Hari Asyuro’, Dalam Perjalanan Tasyri’

Hari Asyuro’ adalah hari ke-10 dari bulan Muharram. Bulan Muharram termasuk empat bulan mulia yang tidak diperkenankan berperang dan menumpahkan darah di dalamnya. Ia secara khusus disebut Syahrulloh (bulannya Alloh). Al Ashom (yang tuli), karena dibulan itutidak didengar dentingan senjata. Kemuliaan bulan pertama dalam penanggalan hijriyah ini menurut Ibnu Jauzi karena di dalam bulan itu terdapat hari Asyuro’

Hari Asyuro’ bagi umat Islam adalah hari yang sangat monumental, di mana pada hari itu menurut keterangan Dr. As Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki dengan sandaran yang jelas, Allah Subhana wata’ala menurunkan Nabi Adam ke dunia, Allah Subhana wata’ala menerima taubat Nabi pertama itu akibat kesalahannya memakan buah yang terlarang, diterimanya taubat kaum Nabi Yunus, berlabuhnya perahu Nabi Nuh di bukit Al Judiyyi (terletak di ARmenia sebelah selatan, berbatasan dengan Mesopotamia), serta kemenangan Nabi Musa dan tenggelamnya Fir’aun (Lihat Dzikroyat Wa Munasabat, 51).

Amalan utama untuk memperingati peristiwa-peristiwa besar tersebut menurut Nabi Sholallohu Alahi wassalam adalah puasa. Puasa Asyuro’ menurut beliau bernilai menghapus dosa (baca: dosa-dosa kecil) setahun yang telah berlalu. Keutamaan puasa Asyuro’ menjadi sangat jelas bila sejarah Tasyri’nya yang terbagi menjadi empat fase ditelusuri.

Pertama, fase di Makkah sebelum Hijrah. Nabi Sholallohu Alaihi wassalam secara pribadi telah berpuasa Asyuro’ tanpa memerintahkan satupun sahabat melakukannya. Dan memang periode Makkah orientasi utamanya adalah penanaman aqidah. Fase kedua, ketika beliau pertama kali menginjakkan kaki di Madinah. Beliau mendapati orang-orang Yahudi melakukan puasa Asyuro’ untuk memperingati kemenangan Musa atas Fira’un, maka beliau bersabda, “Aku lebih berhak terhadap kemenangan Musa daripada kalian, wahai orang-orang Yahudi”. Beliau lalu memerintahkan sahabat untuk berpuasa Asyuro’, Menurut ulama Ushul Fiqh, suatu perintah bila tidak mengarah kepada sunnah berarti wajib. Dengan demikian, puasa yang diwajibkan pertama kali dalam Islam adalah puasa Asyuro’. Hal ini diperkuat bahwa Nabi memerintahkan seseorang Bani Aslam untuk mengumumkan: “Barangsiapa telah makan maka berpuasalah (di sisa harinya), dan barangsiapa belum makan, maka berpuasalah, karena hari ini hari Asyuro'”. (HR. Bukhori Muslim)

Fase ketiga, setelah turun kewajiban puasa Ramadhan pada bulan Sya’ban tahun 2 Hijriyah. Pada saat itu puasa Asyuro’ berubah hukum menjadi mubah, berdasarkan hadits, “Barangsiapa suka, hendaklah ia berpuasa dan barangsiapa suka hendak ia berbuka”. (HR. Bukhori Muslim). Dalam hal ini puasa Asyuro’ telah memberi pendidikan pra puasa yang bernilai besar sehingga menjadikan ibadah puasa Ramadhan sebulan penuh bagi sahabat tidak terasa berat.

Fase terakhir, hukum puasa Asyuro’ adalah sunnah muakkad dan dianjurkan berpuasa satu hari sebelum atau sesudahnya agar berbeda dengan praktek Yahudi. Rasulllah Sholallohu Alahi wassalam telah berazam kuat untuk melakukan puasa Tasu’aa (tanggal 9 Muharram), namun beliau kedahuluan wafat. Pada fase ini diterangkan nilai puasa Asyuro’ menghapus dosa setahun lampau sebagaimana puasa Arofah menghapus dosa dua tahun yang lalu.

Amalan-amalan lain yang utama dilakukan di hari Asyuro’ adalah 1). Bertaubat dan kembali kepada Alloh Subhana wata’ala. 2). Memberikan nafkah yang lebih banyak daripada biasanya bagi suami kepada istrinya. 3). Bershadaqah.

Setelah melihat keutamaan di atas bisa jadi hari Asyuro’ merupakan salah satu dari hembusan-hembusan (nafahat) Alloh Arrohman, maka hendaklah hembusan itu disambut dengan perasaan gembira dan niat sungguh-sungguh (shidqun niat). Sebab, barangsiapa yang mendapatkan hembusan itu, maka ia tidak akan celaka selamanya. (HR. Thobarani).

[]

3 thoughts on “Hari Asyuro’, Dalam Perjalanan Tasyri’

    • Memang benar, hari Asyuro juga meninggalnya al husen, di Iran bahkan diperingati dengan berdarah-darah. Selama ini hal itu yang lebih menonjol. Semoga kita lebih arif melihatnya.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s