<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Bacalah...</title>
	<atom:link href="http://warungbaca.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://warungbaca.wordpress.com</link>
	<description>Membaca, membaca dan membaca.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Jan 2012 22:08:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='warungbaca.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Bacalah...</title>
		<link>http://warungbaca.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://warungbaca.wordpress.com/osd.xml" title="Bacalah..." />
	<atom:link rel='hub' href='http://warungbaca.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Keluh Kesah Bagian Dari Makarnya Syetan</title>
		<link>http://warungbaca.wordpress.com/2012/01/17/707/</link>
		<comments>http://warungbaca.wordpress.com/2012/01/17/707/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 23:20:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warungbaca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al Islam]]></category>
		<category><![CDATA[keluh kesah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warungbaca.wordpress.com/?p=707</guid>
		<description><![CDATA[Sabda Rasulullah shollallahu alaihi Wasallam لاَ يَتَمَنَّيَنَّ اَحَدُكُمْ اْلمَوْتَ لِضُرٍّ نَزَلَ بِهِ فَاِنْ كَانَ لاَ بُدَّ مُتَمَنِّيًا فَلْيَقُلْ اَللَّهُمَّ اَحْيِنِي مَاكَانَتِ اْلحَيَاةُ خَيْرًا لِي وَتَوَفَّنِي اِذَا كَانَتِ اْلوَفَاةُ خَيْرًالِى.  Janganlah seseorang diantara kamu mengharap-harapkan mati disebabkan penderitaan menimpanya. Jika dia harus mengharapkannya, maka hendaklah dia berdoa:  “ Ya Allah, hidupkanlah aku selama kehidupan baik bagiku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&amp;blog=2924979&amp;post=707&amp;subd=warungbaca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;" dir="RTL">Sabda Rasulullah shollallahu alaihi Wasallam</p>
<p>لاَ يَتَمَنَّيَنَّ اَحَدُكُمْ اْلمَوْتَ لِضُرٍّ نَزَلَ بِهِ فَاِنْ كَانَ لاَ بُدَّ مُتَمَنِّيًا فَلْيَقُلْ اَللَّهُمَّ اَحْيِنِي مَاكَانَتِ اْلحَيَاةُ خَيْرًا لِي وَتَوَفَّنِي اِذَا كَانَتِ اْلوَفَاةُ خَيْرًالِى<em>.</em></p>
<p><em> Janganlah seseorang diantara kamu mengharap-harapkan mati disebabkan penderitaan menimpanya. Jika dia harus mengharapkannya, maka hendaklah dia berdoa:  “ Ya Allah, hidupkanlah aku selama kehidupan baik bagiku dan matikanlah aku jika kematian itu baik bagiku.</em></p>
<p><strong>Tahrij Hadist</strong></p>
<p>Hadist diatas diriwayatkan oleh Imam At Turmudzi  II : 223. dari sahabat Ali bin Hujrin dari Ismail bin Ibrahim dari Abdul Aziz bin Suhaibin dari Anas bin Malik. Hadist diatas juga diriwayatkan dalam kitab shohih Bukhori dan Shohih Imam Muslim.</p>
<p><strong>Makna Hadist</strong></p>
<p>Hadist ini sebagai dalil yang menunjukkan larangan mengharapkan kematian disebabkan bala bencana atau ujian dari Allah. Kesusahan dunia ataupun penderitaan hidup, baik takut kepada musuh, sakit yang tak kunjung sembuh dan lain sebagainya, tidak boleh disesali dengan rasa cemas dan mengeluh (berkeluh kesah). Karena hal ini mengandung indikasi tidak adanya keridhaan dan kesabaran atau kerelaan menerima cobaan. (Subulus salam, 2:185).</p>
<p>Mengharap-harap mati merupakan salah bentuk keluhan yang jarang dialami orang. Keluhan ini sebagai gambaran isi hati yang dirundung derita yang tak kunjung sirna. Keluh kesah dalam jiwa manusia adalah wajar, karena sifat ini salah satu fitrah manusia atau sifat negatif manusia. Sifat ini mempunyai kehendak yang dimotori oleh setan. Sifat keluh kesah ini sama sekali tidak boleh dituruti kehendaknya. Ia akan senantiasa menggambarkan ketidakberdayaan dalam mengarungi kehidupan jauh dari nilai-nilai kesabaran dan kepribadian yang qona’ah. Jika diikuti kemauannya maka stres dan putus asa akan selalu menghantuinya. Allah swt. mensinyalir sifat negatif ini dalam firman-Nya:</p>
<p>اِنَّ اْلِانْسَانَ خُلِقَ هَلُوْعًا. اِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوْعًا. وَاِذَا مَسَّهُ اْلخَيْرُ مَنُوْعًا.</p>
<p>Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. Dan apabila ia mendapat kebaikan (keuntungan) ia amat kikir (QS. Al Ma’arij : 19-21)</p>
<p>Firman-Nya lagi dalam surat Al Fajr : 15-16 yang artinya:</p>
<p>Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakanNya dan diberinya kesenangan, maka dia berkata “Tuhanku telah memuliakanku”. Dan apabila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya maka dia berkata:” Tuhanku menghinakanku”.</p>
<p>Indikasi mendasar diantara isyarat firman Allah diatas, hendaknya manusia menyadari diri bukan menyesali dan menghinakan diri. Memahami dan menganalisa sifat keluh kesah yang berkisar dalam jiwanya. Sehingga hasil analisa jiwa tersebut mencapai titik kesimpulan yang menegaskan bahwa sifat negatif ini merupakan penyakit jiwa yang harus secepatnya mendapatkan perawatan dan pengobatan.</p>
<p>Berikut ini antara lain terapi untuk mengantisipasi keluh kesah yang melebihi kadarnya:<strong></strong></p>
<p><strong>1.      S</strong><strong>abar dan sadar</strong></p>
<p>Salah satu pengertian sabar adalah menerima cobaan yang datang dari Allah swt kemudian diiringi dengan keihlasan dan ketabahan serta usaha yang maksimal. Sementara sadar artinya memahami dan menghayati terhadap kondisi yang dialami. Memahami bahwa berkeluh kesah hanya pelampiasan yang sia-sia. Menghayati bahwa apa yang sedang dirasakana adalah kafarat (penebus) segala kesalahan dan dosa yang pernah diperbuat.</p>
<p>Kesadaran ini pun dapat memberikan pengaruh yang kuat bagi jiwa yang sedang dicoba, kontrol terhadap sesuatu yang mengganggunya. Akhirnya kesabaran yang didukung penuh oleh kesadaran ini mampu membentengi lekuh kesah yang tidak berarti sama sekali.</p>
<p><strong>2.      </strong><strong>Istiqomah dan Optimisme</strong></p>
<p>Istiqomah dan optimisme mendorong orang untuk tahan banting, tidak mengenal takut apalagi putus asa. Baginya tidak ada kata kalah, patah hati, hancur apalagi mengeluh. Istiqomah dapat menjaga eksistensi keberlangsungan iman dan Islam seseorang mukmin, tidak akan surut diterjang maut sekalipun. Ia akan selalu berpegang teguh dengan akidahnya sebagai wujud bahwa dirinya memenuhi janji dan syahadat yang diikrarkannya. Apabila istiqomah dan optimisme ini mampu terpatri dalam hati maka konsekwensinya adalah timbulnya rasa ridho dan syukur serta ketenangan. <strong></strong></p>
<p><strong>3.      </strong><strong>Sholat dan Doa</strong></p>
<p>Sholat, di samping sarana yang menghubungkan langsung antara hamba dan kholiqnya, juga sebagai penolong dan alat kontrol. Dengannya, kesabaran terhadap segala musibah dan bahaya yang senantiasa hadir sebagai ujian atas keimanan ini akan dirasakannya sebagai sarana untuk mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya. Dan ini dapat dirasakan oleh mereka yang shalatnya sejalan dengan anjuran dan ukuran Rasulullah saw. serta dibarengi keihlasan dan kekhusu’an yang mantap. Adapun doa merupakan isyarat permohonan seorang hamba kepada Rabnya atas segala yang ditimpakan-Nya. Doa ini merupakan salah satu barometer ibadah yang paling efektif dan kongkrit dan sebagai artikulasi ketergantungan, kehinaan, kepatuhan dan kerendahan diri kepadaNya. Jika dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Rasulullah maka doa merupakan obat fisik sekaligus mental manusia. Berkaitan dengan ini, dalam fathul bari, Ibnul Hajar setelah beliau membantah yang mengingkari pengobatan dengan doa, berkata “…dan sesungguhnya tidak ada yang mengingkari keagungan doa ini kecuali mereka yang hatinya buta. Sebab telah banyak hadist shahih yang menguatkan statemen ini (berobat dengan doa). Terlebih lagi berobat dengan doa itu terdapat kegunaan yang multi dimensi dibanding berobat dengan yang lainnya. Dalam berdoa terdapat unsur tawadhu’ dan merendahkan diri kepada Allah swt. menahan bencana dengan kekuatan doa identik menangkal serangan panah dengan periasai.</p>
<p>Wallahu a’lam bis showab.<strong></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/warungbaca.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/warungbaca.wordpress.com/707/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/warungbaca.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/warungbaca.wordpress.com/707/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/warungbaca.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/warungbaca.wordpress.com/707/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/warungbaca.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/warungbaca.wordpress.com/707/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/warungbaca.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/warungbaca.wordpress.com/707/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/warungbaca.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/warungbaca.wordpress.com/707/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/warungbaca.wordpress.com/707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/warungbaca.wordpress.com/707/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&amp;blog=2924979&amp;post=707&amp;subd=warungbaca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warungbaca.wordpress.com/2012/01/17/707/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2e29bd9c4230c4876b996a195958bdf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Faim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Balas Dendam</title>
		<link>http://warungbaca.wordpress.com/2012/01/05/balas-dendam/</link>
		<comments>http://warungbaca.wordpress.com/2012/01/05/balas-dendam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 14:52:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warungbaca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Suroboyoan]]></category>
		<category><![CDATA[taksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warungbaca.wordpress.com/?p=701</guid>
