Bancaan

Iman, anak saya yang ke-2 mengajak teman-temannya berkumpul. Iman duduk di kelas 2 sedangkan teman-temannya itu duduk mulai dari kelas 1 hingga 4 SD Islam Insan Kamil. Semua teman-temannya dipanggil dan berkumpul di tempat makan belakang sekolah. Sekitar 6 orang. Semua sudah siap dengan sendok ditangan masing-masing. Dengan rasa penasaran mereka semua menatap ke piring warna merah di tengah-tengah mereka. Hanya satu piring. Saya siapkan susu milo sebagai pelancar masuknnya makanan yang akan mereka telan dan memang makanan ini terasa enak jika dicampur dengan susu. Segera saja mereka serbu piring merah itu setelah saya tuangkan habis susu yang saya buat tadi. Saya hampir tidak sempat mengingatkan mereka untuk berdoa terlebih dahulu. “Allohumma bariklana fihii wa’atimna khoiro minhu” begitu mereka berucap bersama-sama sebelum menyantap yang ada dipiring merah itu.

Ayo berbagi

Ayo berbagi

Koko Krunch, itulah makanan yang mereka santap dengan lahap. Koko Krunch itu dibelikan untuk Iman oleh Umminya yang datang dari Surabaya pagi hari itu. Iman memang berbeda dengan kakaknya. Jika dia memiliki sesuatu apalagi sesuatu itu makanan pasti dia tidak akan makan sendiri. Entah itu dia memanggil teman-temannya, kakaknya atau adiknya. Yang pasti dia tidak akan pernah makan sendiri.

Begitu juga dengan Koko Krunch yang dibelikan Umminya itu. Dalam waktu sekejap sudah habis ludes di makan bersama teman-temannya. Untungnya Koko Krunch yang dibelikan itu dalam ukuran besar, coba sama dengan yang saya belikan minggu lalu pasti hanya cukup untuk 2 orang. Ukurannya hanya ¼ dari yang dibelikan sekarang. Ukuran kecil kata orang.

Masing-masing anak memang berbeda dan Iman selalu berbagi apa yang dia miliki dengan orang lain.[]

6 thoughts on “Bancaan

  1. Alhamdulillah, glad to see u again Ustadz! Thanks for your comment!Mana materi terjemahannya? Jadi? Semoga Ustdz sekeluarga sehat wal afiyat dan betah di Tuban. Salam untuk mas Iman dan umi serta adik2 yang lainnya, ok? Dansemoga akan tetap setia berbagi kebaikan dan kebenaran hingga dewasananti, amin. Ila liqo…..E

    Like

  2. Alhamdulillah, senang betemu Antum lagi ya Ustadz. Semoga Us Ayub sekeluarga sehat, amin. Salam untuk mas Iman dan uminya serta adik22 yang lainnya, siapa ya namnya? Semoga betah di Tuban. Doakan kami ya di Tagungsmg tetap semangat dengan idealisme dakwah kami. Ila liqo….

    Like

  3. Rasanya saya kehilangan sahabat di sini mbak. Walau kita belum lama kenal, ikatan satu guru membuat kita seperti saudara. Semoga Alloh selalu memberkahi jenengan sekeluarga di mana pun berada.

    Dakwah ini harus tetap jalan mbak. Tetap semangat. Oh ya, materi terjemah akan saya kirimkan segera. emailnya apa ya mbak?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s