Dzulhijjah dan Sejarah Yang Mengiringinya

1. Berdagang ke Syam II. Pada tahun gajah ke 25 Rasululloh Sholallohu ‘alaihi wassalam membawa dagangan Khadijah bersama pembantu laki-laki janda kaya itu bernama Maisarah untuk kedua kalinya.

2. Baiah Aqobah II. Pada musim haji tahun 13 kenabian, 73 orang Anshor menyatakan “janji setia” kepada Nabi Sholallohu ‘alaihi wassalam. Yang pertama kali mengulurkan tangannya kepada beliau adalah sahabat Al Baro’ bin Ma’rur. Lalu dari 73 orang itu beliau memilih 12 naqib (pimpinan), 9 naqib dari qabilah Khazraj dan 3 naqib dari Aus. Tokoh dibalik peristiwa ini adalah sahabat Mush’an bin Umair dai Nabi. Dalam kurun waktu kurang dari setahun dengan kerja keras dan kesabaran yang luar biasa ia telah sukses berdakwah di Madinah.

3. Kelahiran Ibrahim; Putra Rasululloh Sholallohu ‘alaihi wassalam dari Ibunya Mariya Al Qibthiyah tahun 8 H.

4. Haji Wada’ tahun 10 H. Pada kesempatan haji pamitan itu, Rasululloh Sholallohu ‘alaihi wassalam menerangkan panjang lebar hukum-hukum syara’. Dalam khutbah di antaranya beliau menuturkan, “Sesungguhnya darah-darahmu dan harta-hartamu telah diharamkan sebagaimana keharaman hari ini, dibulan ini, di wilayah ini. Sesungguhnya segala perkara jahiliyah di bawah telapak kakiku telah dihancurkan. Karena itu bertakwalah kepada Alloh di dalam istri-istrimu, sebab kalian mengambilnya dengan amanah Alloh dan memgumpulnya dengan kalimat Alloh. Bagi istri-istri itu tidak boleh menginjakkan orang lain satu pun yang kamu benci di tempat tidurmu. Jika melakukannya, maka pukullah mereka dngan pukulan yang tidak melukai. Bagi kamu harus memberikan nafkah dan pakaian secara ma’ruf. Aku telah mewariskan kepadamu sesuatu yang tidak akan sesat jika kamu berpegang kepadanya. Kitabulloh dan sunnahku. Barangkali dari kamu bertanya?” “Kami bersaksi sesungguhnya engkau telah menyampaikan, engkau telah menunaikan, dan engkau telah menasehati,” kata sahabat. Beliau lalu bersabda dengan mengangkat dan menggerak-gerakkan jari telunjuknya: “Ya Alloh, persaksikanlah.” Beliau mengulanginya tiga kali.”

5. Khalifah Abu Bakar as Shiddiq menunaikan ibadah haji bersama sahabat pada tahun 12 H.

6. Abu Ubaidah, Yazid bin Abu Sufyan, dan Surrahbi bin Hasanah berangkat ke Syam, dan berjumpa dengan Amr bin Ash pada tahun 12 H/634 M.

7. Perperangan Datsin 12 H. Pasukan Islam di bawah pimpinan Umamamh al Bahili mengalahkan pasukan Romawi. Ini merupakan perperangan pertama pasukan Islam dengan pasukan Romawi.

8. Yazid bin Sufyan dan pasukannya memperoleh kemenangan dalam perperangan Wadi Arobah melawan Sirjayus (panglima Romawi) dan hakim Palestina pada tahun 12 H.

9. Khalid bin Walid bergerak dari Iraq ke Syam melaksanakan perintah Khalifah Abu Bakar, untuk bergabung dengan pasukan Islam melawan Romawi pada tahun 12 H.

10. Terbunuhnya khalifah Umar bin Khotthob, ditikam oleh Abu Lu’luah al Habsyi al Majusy pada hari Rabu, 25 Dzulhijjah tahun 23 H/644 M. Beliau mengendalikan amanah kekuasaan selama 10 tahun 6 bulan 5 hari.

11. Akhir Dzulhijjah tahun 23 H, Sayyidina Usman bin Affan dipilih sebagai Kholifah oleh sahabat-sahabat senior yang duduk di dalam Majlis Syuro; sebuah badan yang dibentuk oleh Kholifah Umar bin Khotthob sebelum beliau wafat.

12. Kholifah Usman bin Affan terbunuh pada hari Jum’at 18 Dzulhijjah 35 H bertepatan tahun 656 M. Beliau memegang amanah kekuasaan selama 11 tahun, 11 bulan, dan 8 hari dalam umur 82 tahun.

[]

2 thoughts on “Dzulhijjah dan Sejarah Yang Mengiringinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s