		<description><![CDATA[Rehat Sejenak bersama Suroboyoan Wonokairun mlaku mlaku nang TP ijenan katene mejeng, dandane mbois gak gelem kalah ambek ABG. Pas katene mulih dhadhak dirampok nang parkiran. Kuabeh amblas, bronpit disikat, dompet amblas, klambi diplorot kari kampesan thok. Wonokairun ngguondhok pol, toleh-toleh mbrebes mili nang tengah embong. Wonokairun nyobak nyegat taksi, ambek njelasno lek mari dirampok. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&amp;blog=2924979&amp;post=701&amp;subd=warungbaca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Rehat Sejenak bersama Suroboyoan<br />
</strong></p>
<p>Wonokairun mlaku mlaku nang TP ijenan katene mejeng, dandane mbois gak gelem kalah ambek ABG. Pas katene mulih dhadhak dirampok nang parkiran. Kuabeh amblas, bronpit disikat, dompet amblas, klambi diplorot kari kampesan thok. Wonokairun ngguondhok pol, toleh-toleh mbrebes mili nang tengah embong. Wonokairun nyobak nyegat taksi, ambek njelasno lek mari dirampok. Wonokairun janji mbayar taksine nang omah. Tibake supir taksine iku gak percoyo, sombong poll, gak gelem nolong blas malah ngilokno.</p>
<p><span id="more-701"></span></p>
<p>&#8220;Asline wong mbambung ae athik aksi ethok-ethok dirampok ! &#8220;jare supir taksine nang ngarepe wong akeh. Wonokairun loro atine di isin-isin koyok ngono. Wonokairun akhire terpaksa mlaku mulih nang Sepanjang buntelan koran. Cumak yo ngono, Wonokairun dendam pol nang supir taksi iku mau, pokoke ditengeri wonge lemu ireng kopiahan. Aku kudhu isok mbales ngisin-ngisin wong elek iki, pikire Wonokairun.</p>
<p>Minggu ngarepe, Wonokairun dulin nang TP ijenan maneh. Mari wis tuwuk dulin, akhire Wonokairun mulih. Pas metu TP, akeh taksi sing antri golek penumpang. Wonokairun sengojo golek supir taksi sing minggu wingi nglarakno ati, katene balas dendam. Diurut mulai sing paling ngarep, Wonokairun nakoni supir taksine sithok-sithok.</p>
<p>&#8220;Cak, nang Sepanjang piro&#8221; takok Wonokairun.<br />
&#8220;Biasa mbah, borongan ae seket ewu&#8221; jare supir taksine.<br />
&#8220;Mari ngeterno, tak sodomi yo, ojok khawatir ongkose tak tambahi ?&#8221; takok Wonokairun maneh.<br />
&#8220;Wok nggilani !!!, Koen kiro aku iki homo tah mbah. Masio elek, aku iki wong lanang normal mbah, goleko sing liyane ae !&#8221; jare supir taksi iku ambek misuh-misuh tersinggung.</p>
<p>Kuabeh supir taksi sing dijak kencan jawabe podho kabeh ambek misuh-misuh gak karuan, tapi Wonokairun cuek ae. Sampek taksi sing paling mburi, akhire Wonokairun ketemu supir taksi lemu ireng kopiahan sing digoleki. Koyoke supir taksine iku wis lali ambek Wonokairun.</p>
<p>&#8220;Cak, nang Sepanjang piro?&#8221; Wonokairun aksi takok.<br />
&#8220;Biasa ae mbah, seket ewu. &#8221; jare supir taksine.<br />
&#8220;Yo wis, ayok ndhang budhal.&#8221; Wonokairun langsung numpak terus budhal, Wonokairun sempet ngelirik kartu pengenale tibake jenenge Markun. Mergo paling mburi, terpaksa supir taksine iku bengok-bengok ngongkon konco-koncone sing nang ngarep minggir sithik cik isok lewat. Bareng wis mlaku, Wonokairun dadah-dadah nang supir-supir taksi iku, mesam-mesem ambek ngomong &#8220;Eenaaak teennaann . . .&#8221;</p>
<p>Konco-konco supir taksi sing ndhelok Markun malih bingung kuabeh gilo kudhu mukok . . .</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/warungbaca.wordpress.com/701/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/warungbaca.wordpress.com/701/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/warungbaca.wordpress.com/701/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/warungbaca.wordpress.com/701/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/warungbaca.wordpress.com/701/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/warungbaca.wordpress.com/701/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/warungbaca.wordpress.com/701/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/warungbaca.wordpress.com/701/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/warungbaca.wordpress.com/701/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/warungbaca.wordpress.com/701/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/warungbaca.wordpress.com/701/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/warungbaca.wordpress.com/701/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/warungbaca.wordpress.com/701/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/warungbaca.wordpress.com/701/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&amp;blog=2924979&amp;post=701&amp;subd=warungbaca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warungbaca.wordpress.com/2012/01/05/balas-dendam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2e29bd9c4230c4876b996a195958bdf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Faim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Masihkah Jahiliyah?</title>
		<link>http://warungbaca.wordpress.com/2012/01/04/masihkah-jahiliyah/</link>
		<comments>http://warungbaca.wordpress.com/2012/01/04/masihkah-jahiliyah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2012 21:02:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warungbaca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al Islam]]></category>
		<category><![CDATA[jahiliyah]]></category>
		<category><![CDATA[periode kera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warungbaca.wordpress.com/?p=695</guid>
		<description><![CDATA[Catatan Awal Tahun Sayidina Ali Karramallohu Wajha-hu berpendapat, “Annaasu hamaj” (manusia itu liar). Dipandang dari pendapat menantu Rosululloh ini kiranya tak berlebihan bila manusia disebut tak berbeda jauh dengan binatang. Manusia dan binatang sama-sama liar, tak beraturan, buas, dan ganas. Binatang itu tak akan membedakan makanan halal atau haram yang ditelannya. Binatang juga tidak memandang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&amp;blog=2924979&amp;post=695&amp;subd=warungbaca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Catatan Awal Tahun</p>
<p>Sayidina Ali Karramallohu Wajha-hu berpendapat, “Annaasu hamaj” (manusia itu liar). Dipandang dari pendapat menantu Rosululloh ini kiranya tak berlebihan bila manusia disebut tak berbeda jauh dengan binatang. Manusia dan binatang sama-sama liar, tak beraturan, buas, dan ganas. Binatang itu tak akan membedakan makanan halal atau haram yang ditelannya. Binatang juga tidak memandang perilakunya sah secara hukum atau batil. Binatang pun tampak tidak mengindahkan nilai-nilai adab kesopanan.</p>
<p>Maka, atas keliarannya ini manusia dituntut untuk mewujudkan berdirinya suatu institusi yang berperan mengarahkannya, membimbingnya, membinanya, dan mempersatukannya. Bersamaan dengan itu manusia pun menegakkan peraturan atau hukum yang menjamin kebaikannya yang dipatuhi dan ditaati. Institusi yang harus ada itu dalam sejarah Islam dikenal dengan Daulah Islamiyah atau Khilafah Islamiyah (pemerintahan Islam) sementara peraturan atau hukumnya ialah pera-turan atau perundang-undangan Islam.</p>
<p><span id="more-695"></span></p>
<p>Dari sini bisa dipahami pendapat yang mengemuka di tanah air bersamaan muncul kembalinya isu seputar NII (Negara Islam In-donesia). Pendapat itu menyebut selama umat Islam belum memiliki pemerintahan yang komprehensif dan integratif, maka zaman tetap dikategorikan zaman jahiliyah. Artinya, zaman itu mencerminkan manusia masih berpadu dengan karakter liarnya.</p>
<p>Tak pelak pendapat ini mendapat sorotan yang tajam dari mayoritas umat Islam. Bukan semata tak setuju atas wacana ini, melainkan sorotan atas kelebihan pendapat yang didasarkan pada paradigma jahiliyah tersebut. Pendapat berlebih itu dijelaskan jika manusia hidup pada masa kini, masa yang dianggap masih jahiliyah, ditolerir bagi manusia mengeks-presikan sifat kejahiliyahan dan sifat liarnya. Artinya, pada masa ini perilaku manusia berzina, mencuri, dan membunuh pun tak ada dosanya. Setujukah anda dengan pendapat ini?</p>
<p>Banyak kalangan pakar muslim menyebut zaman ini sebagai jahiliyah modern, seperti Dr. Musthafa Mahmud yang menulis Ashrul Qurud (periode kera). Alasannya sekian banyak tradisi jahiliyah tempo dulu kini semarak dipraktikkan. Tapi, apapun mereka tak sampai juga memberikan justifikasi atas sahnya praktik-praktik jahiliyah modern itu. Justru dengan menyosialisasikan kejahiliyahan era modern, mereka berharap supaya di-tinggalkan tradisi-tradisi jahiliyah yang kuno dan terbelakang.</p>
<p>Masa fatrah dahulu yang terbuka peluang manusia berbuat secara jahiliyah dan liar rasanya sudah berlalu dan tak akan ada lagi selamanya. Sudah cukup panji-panji Islamisasi yang diwariskan oleh Rosululloh semacam ustadz, dai, dan muballigh, bahkan dalam bentuk argumentasi abadi yang kokoh (hujjatulloh al balighoh), yaitu Al Qur’anul Karim. Hanya saja, mahligai institusi yang membimbing dan peraturan yang ditaati sedang dalam proses pencarian. Keduanya adalah mutiara (hikmah) hilang yang harus dicari kembali sampai dapat.[]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/warungbaca.wordpress.com/695/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/warungbaca.wordpress.com/695/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/warungbaca.wordpress.com/695/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/warungbaca.wordpress.com/695/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/warungbaca.wordpress.com/695/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/warungbaca.wordpress.com/695/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/warungbaca.wordpress.com/695/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/warungbaca.wordpress.com/695/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/warungbaca.wordpress.com/695/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/warungbaca.wordpress.com/695/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/warungbaca.wordpress.com/695/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/warungbaca.wordpress.com/695/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/warungbaca.wordpress.com/695/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/warungbaca.wordpress.com/695/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&amp;blog=2924979&amp;post=695&amp;subd=warungbaca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warungbaca.wordpress.com/2012/01/04/masihkah-jahiliyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2e29bd9c4230c4876b996a195958bdf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Faim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kondisi Tubuh dan Kekuatan Nabi</title>
