Sehat Sampai Tua dengan Shalat Malam

Kendati belum ada pembuktian secara ilmiah, banyak orang menuturkan kiat sehat di masa tua melek di malam hari. Ada yang memuliaunya tanpa sengaja, karena terasa enak, dilanjutkan. Dampaknya ternyata bukan semata kesehatan fisik. Daya ingat lebih baik, alias tidak gampang pikun.

Beberapa tokoh dunia tercatat memelihara kebiasaan bangun jauh sebelum subuh. Hirohito biasa bangun pukul setengah tiga pagi untuk beberapa lama, kendati kemudian tidur kembali. Einstein mengaku, ilham hinggap di benaknya hingga ia menemukan teori relativitas karena seringnya dia bangun di malam hari meskipun hanya untuk melihat bintang dan melamun.

Proses ketuaan merupakan kepastian. Tapi tentu tak ada yang mengharapkan melewatinya sambil bersakit-sakit. Usia lanjut biasanya rawan berbagai macam penyakit seperti hepatitis, lumpuh, diabetes mellitus, stroke, batuk-batuk akibat paru-paru tidak normal, jantung, pikun, dan lainnya. Betapa banyak orang pikun yang tak mampu apa-apa sendiri, buang air sekalipun. Karena merasa jadi beban, akhirnya lebih banyak yang berdoa supaya dipercepat kematiannya.

Tetapi tidak semua begitu. Sebagian ada yang masih mampu jalan-jalan, bahkan berkebun. Nah, untuk jenis ini biasanya ada kebiasaan di masa muda yang menyebabkannya, misal berolah raga. Di samping itu tentu gizi yang terpelihara.
Tetapi di kalangan pesantren ada yang lebih khusus. Kiai-kiai yang awet mengaku biasa melakukan shalat malam. Kedengarannya aneh, tetapi banyak fakta menunjukkannya. Sebutlah misalnya Kiai As’ad Syamsul Arifin Situbondo, Kiai Alwi Jombang, Kiai Sholeh Gresik. Moh Natsir, dan lain sebagainya. Mereka tetap sehat sampai tua.

Dari pengalaman mungkin kita membenarkan, bangun dini hari menjadikan pikiran lebih tenang. Beban nyaris tidak ada, pikiran fresh. Ketidaktegangan ini akan mempengaruhi ketenangan jiwa. Kemungkinan besar karena jiwa yang tenang inilah orang tidak gampang terserang penyakit.

Kalau anda mahasiswa atau pelajar, tentu pernah merasakan enaknya belajar dini hari sehabis tidur. Semua materi rasanya mudah dicerna. Atau barangkali Anda suka jalan kaki pagi, dan merasakan manfaatnya. Hanya dengan jalan pagi umur jadi panjang, sehat lagi. Rupanya udara segar dan belum terkontaminasi memang khasiatnya luar biasa. Orang yang mengerti tentang kesehatan tidak akan menyia-nyiakannya.

Itu baru jalan-jalan, Bagaimana kalau shalat pada jam-jam itu? Dan bukan sekedar 1 rakaat? Marilah kita coba telusuri satu per satu.
Shalat ini mengandung banyak unsur fisik ada, sehingga bisa dipersamakan dengan olahraga. Mungkin kalau 1 rakaat belum apa-apa, tetapi bagaimana kalau 8 rakaat? Sudah begitu, dilakukan dengan kesungguhan. Anda yang pernah mencobanya niscaya merasakan, persendian seperti lega semua.
Unsur yang kedua adalah konsentrasi. Konsentrasi ini bukan persoalan sepele. Dengan konsentrasi saja orang bisa melipatgandakan kekuatan misalnya pukulan, tendangan dan sebagainya. Itu satu bukti besarnya potensi di balik konsentrasi. Malahan, shalat ini lebih dari konsentrasi, yang diistilahkan dengan khusyu’. Pemusatan potensi pada satu tujuan tidak diragukan, akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

Tentu tidak berhenti di sini. Ada segi lain yang tidak mungkin dimiliki oleh jenis pekerjaan lain yaitu unsur doa. Kekuatan doa ini tidak bisa digantikan karena berhubungan dengan pribadi yang bersangkutan. Doa agar diberi kesehatan hasilnya tidak bisa dikalkulasi langsung, tetapi nyata adanya. Apalagi, doa atau lebih jauh shalat itu sendiri semata menurut tuntunan Allah Swt. Sang Pencipta Kesehatan. Sehingga sangat logis bila upaya lewat shalat ditempuh setiap kaum beriman.

[]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s