandakan pahalanya oleh Alloh. Dan dikatakan oleh para ahli hikmah, Sya’ban adalah bulan untuk membersihkan hati.

Read the rest of this entry »

Khusyu’

June 16, 2011

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat dahulu menganggap shalat sebagai terminal istirahat. Saat jiwa terasa letih oleh beban perjuangan dan saat tubuh penat oleh berbagai tujuan hidup, generasi terbaik ini mendirikan shalat untuk melepas lelah. Rasulullah pernah meminta Bilal untuk mengumandangkan adzan dengan mengatakan, “Wahai Bilal, tentramkan hati kami dengan shalat….” (HR. Daruquthni)

Shalat memang supplier ruhani dan pemompa mental. Tanpa shalat, jiwa manusia mungkin saja tak mampu menanggung beban dalam menjalani hidup. Bagi orang yang kerap mengalami penderitaan, shalatlah yang menjadi tempat menumpahkan segala perasaan, menjadi kesempatan mengadu dan waktu mencurahkan semua harapan. Bagi seorang pejuang, seorang juru dakwah, shalat juga yang menjadikannya kuat memikul semua problem dan tantangan yang menghadangnya.

Bersyukurlah kita, Alloh subhana wata’ala mewajibkan shalat lima waktu dalam sehari. Dalam lima kesempatan itu artinya, kita memperoleh input energy baru. Semoga Alloh menjadikan kita orang-orang yang merasakan nikmatnya shalat.

Read the rest of this entry »

Ketika Fir’aun terjebak dalam situasi genting. Ketika tubuhnya tak mampu menghadapi tamparan dan hempasan ombak yang menggulung dan melempar-lemparkan tubuhnya bak seonggok mainan. Ketika itu, kesadaran dan kejujurannya terkuak. Kesombongannya hancur, kemunafikan dan kebohongannya hilang. Nurani dan fitrahnya menyeruak sampai akhirnya ia mengaku beriman kepada Alloh subhana wata’ala. “Amantu birabbi muusa waa haaruun.” Aku beriman kepada Tuhannya Musa dan Harun.

Di saat-saat sempit. Ketika seseorang merasa tidak berdaya menyelamatkan diri dari ancaman bahaya. Di saat manusia dibenturkan dengan kondisi yang sulit. Di antara sengal nafas kepayahan dan kecemasan. Biasanya di kala itu kedekatan dan kepasrahannya semakin kuat kepada Alloh. Di kala itulah ketergantungan tulus lahir dan hanya diberikan kepada Alloh subhana wata’ala.

Read the rest of this entry »

Bersyukurlah Tanpa Putus

December 28, 2010

Ada banyak keterbalikan kita dalam hidup, di mana kita lebih bisa meraba kesulitan daripada meraba kemudahan. Kita, lebih pandai memikirkan beban hidup, ketimbang keringanan hidup yang pasti kita rasakan. Kita lebih sering merasakan hidup ini dari sudut penderitaan, tumpukan masalah, beban jiwa yang berat, tapi sangat jarang melihat hidup dari sisi kelapangan, kesenangan, kemudahan yang lebih banyak kita terima.

Mari merenung sejenak. Pejamkan mata dan hadirkan bagian-bagian dari episode kehidupan yang sudah kita lalui. Rasakanlah peristiwa hidup mana yang begitu menggelayut berat dalam jiwa kita. Lalu lihatlah peristiwa hidup mana yang ternyata bernilai kemudahan, keringanan, keluasan yang kita rasakan dan lalui dalam hidup ini. Tadabburkanlah firman Alloh subhana wata’ala, “Maka, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al Insyirah: 5-6)

Adakah bagian penderitaan lebih dominan dalam hidup kita? Atau bagian keringanan, kemudahan, kelapangan, yang lebih banyak kita rasakan? Kesulitan tidak akan berdiri sendiri. Karena dalam kesempatan, pasti ada keluasan yang diberikan Alloh untuk kita. Karena dalam kesusahan, pasti ada kemudahan yang dihamparkan-Nya untuk kita.

Ucapkanlah “Alhamdulillah” dengan sepenuh nafas dan penghayatan yang dalam. Syukurlah semua fase hidup yang kita alami di sini. Karena ternyata seluruh ruang kehidupan kita tak pernah terlepas dari limpahan rahmat Alloh. Segenap gerak dan langkah kita di sini, selalu diikuti dengan kucuran karunia Alloh yang melimpah ruah. Semua peristiwa yang kita alami di sini, selalu berada di bawah naungan cinta Alloh. Semuanya. Seluruhnya.

Read the rest of this entry »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.