		<link>http://warungbaca.wordpress.com/2011/12/03/kondisi-tubuh-dan-kekuatan-nabi/</link>
		<comments>http://warungbaca.wordpress.com/2011/12/03/kondisi-tubuh-dan-kekuatan-nabi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Dec 2011 23:23:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warungbaca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sang Terpuji]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[Rasulullah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warungbaca.wordpress.com/?p=691</guid>
		<description><![CDATA[Seri:  Sang Terpuji Kondisi tubuh yang sehat dan kuat, di samping ketabahan hati, bersatu padu dalam diri Nabi SAW. Itulah sifat kejantanan yang amat sempurna. Ibnu Sa’ad dan Ibnu Jarir, demikian Ibnu Abi Hatim dan Al-Baihaqy serta Abi Nuam dan Al-Bukhary, kesemuanya meriwayatkan dari Jabir yang mengisahkan pengalamannya menjelang hari-hari perang Khandaq, yang penuh diliputi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&amp;blog=2924979&amp;post=691&amp;subd=warungbaca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seri:  Sang Terpuji</p>
<p>Kondisi tubuh yang sehat dan kuat, di samping ketabahan hati, bersatu padu dalam diri Nabi SAW. Itulah sifat kejantanan yang amat sempurna.</p>
<p>Ibnu Sa’ad dan Ibnu Jarir, demikian Ibnu Abi Hatim dan Al-Baihaqy serta Abi Nuam dan Al-Bukhary, kesemuanya meriwayatkan dari Jabir yang mengisahkan pengalamannya menjelang hari-hari perang Khandaq, yang penuh diliputi oleh suasana ketakutan. Jabir berkata, “Kami sedang giat-giatnya menggali parit untuk pertahanan kota Madinah. Lalu muncullah batu besar dalam parit yang sedang digali beramai-ramai. Kami datang melaporkan kepada Nabi SAW dan beliau segera bangun, lalu turun ke dalam parit. Sedang perutnya lapar diikat dengan batu, sebab tiga hari kami tidak makan apa pun. Maka dengan cangkul di tangannya, dipecahkan batu besar itu. Dan dalam sekejap mata, jadi tumpukan tanah yang tumpah berserakan.</p>
<p>Dalam riwayat lain disebutkan, bahwa para sahabat tidak datang melapor kepada Nabi SAW, melainkan setelah berusaha sekuat tenaga memecah batu yang keras dan besar itu. Bahkan sudah banyak linggis dan cangkul yang dipergunakan, menjadi patah dan rusak.</p>
<p><span id="more-691"></span></p>
<p>Sedang dalam riwayat lain diterangkan, bahwa Nabi SAW memukul batu raksasa itu, hanya tiga kali pukulan saja. Yang mengagumkan, batu besar itu hanya bertahan tiga kali saja menghadapi pukulan beliau, setelah tangan para sahabat tidak mampu memecah atau menyingkirkannya. Itu terjadi di saat beliau sedang lapar. Kiranya sudah jelas betapa pengaruh lapar terhadap kondisi badan. Dan bayangkan bagaimana pula kekuatan beliau itu andaikata tidak lapar yang sangat, karena selama tiga hari berturut-turut tidak merasakan makanan apa pun.</p>
<p>Abu Nuaim dan Al-Baihaqy, meriwayatkan dari jalan Ishak bin Yasar, bahwa Rasulullah saw. berkata kepada Rukanah: “Silahkan anda masuk Islam.” Rukanah dengan congkaknya menjawab: “Kalau aku mengetahui bahwa agamamu itu benar, tentu sudah lama aku memasukinya.”<br />
Rukanah yang terkenal jagoan dan kuat lagi ditakuti itu, ditanya oleh Nabi saw.: “Bagaimana seandainya kalau aku membantingmu ke tanah?”<br />
“Cobalah!” ujar Rukanah bangga. Maka Nabi mendorongnya dua kali, dan dia terhempas jatuh ke tanah menggelepar tak berdaya. Kemudian dia mencoba bangkit kembali, sambil berkata: “Ini adalah sihir belaka. Demi Alloh aku tidak menguasai diriku, sehingga aku terpelanting jatuh ke tanah.” Hadist ini ada pula yang meriwayatkan dari jalan Rukanah sendiri, yang menegaskan, bahwa ia kemudian masuk Islam. Perhatikanlah pengakuan Rukanah, bahwa dia tidak dapat menguasai dirinya sedikitpun hingga jatuh tersungkur, dan sekaligus berarti bahwa Nabi, tidak memegang benda apapun di tangannya. Sedang Rukanah yang terkenal kuat, dan kekar tubuhnya itu sangat ditakuti orang-orang Quraisy. Dan tak pernah dikalahkan.[]</p>
<p>Referensi: Insan Kamil, Dr. Sayyid Muhammad bin Alawy Al-Maliki Al-Hasani</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/warungbaca.wordpress.com/691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/warungbaca.wordpress.com/691/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/warungbaca.wordpress.com/691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/warungbaca.wordpress.com/691/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/warungbaca.wordpress.com/691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/warungbaca.wordpress.com/691/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/warungbaca.wordpress.com/691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/warungbaca.wordpress.com/691/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/warungbaca.wordpress.com/691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/warungbaca.wordpress.com/691/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/warungbaca.wordpress.com/691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/warungbaca.wordpress.com/691/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/warungbaca.wordpress.com/691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/warungbaca.wordpress.com/691/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&amp;blog=2924979&amp;post=691&amp;subd=warungbaca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warungbaca.wordpress.com/2011/12/03/kondisi-tubuh-dan-kekuatan-nabi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2e29bd9c4230c4876b996a195958bdf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Faim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Hizqil</title>
		<link>http://warungbaca.wordpress.com/2011/11/24/kisah-hizqil/</link>
		<comments>http://warungbaca.wordpress.com/2011/11/24/kisah-hizqil/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Nov 2011 02:36:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warungbaca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Para Sahabat Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Hizqil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warungbaca.wordpress.com/?p=687</guid>
		<description><![CDATA[Allah Ta’ala berfirman : Apakah engkau tidak memperhatikan orang-orang yang keluar dari kampung halaman mereka sedang mereka beribu-ribu jumlahnya karena takut mati. Maka Allah berfirman kepada mereka,” Matilah kalian.” Kemudian Allah menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur. ( QS. Al Baqarah 243) Muhammad bin Ishaq menceritakan, dari Wahab [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&amp;blog=2924979&amp;post=687&amp;subd=warungbaca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Allah Ta’ala berfirman :</p>
<p>Apakah engkau tidak memperhatikan orang-orang yang keluar dari kampung halaman mereka sedang mereka beribu-ribu jumlahnya karena takut mati. Maka Allah berfirman kepada mereka,” Matilah kalian.” Kemudian Allah menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur. ( QS. Al Baqarah 243)</p>
<p>Muhammad bin Ishaq menceritakan, dari Wahab bin Munabbih,” Ketika Khalin bin Yofana kembali kepangkuan Ilahi, yaitu setelah Yusya’, maka semua urusan Bani Israil diserahkan kepada Hizqil bin Budzi, yaitu putera Al ‘Ajuz, yang ia telah mendoakan kaumnya yang telah disebutkan Allah didalam kitabNya.”</p>
<p><span id="more-687"></span></p>
<p>Firman Allah Ta’ala “ Apakah engkau tidak memperhatikan orang-orang yang keluar dari kampung halaman mereka sedang mereka beribu-ribu jumlahnya karena takut mati.” Ibnu Ishaq mengemukakan ,” Mereka lari dari wabah penyakit, yaitu dengan menuruni dataran rendah, sehingga Allah berkata kepada mereka,’Matilah kalian semua.’ Maka mereka pun mati semua. Lalu mereka dipagari agar tidak dimakan oleh binatang buas. Setelah beberapa waktu berlalu, Hizqil Alaihis salam berjalan melewati mereka, lalu ia berdiri didekat mereka seraya merenung dan berfikir, kemudian ia diperintahkan memohon agar tulang-tulang itu dilapisi daging dan supaya urat-uratnya disambung kembali. Lalu dengan perintah Allah, ia menyeru mereka sehingga mereka semua bangkit.</p>
<p>Asbath menceritakan, dari Al Sadi, dari Abu Malik, dari Abu Shahih, dari Ibnu Abbas, dari Murrah, dari Ibnu Mas’ud, dari beberapa orang sahabat, mengenai firman-Nya,” Apakah engkau tidak memperhatikan orang-orang yang keluar dari kampung halaman mereka sedang mereka beribu-ribu jumlahnya karena takut mati. Maka Allah berfirman kepada mereka,’Matilah kalian.’ Kemudian Allah menghidupkan mereka.” Mereka mengatakan, kampung halaman itu bernama Dawardan yang dijangkiti penyakit tha’un. Kemudian seluruh penduduknya melarikan diri dan singgah dipinggiran daerah tersebut. Maka mereka yang menetap dikampung itu pun binasa tetapi banyak juga dari mereka yang selamat. Setelah penyakit tha’un itu lenyap, mereka pun kembali dalam keadaan selamat, maka orang-orang yang tetap tinggal dikampung itu berkata,” Para sahabat kami ini lebih beruntung dari kami. Seandainya kami melakukan seperti yang mereka lakukan, niscaya kami akan tetap hidup. Jika penyakit tha’un mewabah yang kedua kalinya, maka kami akan ikut keluar bersama mereka.”</p>
<p>Pada tahun berikutnya, penyakit tha’un itu melanda mereka kembali, maka mereka yang berjumlah tiga puluh ribuan lebih, melarikan diri hingga singgah dilembah Afih. Lalu mereka diseruh oleh Malaikat dari bawah lembah dan malaikat lainnya dari atas lembah,” Matilah kalian semua.” Mereka pun mati sehingga mereka binasa dan yang tersisa tinggal jasad mereka. Kemudian dilewati oleh seorang Nabi yang bernama Hizqil. Ketika menyaksikan mereka, Hizqil berhenti seraya berfikir tentang mereka itu dan menggerakkan kedua bibir dan jari-jarinya. Lalu Allah SWT mewahyukan kepadanya,” Apakah engkau mau Aku memperlihatkan kepadamu bagaimana Aku menghidupkan mereka?””Ya,” jawabnya.</p>
