Yah…Iman pulang saja!?

Kalimat itu muncul di hari kedua dia mengikuti ujian sisipan di sekolahnya. Sedikit terkejut. Tidak biasanya dia seperti ini. Bahkan tadi pagi dia semangat sekali mengikuti ujian, malamnya memang dia belajar dengan saya hingga larut. Seakan tentara maju perang, amunisi yang dibawa lengkap. Kelengkapan inilah yang membuat dia bersemangat sekali.

Tepat jam 9.30 pagi itu dia berkata seperti di atas. Saya sudah mengira, pasti dia tidak banyak yang bisa dijawab soal-soal yang dihadapinya. Setelah bertanya kesana kemari.”Dibujuk dengan bermacam-macam barulah ia mengeluarkan uneg-unegnya. “Soal yang keluar tidak ada dibuku semua yah!” demikian ia berujar. Iman tidak bisa mengerjakan, hanya separo, bahasa jawanya tuh susah banget”, lanjut iman.

Saya sudah memahami, Iman lagi dilanda stres akibat ujian yang tidak dapat ia jawab dengan baik. Apalagi soal-soal yang muncul tidak pernah ia jumpai di saat belajar di kelas maupun di buku yang menjadi pegangan belajar.

Saya telepon umminya agar membujuk dia tetap mau ikut ujian hingga selesai.

Iman, sing sabar yo leh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s