Posisi Penting Sholat

        الصَّلاَةُ عِمَادُ الدِّيْنِ

“Sholat adalah tiang agama”[1]

Sholat adalah tiang atau pokok ibadah (Ummul Ibaadaat). Ia menjadi tangga naik (Mi’rooj) bagi orang beriman dan sarana bermunjat kepada Tuhan semesta alam. Ada banyak rahasia (Asroor) yang menjadikan sholat menempati posisi penting dalam agama. Di antaranya ialah dalam sholat ada perasaan merendahkan diri (Tawadhu’) yang tergambar dalam ruku’ dan sujud. Sholat menjadi bentuk khidmah seorang hamba kepada Alloh Maha Raja. Sementara berkhidmah kepada raja tidak selayaknya dengan malas dan perasaan mengentengkan, tetapi dengan sungguh – sungguh, semangat tinggi dan perasaan rendah diri (Tadzallul).  Berangkat dari sini kemudian seorang Said bin Musayyib senantiasa melakukan sholat. Bila malam menjelang, Beliau berkata kepada diri sendiri, “Bangkitlah untuk berkhidmah kepada Tuhanmu. Wahai tempat segala kebaikan, kamu hendak melupakanNya di siang hari dan tidur di malam hari? Demi Alloh aku tak akan membiarkanmu berlaku seperti unta” selanjutnya Said melakukan sholat semalam suntuk hingga pada pagi hari kedua telapak kakinya kelihatan membengkak. Disebutkan bahwa selama limapuluh tahun Beliau melakukan sholat subuh dengan wudhu sholat Isya’.

Apa yang dilakukan oleh Said ini tercatat juga dilakukan oleh Tsabit al Bunani. Selama lima puluh tahun Tsabit melewati seluruh malam dengan sholat. Ketika waktu sahur datang maka dia berdo’a, “Ya Alloh, jika Engkau memberi kesempatan seseorang untuk sholat di kuburnya maka berikanlah kepadaku” Maha Suci Alloh, ketika Tsabit meninggal dan orang – orang selesai menguburkannya, tiba – tiba (bagian atas) kuburan terpecah hingga mereka melihat Tsabit berdiri sholat dalam kuburnya. Sewaktu hidupnya Tsabit pernah berkata: Sholat adalah berkhidmah kepada Alloh di bumi. Anda ada sesuatu yang lebih utama daripada sholat niscaya Alloh tidak berfirman:

        فَنَادَتْهُ الْمَلاَئِكَةُ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّى فِى الْمِحْرَابِ

“ …maka malaikat memanggilnya ketika ia sedang melakukan sholat di mihrob…   “QS Ali Imron : 39.


[1] HR Baihaqi dari Umar ra.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s