<p>Ia memikirkan keajaiban dari kekuasaan Allah SWT atas mereka semua. Kemudian dikatakan kepadanya,” Serulah.” Maka Hizqil pun berseru, “Hai tulang belulang, sesungguhnya Allah menyuruh kalian untuk bersatu.” Seketika itu juga tulang belulang itu saling berterbangan saling memadu satu dengan yang lainnya hingga akhirnya menjadi jasad yang masih dalam bentuk tulang. Kemudian Allah Ta’ala mewahyukan kepadanya agar ia menyeru,” Hai sekalian tulang belulang, sesungguhnya Allah menyuruh kalian agar kalian mengenakan daging.” Maka tulang belulang itu pun langsung berlapiskan daging, berdarah, sekaligus berpakaian. Kemudian dikatakan kepada Hizqil, “Serulah.” Maka ia pun berseru,” Wahai para jasad, sesungguhnya Allah menyuruh kalian untuk bangkit.” Maka mereka pun bangkit.</p>
<p>Asbath berkata, dengan bersumber dari Mujahid, Mansur beranggapan bahwa ketika dihidupkan kembali, mereka berkata,” Maha suci Engkau, Ya Allah, segala puji hanya bagi-Mu, tidak ada Tuhan melainkan hanya Engkau,” Mereka pun kembali kepada kaumnya dalam keadaan hidup padahal diketahui bahwa mereka sudah mati.</p>
<p>Dari Ibnu Abbas, mereka itu berjumlah empat ribu orang. Masih dari Ibnu Abbas juga, mereka berjumlah delapan ribu orang. Dan dari Abu Shahih, mereka berjumlah sembilan ribu. Dan juga dari Ibnu Abbas, mereka berjumlah 40 ribu orang.</p>
<p>Dan pendapat jumhurul Ulama yang menyatakan bahwa peristiwa itu memang ada adalah lebih kuat.</p>
<p>Diriwayatkan oleh Imam Ahmad bahwa Umar bin Khattab ra pernah pergi ke Syam, dan ketika sampai di Saragh, ia ditemui para komandan perang, Abu Ubaidah bin Al Jarah dan para sahabatnya, dimana mereka memberitahukan bahwa penyakit telah mewabah di Syam. Lalu disebutkan hadist secara lengkap, yaitu berisikan tentang musyawarah yang dilakukannya untuk meminta pendapat kaum Muhajirin dan Anshar, tetapi terjadi perbedaan pendapat tentang hal itu. Kemudian datang Abdurrahman bin Auf, yang sebelumnya tidak hadir karena suatu keperluan, dan kemudian berkata,” Sesungguhnya aku mempunyai pengetahuan mengenai masalah ini. Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: Jika disuatu daerah terjadi wabah, sedang kalian berada didaerah itu maka janganlah kalian pergi meninggalkannya. Dan jika kalian mendengar wabah itu sedang kalian berada didaerah lain, maka janganlah kalian mendatanginya.”</p>
<p>Maka Umar bin Khattab pun memanjatkan pujian kepada Allah, dan kemudian kembali. Dari Abdullah bin Amr bin Rabiah, bahwa Abdurrahman bin Auf memberitahukan kepada Umar bin Khattab sedang beliau pada waktu itu tengah berada di Syam, dari Nabi Muhammad SAW, dimana beliau bersabda :</p>
<p>“ Wabah tersebut pernah ditimpakan sebagai siksaan bagi umat-umat sebelum kalian. Jika kalian mendengar berita tentang penyakit itu disuatu daerah, maka janganlah kalian memasuki daerah itu. Dan jika penyakit itu mewabah didaerah dimana kalian berada, maka janganlah kalian keluar darinya karena hendak melarikan diri darinya.”</p>
<p>Muhammad bin Ishaq mengemukakan,” Tidak disebutkan kepada kami, berapa lama Hizqil menetap ditengah-tengah Bani Israil, hingga akhirnya Allah SWT memanggilnya kembali kepangkuan-Nya. Setelah Hizqil wafat, Bani Israil melupakan janji mereka kepada Allah, bahkan mereka menyembah berbagai macam berhala, yang salah satunya bernama Ba’al. Kemudian Allah Ta’ala mengutus Ilyas bin Yasin bin Fanhas bin Izar bin Harun bin Imran kepada mereka. (disadur dari Kisah Para Nabi)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/warungbaca.wordpress.com/687/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/warungbaca.wordpress.com/687/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/warungbaca.wordpress.com/687/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/warungbaca.wordpress.com/687/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/warungbaca.wordpress.com/687/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/warungbaca.wordpress.com/687/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/warungbaca.wordpress.com/687/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/warungbaca.wordpress.com/687/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/warungbaca.wordpress.com/687/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/warungbaca.wordpress.com/687/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/warungbaca.wordpress.com/687/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/warungbaca.wordpress.com/687/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/warungbaca.wordpress.com/687/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/warungbaca.wordpress.com/687/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&amp;blog=2924979&amp;post=687&amp;subd=warungbaca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warungbaca.wordpress.com/2011/11/24/kisah-hizqil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2e29bd9c4230c4876b996a195958bdf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Faim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bershuhbah dalam Takwa</title>
		<link>http://warungbaca.wordpress.com/2011/11/13/bershuhbah-dalam-takwa/</link>
		<comments>http://warungbaca.wordpress.com/2011/11/13/bershuhbah-dalam-takwa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Nov 2011 04:44:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warungbaca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al Islam]]></category>
		<category><![CDATA[takwa. shuhbah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warungbaca.wordpress.com/?p=684</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari Habib Muhammad bin Hadi Shohib Tuhfah al Asyraaf menyalakan lampu, seraya beliau berkata: “Ini ada-lah cahaya lahiriah. Jika lampu ini pa-dam, kita tidak bisa melihat apa-apa dan kita akan berada dalam kegelapan. Adapun cahaya batin adalah cahaya di dalam hati yang dinya-lakan oleh perasan cinta dan ‘irfan (makrifat). Cinta dan ‘irfan diperoleh karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&amp;blog=2924979&amp;post=684&amp;subd=warungbaca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari Habib Muhammad bin Hadi Shohib Tuhfah al Asyraaf menyalakan lampu, seraya beliau berkata: “Ini ada-lah cahaya lahiriah. Jika lampu ini pa-dam, kita tidak bisa melihat apa-apa dan kita akan berada dalam kegelapan. Adapun cahaya batin adalah cahaya di dalam hati yang dinya-lakan oleh perasan cinta dan ‘irfan (makrifat). Cinta dan ‘irfan diperoleh karena selalu taat kepada Alloh Yang Maha Pengasih. Dalam diri orang yang memiliki cahaya ini akan muncul karomah. Kita ini bukannya berusaha mencari karomah-karomah, tetapi malah mematikan cahaya di dalam hati dengan banyak melakukan maksiat dan sedikit berbuat taat&#8230;” (Habib Muhammad bin Hadi bin Hasan bin Abdur-rahman Assegaf : Kisah dan Hikmah, dari manuskrip Tuhfah al Asyraaf   I:284,  Nasihat Ke-7, Hal. 122).</p>
<p>Nasihat Habib Muhammad bin Hadi ini sangat berhubungan erat sekali dengan penempatan semangat diri kita yang seyogyanya pada setiap saat selalu ditingkatkan. Terlebih lagi ketika kita sedang memasuki bulan-bulan Haji ini, dimulai dari Syawwal,  Dzul Qa’dah, dan diakhiri pada Dzul Hijjah, kita harus berupaya membenahi diri dengan semangat ketaatan yang baik. Ketaatan yang baik kiranya dapat diben-tuk oleh lingkungan yang kondusif, dan salah satunya adalah membangun sistem shuhbah (pertemanan) di sekitar kita. Sebab, disadari atau tidak, diri manusia pada fitrahnya sangat menginginkan kebebasan memilih (hurriyyah al ikhtiyaar), menentukan jalan hidupnya sendiri, apakah hendak berbuat baik ataukah berbuat buruk? Alloh Ta’ala telah berfirman:</p>
<p><em>“Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Alloh. Sesung-guhnya Alloh adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”</em> (Q.S. 91 : 30)</p>
<p><span id="more-684"></span></p>
<p>Yang dimaksud dengan “kecuali bila dikehendaki Alloh” diatas adalah kebebasan memilih itu sendiri yang telah diberikan kepada kita sebagai karakter dasar kemanusiaan. Alloh telah menyempurnakan penciptaan jiwa manu-sia, kemudian mengilhamkan kepadanya dua jalan, kefasikan dan ketaqwaan. Maka dengan adanya akal yang telah dianugerahkan, hendak-nya manusia bisa memilih bagaiamana ia harus mensucikan jiwanya, dan menghindar dari me-ngotorinya (lihat Q.S. Asy Syams : 7-10).<br />
Dengan prinsip shuhbah ini nantinya diha-rapkan penempatan diri terletak pada jalur yang benar dan lurus, tidak tahawwur atau ngawur, tidak terkesan asal-asalan,  tanpa pertimbangan dan acuan yang jelas. Konsep shuhbah adalah sistem penanganan kepribadian yang terkondi-sikan oleh suatu lingkungan yang baik, mencari sahabat yang baik, menuju cara berpkir dan ber-perilaku yang baik pula, yang pada akhirnya menghantarkan kita pada cara berkepribadian yang benar-benar Islami. Firman Alloh:</p>
<p><em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Alloh, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.”</em> (Q.S. At Taubah: 119)</p>
<p>Dalam surat At Taubah ayat 119 diatas ini tersirat makna pesan yang sangat dalam tentang adanya proses ma’iyah atau kebersamaan dengan orang-orang yang memiliki pribadi agung seperti para nabi dan kaum sholih. Pribadi agung itu disebut oleh Al Qur’an sebagai pribadi Ash Shiddiq. Pribadi yang menghargai kejujuran dan kebenaran dengan melaksanakannya sebagai perbuatan sehari-hari. Setidaknya dengan bershuhbah bersama kaum sholih, mengaji ajarannya, meneladani kehidupannya, pada gilirannya nanti pribadi kitapun akan terbentuk seperti mereka. Demi-kian halnya dengan jiwa kita, umpama besi yang siap digesek pada magnet, dengan beberapa kali gesekan pada akhirnya akan menjadi magnet pula.</p>
<p><strong>Niat dalam Shuhbah</strong><br />
Imam Ibnu Qudamah di dalam kitabnya Minhaj al Qoshidin menguraikan tentang betapa pentingnya kita mengetahui dan mema-hami niat dan sifat yang menjadi syarat shuhbah menuju taqwa. Hal yang sangat mendasar un-tuk diketahui bahwa persahabatan hendaknya dilakukan tidak harus kepada setiap orang, be-gitupun seharusnya sahabat yang kita pilih seba-gai orang terdekat dapat dibedakan dengan me-lihat sifatnya yang menyebabkan kebahagiaan hakiki, bukan kesengsaraan yang menipu diri.</p>
