Terjadi Lagi

Usai jam sekolah, saya masuk ke labkom. Beberapa file yang saya harus upload di blog SDI Insan Kamil. Seperti biasa juga, anak-anak usai makan siang selalu memasuki labkom sambil menunggu jemputan datang. Disaat-saat inilah anak-anak selalu memamerkan game-game terbaru yang dimiliknya ke teman-temannya. Jika salah satu ada yang tertarik mereka meng-copy file itu. Game copyan ini akan di mainkannya dirumah.

Hal ini sudah biasa terjadi. Bagi saya, tidak ada masalah jika itu hanya meng-copy tidak melakukan insalasi di komputer lab. Namun siang ini ada hal yang lain, dan ini kali kedua saya mengalaminya. Salah seorang orang tua wali mencari anaknya hingga masuk ke labkom. Dengan nada sedikit tinggi ia meminta anaknya segera pulang. “Ayo pulang, sudah siang!” pinta ayah anak itu. “Wis mainan game thok ae, tak hapus iki engko gameme!” lanjut ayah itu.

Agak tidak enak saya mendengarnya. Di labkom ini tidak ada yang boleh melakukan instalasi software baru tanpa ada persetujuan. Apalagi instalasi game. Saya penasaran. Apakah benar-benar game itu diinstal? Setelah saya cek langsung, ternyata game tersebut berjalan melalui flashdisk, tanpa instalasi terlebih dahulu. Jadi, anak-anak ini main game yang ada di flashdisk yang mereka bawa. Bukan dari komputer yang ada di labkom.

Rasanya pingin banget menjelaskan kepada ayah anak itu, bahwa anaknya main game dari flashdisk yang dibawa. Jika ingin dihapus, ya dihapus yang ada di flashdisk itu. Sebagai langkah pencegahan kemungikan saya akan menerapkan pemakaian user  untuk login ke masing-masing  komputer. Jika user yang diperbolehkan memakai komputer di bekukan (freezee) maka komputer itu tidak akan dapat dipakai.

[]

4 thoughts on “Terjadi Lagi

  1. Iya mas. Saat ini anak-anak didik kita kelas 4 mulai menjamah Playstation. Tanpa sengaja salah satu asatidz mendengar mereka janjian ketemuan disalah satu tempat PS. PS ini jauh lebih berbahaya ketimbang dikomputer. Namun perbedaannya sangat tipis. Kesamaannya adalah sama-sama candu. Jika candu ini sudah sampai tingkat ketagihan maka tinggal tunggu waktu.

    Like

  2. setuju mas,

    komitmen dari sekolah sepertinya harus dibangun terlebih dahulu. segela model pembelajaran yang mengarah ke unsur game, entah itu game education atau tidak harus berhenti.

    namun saya infokan, pembelajaran tentang penggunaan keyboard dan mouse untuk kelas 1 bentuknya memang game. game untuk menggunakan mouse dan keyboard. yang ini saya kurang setuju jika termasuk dalam kampanye di atas. apalagi materi keyboarding. kecepatan mengetik hampir semuanya berunsur game.

    demikian mas dari saya.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s