Kondisi Tubuh dan Kekuatan Nabi

Seri:  Sang Terpuji

Kondisi tubuh yang sehat dan kuat, di samping ketabahan hati, bersatu padu dalam diri Nabi SAW. Itulah sifat kejantanan yang amat sempurna.

Ibnu Sa’ad dan Ibnu Jarir, demikian Ibnu Abi Hatim dan Al-Baihaqy serta Abi Nuam dan Al-Bukhary, kesemuanya meriwayatkan dari Jabir yang mengisahkan pengalamannya menjelang hari-hari perang Khandaq, yang penuh diliputi oleh suasana ketakutan. Jabir berkata, “Kami sedang giat-giatnya menggali parit untuk pertahanan kota Madinah. Lalu muncullah batu besar dalam parit yang sedang digali beramai-ramai. Kami datang melaporkan kepada Nabi SAW dan beliau segera bangun, lalu turun ke dalam parit. Sedang perutnya lapar diikat dengan batu, sebab tiga hari kami tidak makan apa pun. Maka dengan cangkul di tangannya, dipecahkan batu besar itu. Dan dalam sekejap mata, jadi tumpukan tanah yang tumpah berserakan.

Dalam riwayat lain disebutkan, bahwa para sahabat tidak datang melapor kepada Nabi SAW, melainkan setelah berusaha sekuat tenaga memecah batu yang keras dan besar itu. Bahkan sudah banyak linggis dan cangkul yang dipergunakan, menjadi patah dan rusak.

Sedang dalam riwayat lain diterangkan, bahwa Nabi SAW memukul batu raksasa itu, hanya tiga kali pukulan saja. Yang mengagumkan, batu besar itu hanya bertahan tiga kali saja menghadapi pukulan beliau, setelah tangan para sahabat tidak mampu memecah atau menyingkirkannya. Itu terjadi di saat beliau sedang lapar. Kiranya sudah jelas betapa pengaruh lapar terhadap kondisi badan. Dan bayangkan bagaimana pula kekuatan beliau itu andaikata tidak lapar yang sangat, karena selama tiga hari berturut-turut tidak merasakan makanan apa pun.

Abu Nuaim dan Al-Baihaqy, meriwayatkan dari jalan Ishak bin Yasar, bahwa Rasulullah saw. berkata kepada Rukanah: “Silahkan anda masuk Islam.” Rukanah dengan congkaknya menjawab: “Kalau aku mengetahui bahwa agamamu itu benar, tentu sudah lama aku memasukinya.”
Rukanah yang terkenal jagoan dan kuat lagi ditakuti itu, ditanya oleh Nabi saw.: “Bagaimana seandainya kalau aku membantingmu ke tanah?”
“Cobalah!” ujar Rukanah bangga. Maka Nabi mendorongnya dua kali, dan dia terhempas jatuh ke tanah menggelepar tak berdaya. Kemudian dia mencoba bangkit kembali, sambil berkata: “Ini adalah sihir belaka. Demi Alloh aku tidak menguasai diriku, sehingga aku terpelanting jatuh ke tanah.” Hadist ini ada pula yang meriwayatkan dari jalan Rukanah sendiri, yang menegaskan, bahwa ia kemudian masuk Islam. Perhatikanlah pengakuan Rukanah, bahwa dia tidak dapat menguasai dirinya sedikitpun hingga jatuh tersungkur, dan sekaligus berarti bahwa Nabi, tidak memegang benda apapun di tangannya. Sedang Rukanah yang terkenal kuat, dan kekar tubuhnya itu sangat ditakuti orang-orang Quraisy. Dan tak pernah dikalahkan.[]

Referensi: Insan Kamil, Dr. Sayyid Muhammad bin Alawy Al-Maliki Al-Hasani

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s