<p>Perhatikanlah syarat mutlak berma’iyah dalam shuhbah dengan melihat manfaat yang perlu diambil darinya. Bedakan apakah kepen-tingan itu bersifat duniawi, yang kita hanya da-pat mengambil keuntungan harta dan kewiba-waan untuk tujuan pribadi semata. Ataukah ke-pentingan itu bersifat keagamaan, dimana di dalamnya banyak tujuan-tujuan yang menghan-tarkan kita pada kemuliaan, yang antara lain:<br />
1.    Mengambil manfaat ilmu dan amal yang jelas murni tujuannya.<br />
2.    Pengaruh wibawanya yang dapat menjaga kita dari ancaman ataupun tekanan orang lain yang meresahan hati dalam konsentrasi ibadah.<br />
3.    Meminta bantuan materil darinya untuk meringankan beban kita demi terhindar dari menyiakan waktu hanya untuk mencari sekedar kebutuhan pokok saja.<br />
4.    Meminta bantuan dalam hal yang dinilai sangat butuh dan penting, karena dengan demikian kita lebih waspada, bersiap diri terhadap segala kemungkinan kejadian yang akan menimpa diri, hingga akhirnya kitapun mampu untuk mengatasinya.<br />
5.    Mengharap akan datangnya pertolongan (syafa’ah) dari sahabat yang sholih atau sholihah kelak di akhirat. Sebagaimana dikatakan oleh sebagian Ulama’ Salaf, “Per-banyaklah mencari kawan, karena sesung-guhnya pada setiap mu’min itu ada syafa’ah pertolongan.”</p>
<p><strong>Sifat yang disyaratkan dalam Shuhbah</strong><br />
Untuk mengokohkan ikatan tali persahaba-tan, perlu ditekankan adanya pengaruh kuat lima sifat yang menjadi tujuan utama tercapai-nya kemuliaan. Hendaknya sahabat kita itu adalah orang yang berakal, berbudi luhur, tidak fasiq, bukan ahli bid’ah, dan tidak cinta dunia. Mengapa demikian? Pertama, karena akal pikiran kita adalah modal utama dalam menen-tukan pengokohan shuhbah, maka tak ada ke-baikan yang bisa diperoleh dari bersahabat de-ngan orang yang dungu, karena ketika ia hen-dak memberi sesuatu yang dianggap berman-faat bagi kita, malah nyatanya bahaya yang sangat merugikan. Sedangkan maksud dari orang yang berakal itu sendiri adalah yang memahami setiap urusan sesuai dengan kenya-taannya, baik memahami dengan dirinya sendi-ri, atau dengan sekiranya bila ia diberi pemaha-man akan segera mengerti. Kedua adalah budi pekerti yang luhur, tentu itu harus ada sebagai perangkat yang mendampingi peran akal. Karena betapa banyak orang yang berakal tapi terkalahkan oleh ammarah dan syahwah dirinya yang membuat ia tunduk takluk di bawah kaki hawa nafsunya sendiri. Ia tidak memiliki akhlak mahmudah (terpuji), tapi yang ada hanyalah akhlak madzmumah (tercela). Tak ada kebaikan yang bermakna bila kita harus bersahabat dengannya. Ketiga adalah fasiq, yakni orang yang seringkali melakukan dosa-dosa kecil, karena sesungguhnya orang tersebut tidak takut kepada Alloh. Sedangkan orang yang tidak takut kepada Tuhannya, ia tidak akan aman dari ‘bayangan tikaman’ keburukan dari arah belakang. Suatu saat ia sangat mung-kin sekali melakukan kesalahan besar akibat kelalaian yang diperbuatnya. Mengapa kita harus bershuhbah dengan orang yang belum bisa memberi aman pada dirinya sendiri?  Keempat adalah ahli bid’ah, yakni orang yang senang membuat-buat tentang urusan mendasar dalam agamanya. Tentu kita harus waspada dengan orang yang semisal ini, karena ia umpama orang yang sedang terkena penyakit menular, yang kita khawatir suatu saat penyakit menular (bid’ah) miliknya itu berpindah kepada kita.  Kemudian yang kelima adalah orang yang cinta dunia, seluruh perhatiannya kepada dunia (material oriented), pepatahnya adalah “tiada hari tanpa dunia,” sebenarnya orang itu adalah tali yang dapat menyeret kita kepada jurang kecelakaan, maka lepaslah ia agar kita selamat dari jebakannya.</p>
<p><strong>Al Hashil</strong><br />
Dari sekian tangga, sekian tahapan, dan sekian proses yang kita jalani sesuai arahan yang benar dalam sistem bershuhbah diatas, pada akhirnya diharapkan kitapun akan men-capai puncaknya, bersahabat dengan orang-orang sholih untuk ikut  menjadi sholih pula, setidaknya berusaha menyerupai akhlak mereka yang mulya. Bergesekan dengan magnet agar menjadi magnet pula, setidaknya menjadi besi sembrani yang memiliki daya tarik juga.         Berangkat dari semangat inilah kita sebe-narnya ingin berusaha memahami ucapan Habib Muhammad bin Hadi yang penuh pancaran hikmah tersebut. Kita mesti berusaha mene-mukan cinta dan ‘irfan untuk taat kepada Alloh dalam shuhbah yang indah. Inilah kiranya maksud dari ucapan Habib Abdulloh bin Alwi Al Haddad dalam kitabnya Al Hikam, beliau berkata: “Barangsiapa yang hak Tuhannya lebih menyibukkan ia daripada hak-hak dirinya dan saudaranya, maka orang itu adalah hamba al hadlrah (orang yang hatinya selalu hadir kepada tuhan). Barangsiapa yang pemenuhan terhadap hak dirinya lebih menyibukkan ia dari-pada pemenuhan terhadap hak Tuhannya dan saudaranya, maka orang itu adalah hamba asy syahwah (hawa nafsu). Barangsiapa yang pemenuhan terhadap hak-hak saudaranya lebih menyibukkan ia daripada pemenuhan terhadap       hak-hak Tuhannya dan dirinya, maka orang itu adalah hamba al riyasah (kekuasaan). Dan barangsiapa yang pemenuhan terhadap hak-hak Tuhannya dan saudaranya lebih menyibukan ia daripada pemenuhan terhadap hak-hak dirinya, maka orang itu adalah shohib wirotsah (pemilik warisan para nabi).”</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/warungbaca.wordpress.com/684/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/warungbaca.wordpress.com/684/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/warungbaca.wordpress.com/684/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/warungbaca.wordpress.com/684/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/warungbaca.wordpress.com/684/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/warungbaca.wordpress.com/684/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/warungbaca.wordpress.com/684/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/warungbaca.wordpress.com/684/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/warungbaca.wordpress.com/684/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/warungbaca.wordpress.com/684/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/warungbaca.wordpress.com/684/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/warungbaca.wordpress.com/684/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/warungbaca.wordpress.com/684/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/warungbaca.wordpress.com/684/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&amp;blog=2924979&amp;post=684&amp;subd=warungbaca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warungbaca.wordpress.com/2011/11/13/bershuhbah-dalam-takwa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2e29bd9c4230c4876b996a195958bdf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Faim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Shalawat</title>
		<link>http://warungbaca.wordpress.com/2011/10/26/shalawat/</link>
		<comments>http://warungbaca.wordpress.com/2011/10/26/shalawat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Oct 2011 12:44:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warungbaca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Qobasat]]></category>
		<category><![CDATA[Habib Ahmad bin Zein Al Habsyi]]></category>
		<category><![CDATA[shalawat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warungbaca.wordpress.com/?p=682</guid>
		<description><![CDATA[Kalam Habib Ahmad Bin Zein Al Habsyi: “Dalam satu shalawat terpendam 40 faedah. Diantaranya, Menghapus dosa, mengusir kesumpekan, menuntaskan cita-cita, memercik kabar gembira akan syurga sebelum ajal tiba, membersihkan dirì, menanggung keselamatan dari kecamuk hari kiamat, mengharumkan majelis, menafikan kefakiran dan sifat kikir, mengukuhnya langkah kala di atas sirath, mengenyahkan kekeringan, menabur berkah pada raga- [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&amp;blog=2924979&amp;post=682&amp;subd=warungbaca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalam Habib Ahmad Bin Zein Al Habsyi:</p>
<p>“Dalam satu shalawat terpendam 40 faedah. Diantaranya, Menghapus dosa, mengusir kesumpekan, menuntaskan cita-cita, memercik kabar gembira akan syurga sebelum ajal tiba, membersihkan dirì, menanggung keselamatan dari kecamuk hari kiamat, mengharumkan majelis, menafikan kefakiran dan sifat kikir, mengukuhnya langkah kala di atas sirath, mengenyahkan kekeringan, menabur berkah pada raga- umur dan amal. Memantik Rahmat Allah dan rasa cinta dari Nabi SAW, menghidupkan nurani, dan memancing hidayah Ilahi.”</p>
<p>“Walhasil, Faedah Shalawat tak terbilang, dunia maupun ukhrawi. Tak terhitung, betapa sering Allah membukakan pintu Hajat, melonggarkan keruwetan, dan melipatkan anugerah dg Shalawat. Shalawat adalah amalan Istimewa dan penuh berkah. Ia adalah penjamin rasa aman dari murka Allah dan Neraka Nya. Ia adalah pelantar kesucian amal dan ketinggian derajat. Ia adalah perniagaan yang takkan pernah merugi.” []</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/warungbaca.wordpress.com/682/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/warungbaca.wordpress.com/682/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/warungbaca.wordpress.com/682/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/warungbaca.wordpress.com/682/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/warungbaca.wordpress.com/682/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/warungbaca.wordpress.com/682/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/warungbaca.wordpress.com/682/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/warungbaca.wordpress.com/682/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/warungbaca.wordpress.com/682/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/warungbaca.wordpress.com/682/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/warungbaca.wordpress.com/682/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/warungbaca.wordpress.com/682/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/warungbaca.wordpress.com/682/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/warungbaca.wordpress.com/682/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&amp;blog=2924979&amp;post=682&amp;subd=warungbaca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warungbaca.wordpress.com/2011/10/26/shalawat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2e29bd9c4230c4876b996a195958bdf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Faim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengintip Waktu Istijabah di Hari Jum’at</title>
