Islam dan Seruan Membaca

Iqro’ atau perintah membaca merupakan kata pertama dari wahyu pertama yang diterima oleh baginda Nabi Muhammad saw. Kata ini sedemikian pentingnya sehingga diulang dua kali dalam rangkaian wahyu pertama. Mungkin mengherankan bahwa perintah tersebut ditujukan pertama kali kepada seseorang yang tidak pernah membaca suatu kitab sebelum turunnya Al-Qur’an (Q.S. 29:48), bahkan seorang yang tidak pandai membaca suatu tulisan sampai akhir hayatnya. Namun, keheranan ini akan sirna jika disadari arti iqro’ dan disadari pula bahwa perintah ini tidak hanya ditujukan kepada pribadi Nabi Muhammad saw semata-mata, tetapi juga untuk ummat manusia sepanjang sejarah kemanusiaan, karena realisasi perintah tersebut merupakan kunci pembuka jalan kebahagiaan hidup duniawi dan ukhrawi.

Kata iqro’ terulang tiga kali dalam Al-Qur’an, masing-masing pada surat ke-17 ayat 14 dan surat ke-96 ayat 1 dan 3. Sedangkan kata kejadian dari akar kata tersebut, dalam berbagai bentuknya, terulang sebanyak 17 kali selain kata Al-Qur’an yang terulang sebanyak 70 kali.

Kata iqro’ (qoro’a) pada mulanya berarti “menghimpun”. Dalam kamus-kamus bahasa, dapat ditemui beraneka ragam arti dari kata tersebut, antara lain: menyampaikan, menelaah, membaca, mendalami, meneliti, mengetahui ciri-cirinya, dan sebagainya yang kesemuanya dapat dikembalikan kepada hakikat “menghimpun” yang merupakan arti akar kata tersebut.

Iqro’, demikian perintah Allah swt yang disampaikan oleh malaikat Jibril. Tetapi apa yang harus dibaca? Dalam ayat tersebut obyek dari perintah membaca tidak disebutkan. Suatu kaidah menyatakan bahwa suatu kata dalam susunan redaksi yang tidak disebutkan obyeknya (dalam bahasa nahwu shorof disebut maf’ul), maka obyek yang dimaksud bersifat umum, mencakup segala sesuatu yang dapat dijangkau oleh kata tersebut. Dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa karena kata qoro’a digunakan dalam arti membaca, menelaah, menyampaikan, dan sebagainya, dan karena obyeknya tidak disebut sehingga bersifat umum, maka obyek kata tersebut mencakup segala yang dapat terjangkau baik bacaan suci yang bersumber dari Tuhan maupun yang bukan, baik menyangkut ayat-ayat yang tertulis maupun yang tidak tertulis, sehingga mencakup telaah terhadap alam raya, masyarakat dan diri sendiri, ayat suci Al-Qur’an, majalah, koran, dan sebagainya. Walhasil, ilmu dengan segala macam dan jenisnya, apakah ilmu agama maupun ilmu umum.

Perintah iqro’ dikaitkan dengan “bismi robbika” (dengan menyebut nama Tuhanmu). Pengaitan ini merupakan syarat sehingga menuntut dari si pembaca bukan saja sekadar melakukan bacaan dengan ikhlas, tetapi juga antara lain memilih bahan-bahan bacaan yang tidak mengantarnya kepada hal-hal yang bertentangan dengan “nama Allah” itu.

Demikianlah Al-Qur’an secara dini menggarisbawahi pentingnya “membaca” dan keharusan adanya keikhlasan serta kepandaian memilih bahan-bahan bacaan yang tepat. Perintah membaca merupakan pertintah paling berharga yang dapat diberikan kepada ummat manusia. Karena, membaca merupakan jalan yang mengantar manusia mencapai derajat kemanusiaannya yang sempurna.

Manusia bertugas sebagai abdullah dan juga sebagai khalifatullah. Kedua fungsi ini adalah konsekuensi dari potensi keilmuan yang dianugerahkan Allah kepada manusia, sekaligus sebagai persyaratan mutlak bagi kesempurnaan pelaksanaan kedua tugas tersebut.

Dengan ilmu yang diajarkan oleh Allah kepada manusia (Adam), ia memiliki kelebihan dari malaikat, yang tadinya meragukan kemampuan manusia untuk menjadi pembangun peradaban (menjadi khalifah di bumi ini). Dan dengan ibadah yang didasari oleh ilmu yang benar, manusia menduduki tempat terhormat, sejajar bahkan dapat melebihi kedudukan umumnya malaikat. Berdasarkan hal tersebut, tidaklah mengherankan jika iqro’ menjadi tuntunan pertama yang diberikan oleh Allah swt kepada manusia. Ayat pertama inilah seyogyanya dijadikan inspirator bagi visi pendidikan pada masa kini dan pada masa-masa yang akan datang.[]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s