		<link>http://warungbaca.wordpress.com/2011/10/18/mengintip-waktu-istijabah-di-hari-jum%e2%80%99at/</link>
		<comments>http://warungbaca.wordpress.com/2011/10/18/mengintip-waktu-istijabah-di-hari-jum%e2%80%99at/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Oct 2011 11:14:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warungbaca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al Islam]]></category>
		<category><![CDATA[hari jum'at]]></category>
		<category><![CDATA[istijabah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warungbaca.wordpress.com/?p=678</guid>
		<description><![CDATA[Jika usia Anda saat ini misalkan telah mencapai dua puluh lima tahun, adakah selintas pertanyaan dalam benak Anda ada berapa jum’at yang telah terlewati, dan seberapa kuat ketika itu kemauan Anda untuk mengutamakannya lebih dari hari-hari yang lain dalam beribadah? Bukankah hari jum’at dipilih Alloh sebagai hari terbaik umat manusia di saat terbit matahari. Pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&amp;blog=2924979&amp;post=678&amp;subd=warungbaca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;" align="right">Jika usia Anda saat ini misalkan telah mencapai dua puluh lima tahun, adakah selintas pertanyaan dalam benak Anda ada berapa jum’at yang telah terlewati, dan seberapa kuat ketika itu kemauan Anda untuk mengutamakannya lebih dari hari-hari yang lain dalam beribadah?</p>
<p style="text-align:left;" align="right">Bukankah hari jum’at dipilih Alloh sebagai hari terbaik umat manusia di saat terbit matahari. Pada hari itu Adam as. diciptakan, pada hari itu ia dimasukkan ke dalam surga, dan pada hari itu juga ia dikeluarkan darinya untuk mengadakan perjalanan panjang di dunia, melahirkan para nabi dan utusan Alloh, orang-orang saleh dan para kekasih-Nya yang mulia, dan menurunkan generasi manusia. Dan kiamat pun tak akan datang menjelang kecuali pada hari jum’at. (HR. Tirmidzi)</p>
<p>Keutamaan hari jum’at dapat diraih diantaranya dengan menjaga waktu-waktu tertentu yang Alloh berikan keistijabahan di dalamnya bagi siapa saja yang memanjatkan doa. Sabda Rosululloh saw. :</p>
<h4>إِنَّ فِى الْجُمُعَةِ سَاعَةً لاَ يَسْأَلُ اللهَ الْعَبْدُ فِيْهَا شَيْئًا إِلاَّ آتَاهُ اللهُ إِيَّاهُ</h4>
<p>“<em>Sesungguhnya pada hari jum’at ada saat dimana seorang hamba tidak meminta sesuatupun kepada Alloh kecuali apa yang ia pinta akan diberikan oleh-Nya.</em>” (HR. Tirmidzi)</p>
<p>Lalu kapankah saat yang dimaksud itu, disinilah ulama’ berbeda pendapat dalam menentukannya. Hadits yang diriwayatkan Abu Musa berbunyi:</p>
<h4>مَا بَيْنَ أَنْ يَجْلِسَ الإِمَامُ اِلَى أَنْ تَقْضَو الصَّلاَةُ</h4>
<p>“<em>Di saat antara duduknya imam sampai sholat usai dilaksanakan</em>.”</p>
<p>Imam Ahmad dan Ishaq berpendapat setelah ashar sampai terbenamnya matahari sebagaimana hadits riwayat Abdulloh bin Salam. Diantaranya lagi pendapat yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Dzar, Salman, Abu Lubabah, dan Sa’d bin Ubadah, yakni ketika sholat mulai ditegakkan sampai usai. Imam Baihaqi menganggap kuat hadits riwayat Abu Musa, dan pendapatnya didukung oleh Imam Nawawi. Sebagian lagi berpendapat bahwa waktunya terbatas pada salah satu dari dua riwayat tersebut, dimana hadits yang satu dan lainnya tidak saling bertentangan, karena dimungkinkan Nabi saw. sama-sama menyampaikannya, tapi pada waktu yang berbeda (lihat Tuhfatul Ahwadzi II/17-616). Sedangkan Ibnu Az Zamlakani, tokoh madzhab Syafi’i, berpendapat bahwa waktunya adalah bersifat pilihan, yakni memilih salah satu dari keduanya yang lebih disukai. Ibnu Hajar dalam kitabnya Fathul Bari menyebutkan empat puluh lebih pendapat ulama’ tentang saat yang dimaksud tersebut, dan tidak diragukan lagi bahwa pendapat yang kuat adalah yang didasarkan pada haditsnya Abu Musa dan Abdulloh bin Salam.</p>
<p>Dari uraian tersebut sebenarnya yang terpenting adalah munculnya keinginan kuat untuk mencari peluang kebaikan pada hari jum’at, sedangkan kapan saat terbaik itu, Alloh lebih mengetahui terhadap rahasia-Nya. Kita dituntut untuk senantiasa mendapatkan peluang tersebut, setidaknya ada celah untuk mengintip waktu istijabah yang Alloh berikan dengan mengambil pijakan pada hadits diatas. Wallohu A’lam!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/warungbaca.wordpress.com/678/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/warungbaca.wordpress.com/678/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/warungbaca.wordpress.com/678/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/warungbaca.wordpress.com/678/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/warungbaca.wordpress.com/678/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/warungbaca.wordpress.com/678/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/warungbaca.wordpress.com/678/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/warungbaca.wordpress.com/678/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/warungbaca.wordpress.com/678/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/warungbaca.wordpress.com/678/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/warungbaca.wordpress.com/678/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/warungbaca.wordpress.com/678/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/warungbaca.wordpress.com/678/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/warungbaca.wordpress.com/678/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&amp;blog=2924979&amp;post=678&amp;subd=warungbaca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warungbaca.wordpress.com/2011/10/18/mengintip-waktu-istijabah-di-hari-jum%e2%80%99at/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2e29bd9c4230c4876b996a195958bdf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Faim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Visi Pendidikan Islam</title>
		<link>http://warungbaca.wordpress.com/2011/09/27/visi-pendidikan-islam/</link>
		<comments>http://warungbaca.wordpress.com/2011/09/27/visi-pendidikan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Sep 2011 08:48:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warungbaca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al Islam]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warungbaca.wordpress.com/?p=675</guid>
		<description><![CDATA[Syekh Musthofa Al-Gholayain menyitir semboyan: “Di tangan kamu (wahai para pemuda) urusan masa depan bangsa dan di telapak kakimu pula kehidupan bangsa itu.” Ungkapan ulama Mesir yang produktif ini menggambarkan bahwa maju mundurnya suatu bangsa tidak lepas dari keberadaan pemuda (manusia berumur 15-40 tahun). Jika pemuda di suatu bangsa kuat maka bangsa itu kelak akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&amp;blog=2924979&amp;post=675&amp;subd=warungbaca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Syekh Musthofa Al-Gholayain menyitir semboyan: “Di tangan kamu (wahai para pemuda) urusan masa depan bangsa dan di telapak kakimu pula kehidupan bangsa itu.” Ungkapan ulama Mesir yang produktif ini menggambarkan bahwa maju mundurnya suatu bangsa tidak lepas dari keberadaan pemuda (manusia berumur 15-40 tahun). Jika pemuda di suatu bangsa kuat maka bangsa itu kelak akan maju dan beradab. Sebaliknya bila pemudanya lemah-lemah maka kelak menjadi lemahlah bangsa tersebut.</p>
<p>Bila generasi di suatu bangsa yang diharapkan sebagai penerus sudah bergaul akrab dengan narkotika dan obat-obatan terlarang, bergaya hidup foya-foya, dan berbudaya membuang-buang waktu di satu sisi dan di sisi lain dekadensi (kemerosotan) moral mendominasi diri mereka, maka agaknya bisa diprediksi apa akibat yang tidak lama akan menimpa bangsa itu.</p>
<p><span id="more-675"></span></p>
<p>Jauh-jauh hari Allah swt melalui kitab suci Al-Qur’an telah memperingatkan:</p>
<h3>وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا</h3>
<p>Dan hendaklah takut kepada Allah (cemas) orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan mereka). Oleh sebab itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. (Q.S. An-Nisaa’: 9)</p>
<p>Ayat tersebut secara tersirat menyeru agar tidak meninggalkan sosok generasi yang lemah, mengkhawatirkan, dan mencemaskan. Kelemahan dalam hal ini ada dua segi, yaitu lemah segi fisik dan materi seperti lemah ekonomi dan tidak terampil serta lemah segi mental spiritual dengan tampilnya generasi yang membelakangi agama dan kebenaran. Rasulullah saw bersabda:</p>
<h2>الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ – رواه مسلم</h2>
<p>Orang mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada orang mukmin yang lemah. (H.R. Muslim)</p>
<p>Namun bila dua segi kelemahan itu ditimbang maka kelemahan yang paling krusial adalah kelemahan di bidang mental spiritual. Dalam hal ini kekuatan mental spiritual (al-quwa ar-ruhiyah) jauh lebih fondamental daripada sekadar kekuatan fisik dan materi (al-quwa al-maaddiyah wa al-maknawiyah). Secara faktual, kekuatan iman Islam jauh lebih penting dibanding kekuatan bangunan dan senjata, seperti dibuktikan kisah peperangan Badar dalam sejarah Islam dan peristiwa 10 Nopember dalam sejarah lokal. Walaupun kekuatan terakhir ini tetap tidak boleh diabaikan. Bukti fundamentalnya kekuatan mental spiritual bisa disaksikan dalam kehidupan sehari-hari. Allah swt berfirman:</p>
<h3>وَلاَ تَقْتُلُوا اَوْلاَدَكُمْ خَشْيَةَ اِمْلاَقٍ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَاِيَّاكُمْ اِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْئًا كَبِيرًا</h3>
<p>Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rizqi kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar. (Q.S. Al-Israa’: 31)</p>
<p>Rasulullah saw bersabda:</p>
<h2>لَيْسَ الشَّدِيْدُ بِالصُّرَعَةِ ، إِنَّمَا الشَّدِيْدُ الَّذِى يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ</h2>
<p>Orang kuat bukanlah orang yang bisa sekian banyak orang, tetapi dia yang mampu menguasai diri di saat emosi. (H.R. Muslim)</p>
<p>Sementara itu kuat dan lemahnya suatu generasi banyak ditentukan oleh faktor pendidikan. Pendidikan yang baik melahirkan generasi yang baik. Pendidikan yang bobrok menumbuhkan generasi yang bobrok pula. Tidak mungkin tumbuh generasi baik tanpa ditunjang sistem pendidikan yang baik pula.</p>
<p>Disinilah tampak mengapa bangsa itu lemah secara fisik atau bangsa itu lemah secara mental spiritual semata-mata karena faktor pendidikan terabaikan. Khususnya pendidikan mental yang dapat memperkokoh keimanan kepada Allah swt di samping integritas yang tinggi (akhlak) dalam bergaul antar sesama manusia, karena pendidikan mental menjadi pondasi pendidikan bidang-bidang yang lainnya.</p>
<p>Atas dasar ini agama Islam amat menekankan pentingnya pendidikan. Agama yang paripurna ini menyeru untuk menuntut ilmu. Bahkan seruan menuntut ilmu itu hukumnya fardlu. Sabda Rasulullah saw:</p>
<h2>طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ</h2>
<p>Menuntut ilmu itu wajib hukumnya bagi setiap orang Islam. (H.R. Ibnu Majah dan Ibnu Abdil Barr)</p>
<p>Untuk mengetahui seberapa apresiasi Islam terhadap seruan menuntut ilmu, bisa dilihat karakteristik generasi Islam pertama, para sahabat Nabi saw. Mereka bersemangat mengejar kebaikan, bersungguh-sungguh di dalam menerima ilmu, sekaligus mengamalkan, mensyiarkan, dan menyebarkannya. Para sahabat tetap bersemangat belajar, sementara usia mereka senja, sebagaimana diungkapkan oleh Al-Bukhari pada bab ghibthah (iri hati yang positif) terhadap ilmu dan hikmah, dan para sahabat Rasulullah saw belajar, sedang usia mereka senja. (Lihat Shahih Bukhari I : 28).</p>
<p>Para sahabat menempuh perjalanan jauh untuk menuju kediaman Rasulullah saw apabila mempunyai problem atau hal-hal yang sult terpecahkan. Mereka menuju Madinah untuk mendapatkan status hukum Allah sawt atas kasus atau problem yang mereka alami. Kadangkala perjalanan itu harus ditempuh sekian hari dan sekian malam.</p>
<p>Para sahabat senantiasa memberikan perhatian penuh terhadap ilmu, hafalan, dan pengulangan pelajaran yang disampaikan kepada mereka. Sahabat Abu Said Al-Khudri bercerita: “Sahabat-sahabat Rasulullah saw ketika duduk, mereka bercakap-cakap. Materi percakapan mereka adalah fiqh. Bila tidak, maka mereka menyuruh seseorang untuk membaca satu surat AL-Qur’an.”</p>
<p>Para sahabat juga memberikan perhatian terhadap pendidikan kalangan wanita, golongan budak perempuan, dan tetangga-tetangga mereka. Mereka seluruhnya berkonsentrasi pada ilmu, baik yang berstatus kerja maupun tidak. Pedagang di kalangan sahabat berstatus pelajar dan pelajar di antara mereka berstatus pedagang. Mereka serius di dalam menghafal dan mengkaji apa yang didengar dari Nabi saw. Bila mendengar ilmu yang belum dipahami, mereka minta diulang sehingga mereka benar-benar memahaminya. Sahabat Anas bin Malik ra berkata: “Sesungguhnya fulan mengulang pelajaran, kemudian disusul fulan yang lain, maka kami berdiri seakan-akan pelajaran sepertinya ditanamkan pada lubuk hati kami.” Jika Nabi saw tidak datang, para sahabat secara aktif  mengulang hadits di antara mereka (muraja’ah). Jadwal belajar sahabat pun ditetapkan sedemikian rupa sebagaimana khusus kalangan sahabat wanita juga memiliki jadwal belajar tersendiri.</p>
<p>Jauh-jauh hari generasi sahabat telah menerapkan sistem: “Life long education” (pendidikan sepanjang umur) dengan semboyan yang sangat terkenal: “Uthlubul ilma minal mahdi ilal lahdi,” (tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahad).</p>
<p>Visi pendidikan Islam bisa digambarkan seperti segitiga. Dua garis vertikal (tegak) dan bertemu pada satu titik serta satu garis horisontal (mendatar). Garis vertikal pertama menggambarkan bahwa ilmu seluruhnya datang dari Allah swt. Apakah itu ilmu agama atau apakah itu ilmu umum. Allah-lah yang mendidik ilmu pertama kali kepada Nabi Adam as, bapak para manusia, yang menjadikannya unggul melebihi para malaikat.  Ini tersirat dari firman Allah swt:</p>
<h3>وَعَلَّمَ آدَمَ اْلاَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلاَئِكَةِ فَقَالَ اَنْبِئُونِي بِاَسْمَاءِ هَؤُلاَء اِنْ كُنتُمْ صَادِقِينَ</h3>
<p>Dan Dia (Allah) mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!.” (Q.S. Al-Baqarah: 31)</p>
<p>Sedang garis vertikal kedua mengggambarkan seruan untuk membaca (iqro’) dengan segala aktivitas dan dinamikanya. Dan iqro’ itu hendaknya menyertakan “bismi robbika” (dengan menyebut asma Tuhanmu, Allah swt) Dalam aktivitas membaca, ingat dan merenungkan ayat-ayat Allah swt. Dalam membaca apa saja. Ikhlas. Tidak melalaikan-Nya. Aktivitas iqro dengan menyebut asma Allah swt ini menjadi penting karena tersurat dalam Q.S. Al-Alaq ayat 1 yang merupakan wahyu pertama yang diturunkan pertama kali kepada Rasulullah saw.</p>
<h3>اقْرَأْ بِاسْمِ رَبّكَ الَّذِي خَلَق</h3>
<p>Bacalah dengan menyebut asma Tuhanmu Yang menciptakan. (Q.S. Al Alaq: 1)</p>
<p>Dari dua ayat tersebut, dua garis vertikal itu akan bertemu. Sebagai titik temu di sini adalah Allah swt. Ayat pertama menerangkan ilmu seluruhnya datang dari Allah swt dan ayat kedua menyerukan membaca dengan menyertakan asma Allah swt.</p>
<p>Jadi menurut falsafah itu ilmu harus terus dipacu, namun bersama itu harus diinsafi dan direnungkan bahwa di sana ada Allah swt Dzat Yang Memberi ilmu dan menciptakan perangkat berfikir untuk memproses ilmu itu. Atau ilmu apa saja yang dikejar, target tertinggi (ghoyah) yang harus dicapai ialah Allah swt.</p>
<p>Alangkah indahnya bila kita belajar atau mengajar biologi, fisika, kimia, matematika, bahasa, atau sejarah misalnya, dan kita selalu mengingat Allah swt. Mungkin itu bisa menjadi jalan terobosan yang bisa ditempuh menuju dekat kepada Allah swt. (posisi kewalian) sejajar dengan jalan terobosan yang lain seperti banyak berinfaq, rutin berdzikir, gemar membaca Al-Qur’an, dsb. Dan saat belajar agama mengingat Allah swt itu menjadi hal yang sudah sepantasnya. Terlaknat belajar agama sedang motivasinya selain Allah swt.</p>
<p>Garis dalam segitiga berikutnya ialah satu garis horisontal (garis mendatar). Garis ini menggambarkan emosi manusia. Emosi manusia hendaknya datar (stabil). Dan kalau faktor dalam dua garis vertikal di muka sudah dipenuhi agaknya mudah membangun dengan baik emosi secara datar. Menjadi manusia yang walaupun tinggi ilmu namun tetap rendah hati dan santun. Tidak arogan tidak juga iri dengki. Meski intelek, tetap ramah, cinta kasih, lemah lembut, dan kasih sayang. Inilah belakangan yang disebut dengan EQ (Emotional Quotient) atau derajat emosi (perasaan).</p>
<p>Dari visi pendidikan ini Islam membentuk sosok generasi yang sholeh sholehah. Ukuran kesholehan yang mendasar pertama kali adalah keimanan dan keislaman. Alangkah bahagianya orangtua yang memiliki anak-anak yang sholeh sholihah. Kebahagiaan ganda duniawi dan ukhrawi. Rasulullah saw bersabda:</p>
<p dir="RTL">إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ اِنْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةِ أَشْيَاءَ : مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ</p>
<p>Jika manusia mati maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakannya. (H.R. Abu Dawud III : 117 hadits nomor 2880)</p>
<p>Di samping orangtua bahagia, masyarakat juga merasa tenteram bila bergaul bersama anak-anak yang sholeh sholehah. Mereka tidak merepoti dan membebani, justru membantu. Karena anak-anak yang sholeh sholehah bergantung penuh kepada Allah swt. Dan Allah swt sendiri menjamin perawatan mereka. Atas dasar ini khalifar Umar bin Abdul Azis menjelang wafat tidak mencemaskan putera puterinya walaupun tidak mewariskan harta sepeser pun kepada mereka karena beliau telah membekali mereka dengan kesholehan diri. Dalam Al Qur’an dinyatakan:</p>
<h3>اِنَّ وَلِيّي اللهُ الَّذِي نَزَّلَ الْكِتَابَ وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِين</h3>
<p>Sesungguhnya pelindungku ialah Allah Yang telah menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) dan Dia merawat orang-orang yang sholeh. (Q.S. Al A’raaf: 196)</p>
<p>Bumi seisinya ini semestinya adalah harta warisan milik generasi yang sholeh sholehah yang akan merawat bumi seisinya dengan sebaik-baiknya. Bukankah bumi rusak saat dikelola generasi yang tidak sholeh sholehah, generasi yang amoral, tidak beriman, durhaka, dan kufur? Allah swt berfirman:</p>
<h3>وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِي الزَّبُورِ مِنْ بَعْدِ الذّكْرِ اَنَّ اْلاَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِي الصَّالِحُون</h3>
<p>Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) lauhul Mahfudz, bahwasanya bumi ini dipusakai oleh hamba-hamba-Ku yang sholeh. (Q.S. Al Anbiyaa’: 105)</p>
<p>Maka kesadaran menerapkan visi pendidikan Islam dalam sistem pendidikan lokal, nasional, maupun skala apa saja rasanya sangat perlu dan mendesak agar terbentuk sosok generasi sholeh sholehah senyampang belum terlambat; bumi dan seisinya ini bisa diselamatkan dan belum rusak serusak-rusaknya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/warungbaca.wordpress.com/675/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/warungbaca.wordpress.com/675/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/warungbaca.wordpress.com/675/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/warungbaca.wordpress.com/675/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/warungbaca.wordpress.com/675/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/warungbaca.wordpress.com/675/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/warungbaca.wordpress.com/675/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/warungbaca.wordpress.com/675/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/warungbaca.wordpress.com/675/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/warungbaca.wordpress.com/675/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/warungbaca.wordpress.com/675/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/warungbaca.wordpress.com/675/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/warungbaca.wordpress.com/675/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/warungbaca.wordpress.com/675/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&amp;blog=2924979&amp;post=675&amp;subd=warungbaca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warungbaca.wordpress.com/2011/09/27/visi-pendidikan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2e29bd9c4230c4876b996a195958bdf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Faim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hari-hari Bahagia</title>
		<link>http://warungbaca.wordpress.com/2011/09/22/hari-hari-bahagia/</link>
		<comments>http://warungbaca.wordpress.com/2011/09/22/hari-hari-bahagia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Sep 2011 08:20:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warungbaca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Hati]]></category>
		<category><![CDATA[bahagia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warungbaca.wordpress.com/?p=670</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah hari-hari bahagia. Kebahagiaan yang dating beriring ombak keharuan yang menggetarkan jiwa. Kebahagiaan yang dating bersama perenungan. Kebahagiaan yang menenggelamkan kita pada lautan istighfar, permohonan ampun terhadap segala salah dan dosa. Ya. Bahagia. Karena kini kita berada di bulan Sya’ban. Dan tidak lama lagi kita akan dihadiri bulan yang sangat dirindukan, bulan  suci, bulan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&amp;blog=2924979&amp;post=670&amp;subd=warungbaca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini adalah hari-hari bahagia. Kebahagiaan yang dating beriring ombak keharuan yang menggetarkan jiwa. Kebahagiaan yang dating bersama perenungan. Kebahagiaan yang menenggelamkan kita pada lautan istighfar, permohonan ampun terhadap segala salah dan dosa. Ya. Bahagia. Karena kini kita berada di bulan Sya’ban. Dan tidak lama lagi kita akan dihadiri bulan yang sangat dirindukan, bulan  suci, bulan penuh hamparan barokah, bulan penuh ampunan, bulan ibadah, bulan jihad, bulan Ramadhan. “Ya Alloh, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban. Dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan.”</p>
<p>Terlalu cepat dan bahkan nyaris tak terasa bila kita kini telah memasuki kembali bulan Sya’ban. Bulan yang menjadi bulan ibadah istimewa bagi Rasulullah selain bulan Ramadhan. Imam An Nasai meriwayatkan sebuah hadits, bahwa Usamah bin Zaid ra. berkata pada Rasul saw. “Ya Rasulullah, saya tidak pernah melihatmu berpuasa dalam satu bulan dari bulan-bulan yang ada seperti puasamu di bulan Sya’ban.” Rasul saw. Bersabda, “Itulah bulan yang manusia lalai darinya antara Rajab dan Ramadhan. Dan merupakan bulan yang di dalamnya diangkat semua amal kepada Rabbul Alamin. Dan aku suka untuk diangkat amalan aku sedangkan aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. An Nasai. Lihat Shahih Targhib wat Tarhib / 425)</p>
<p><span id="more-670"></span></p>
<p>Mari tanamkan kesadaran dan tekad untuk tidak melalaikan bulan Sya’ban dan menjadikan kita berada dalam kondisi baik saat amal-amal kita diangkat kepada Alloh swt. Para salafushalih mengatakan bulan Sya’ban sebagai bulannya para <em>qurra</em> (pembaca Al-Qur’an). Adalah Habib bin apabila masuk bulan Sya’ban mengatakan, “Inilah bulannya para <em>qurra’</em>. Sementara Amr bin Qais apabila masuk bulan Sya’ban dia menutup tokonya pada waktu-waktu tertentu dan meluangkan waktu (khusus) untuk membaca Al-Qur’an.</p>
<p>Bulan ini adalah masa pemanasan sebelum memasuki bulan Ramadhan. Semoga kita sudah bisa memasuki Ramadhan dalam kesiapan iman yang memadai untuk meraih sebanyak-banyaknya pahala ibadah di bulan suci nanti. Mari lalui bulan ini dengan lebih menekankan kualitas dan memperbanyak kuantitas ibadah kepada Alloh swt.</p>
<p>Dalam sebuah dialog. Ustadz Fathi Yakan hafizhahullah menguraikan ada delapan agenda beribadah yang penting agar kita bisa menjaga keimanan di zaman yang penuh fitnah ini.</p>
<p>Agenda pertama: Melakukan shalat sunnah dua belas rakaat sunnah rawatib, yakni dua rakaat sebelum shubuh, empat rakaat sebelum dhuhur, dua rakaat setelah maghrib, dan dua rakaat setelah Isya’. Manfaat yang diharapkan: Dibangunkan rumah di surge oleh Alloh bagi orang yang selalu mengerjakannya. Dalilnya, sabda Rasulullah saw., “Barangsiapa yang shalat sunnah satu hari duabelas rakaat. Alloh akan membangunkan untuknya rumah di surge.” (HR. Muslim)</p>
<p>Agenda kedua: Shalat dua rakaat di tengah malam. Manfaat yang diharapkan: Pengabulan doa. Pengampunan dosa dan pemenuhan hajat serta keperluan. Dalilnya, sabda Rasulullah saw., “Alloh swt. Turun setiap malam ke langit dunia. Di saat tersisa sepertiga malam terakhir, Alloh berfirman, “Siapa yang berdoa kepada-Ku maka akan kuberikan permintaannya, dan siapa yang memohon ampunan pada-Ku, akan Kuampuni dia.” (HR. Bukhari)</p>
<p>Agenda ketiga: Melakukan shalat dua rakaat, empat rakaat atau delapan rakaat. Manfaat yang diharapkan. Memberi sedekah dari setiap persendian tulang dalam tubuh. Dalilnya, sabda Rasulullah saw. dari Abi Darra ra., “Setiap persendian pada diri kalian harus dishadaqohkan. Setiap tasbih adalah shadaqoh. Setiap tahmid adalah shadaqoh, setiap tahlil adalah shadaqoh, setiap takbir adalah shadaqoh, melarang yang mungkar itu adalah shadaqoh, semua itu terpenuhi dengan dua rakaat yang dilakukan dalam shalat dluha.” (HR. Muslim, dan Bukhari)</p>
<p>Agenda keempat: Membaca surat Al-Mulk dan surat Al-Qur’an lainnya. Manfaat yang diharapkan. Dihindarkan dari azab kubur. Dalilnya, sabda Rasulullah saw., “Sesungguhnya dalam Al-Qur’an terdapat satu surat yang terdiri dari 30 ayat. Surat itu bisa member syafaat kepada seseorang hingga diampuni dosa-dosanya. Yakni surat yang awalnya berbunyi, “Tabarakalladzi biyadihil mulk.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad, mengatakan ini adalah hadits hasan)</p>
<p>Agenda kelima: Mengatakan, “<em>Lâ ilâha illallahu wahdahu lâ syarîka lah. Lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘ala kulli syain qadîr”</em> seratus kali. Sama dengan membebaskan 10 orang budak, dituliskan seratus kebaikan, menghapus seratus kesalahan, dan menjadi pelindung syetan. Dalilnya, Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang mengatakan <em>Lâ ilâha illallahu wahdahu lâ syarîka lah. Lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘ala kulli syain qadîr </em>dalam satu hari seratus kali, maka itu sama dengan membebaskan 10 orang budak, menuliskan seratus kebaikan, menghapus seratus kesalahan dan akan menjadi pelindung baginya dari syetan pada hari itu sampai tiba waktu sore. Dan tidak ada seorang pun yang bisa memperoleh sesuatu yang lebih baik dari apa yang telah dilakukannya itu kecuali bila ada seseorang yang mengerjakan lebih baik dari itu.” (HR. Muslim)</p>
<p>Agenda keenam: Mengucapkan shalawat atas Rasulullah saw. dalam jumlah yang tidak ditentukan. Manfaat yang diharapkan: terpelihara dari sifat kikir dan mendapat doa dari Alloh swt. Dalilnya, Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali maka Alloh akan mendoakannya sebanyak 10 kali.” (HR. Muslim) “Orang yang kikir adalah bila disebut di sisinya namaku, tapi dia tidak mengucapkan shalawat atasku.” (HR. Tirmidzi, dia mengatakan, ini adalah hadits hasan gharib shahih).</p>
<p>Agenda ketujuh: Mengucapkan “<em>Subhanallah wa bihamdihi subhanallahi azhîm</em>” dalam jumlah yang tidak ditentukan. Manfaat yang diharapkan: Ditanamkan pohon di surga. Dalilnya, sabda Rasulullah saw., “Barangsiapa yang mengucapkan s<em>ubhanallah wa bihamdihi subhanallahi azhîm</em> ditanamkan untuknya pohon kurma di surga.” (HR. Tirmidzi, ia mengatakan ini hadits hasan gharib)</p>
<p>Agenda kedelapan: Mengucapkan, “Astghfirullahal azhiim” dalam jumlah yang tidak ditentukan. Manfaat yang diharapkan: Dilepaskan dari kesulitan dan dibanyakkan rizki. Dalilnya, sabda Rasulullah saw., “Barangsiapa membiasakan beristighfar maka Alloh akan memberikan jalan keluar dari setiap kesempitan baginya, dan akan diberikan kelapangan dari kecemasan dan didatangkan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, dan Hakim dengan sanad shahih)</p>
<p>Mintalah kepada Alloh agar kita senantiasa mendapat petunjuk dan kekuatan untuk mengikuti petunjuk itu.[]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/warungbaca.wordpress.com/670/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/warungbaca.wordpress.com/670/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/warungbaca.wordpress.com/670/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/warungbaca.wordpress.com/670/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/warungbaca.wordpress.com/670/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/warungbaca.wordpress.com/670/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/warungbaca.wordpress.com/670/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/warungbaca.wordpress.com/670/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/warungbaca.wordpress.com/670/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/warungbaca.wordpress.com/670/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/warungbaca.wordpress.com/670/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/warungbaca.wordpress.com/670/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/warungbaca.wordpress.com/670/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/warungbaca.wordpress.com/670/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=warungbaca.wordpress.com&amp;blog=2924979&amp;post=670&amp;subd=warungbaca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warungbaca.wordpress.com/2011/09/22/hari-hari-bahagia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2e29bd9c4230c4876b996a195958bdf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Faim</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
