Al-Qur’an

Mengapa hanya dengan mendengar ayat-ayat Al-Qur’an, hati kita bisa menjadi tenang? Mengapa hanya membaca firman Alloh swt., jiwa kita bisa terselimuti oleh rasa sejuk dan nyaman? Mengapa keteduhan, ketenangan, kelembutan itu bisa menyirami hati, jiwa dan pikiran kita? Itu semua hanya dengan mendengar, membaca, terlebih menghayati Al-Qur’an.

Sungguh mahal dan indahnya Kalamullah. Betapa karunia Alloh swt. yang sangat agung, kita dijadikan orang-orang yang menerima Al-Qur’an sebagai petunjuk jalan. Tak terhitung ketinggian nikmat dan kasih sayang Alloh swt., karena kita termasuk orang-orang yang diizinkan mendengar, membaca dan merenungi kandungan firman-firman-Nya. Subhanallah wal alhamdulillah…

Benarlah apa yang diucapkan Muhammad bin Kaab Al Qurazi. Kata beliau, “Siapa yang sampai padanya Al-Qur’an dan membacanya, maka seakan ia sedang berdialog dengan Alloh swt.” Senada dengan itu, K.H.M. Ihya’ Ulumiddin, khodimul Ma’had Nurul Haromain Pujon Malang berkata, “Kalau kita ingin berdialog dengan Alloh, shalatlah kamu, kalau kita ingin Alloh berdialog dengan kita bacalah Al-Qur’an.” Sementara Malik bin Dinar ra. berkata, “Apa yang ditanam Al-Qur’an di dalam hati kalian? Al-Qur’an adalah air kehidupan bagi orang mukmin, sebagaimana hujan adalah air kehidupan bagi tanah. Karena itu jagalah.” Sebagian ulama mengatakan bahwa Al-Qur’an menyerupai surat-surat yang datang dari Alloh kepada kita. Agar kita bisa mendengar, membaca, dan merenungi isinya, pada waktu shalat, dalam kesendirian dan mengamalkannya dalam bentuk ketaatan.

Al-Qur’an memang jadi sumber inspirasi dan energi jiwa yang sangat besar bagi para salafushalih dahulu. Lihatlah bagaimana keberanian Salim Maula Abi Hudzaifah ra., tokoh sahabat yang pernah dipuji Rasullah saw. saat beliau mendengarkannya membaca ayat Al-Qur’an. Pada perang Yamamah, Salim Maula Abi Hudzirah, ditanya oleh kaum Muhajirin, “Apakah engkau tidak takut jika kami berjalan di belakangmu? Ia menjawab, “Penghafal yang paling jelek adalah aku jika aku sampai berjalan di belakang kalian dalam perang ini.” (Ibnu Katsir, Al Bidayah wan Nihayah, 6/34)

Karena itulah, interkasi mereka pun sangat kuat denga firman-firman Alloh. Imam Suyuthi, bahkan pernah menuturkan tingkat tilawah Al-Qur’an para sahabat yang luar biasa. Dalam membaca Al-Qur’an, menurutnya, para salaf mempunyai beberapa kebiasaan. Jumlah terbanyak aktivitas membaca Al-Qur’an mereka adalah mengkhatamkan Al-Qur’an sehari semalam sebanyak delapan kali khatam, yaitu empat kali pada malam hari dan empat kali pada siang hari. Dalam kitab Shifat Shafwah bahkan disebutkan, Utsman bin Affan menamatkan Al-Qur’an dalam satu malam dan dalam satu shalat.

Intensitas para salafushalihin sangat tinggi terhadap kalamullah. Tiada hari tanpa Al-Qur’an. Mereka adalah generasi-generasi terbaik, yang jarak mereka dengan Rasulullah saw. hanya terpaut puluhan tahun bahkan ada yang hidup bersama Rasulullah saw. Lalu, apa yang kita lakukan saat ini, sangat jauh dari kebiasaan minimal para salafushalih dengan Al-Qur’an. Terlebih lagi saat ini kita berada bulan Ramadhan, dimana di bulan ini Al-Qur’an diturunkan dan Rasulullah setiap hari bersama Jibril as., melakukan tadarus dan membenahi bacaan Al-Qur’an Rasulullah saw. Dan kita, tidak pernah mengkhatamkan Al-Qur’an, walau satu kali di bulan Ramadhan ini. Dengarlah apa yang disampaikan oleh Imam Ahmad, yang memakruhkan menunda pengkhataman Al-Qur’an lebih dari 40 hari tanpa uzur. Ini dipegang oleh Imam Ahmad berdasarkan riwayat Abdullah bin Amru yang pernah ditanya oleh Rasulullah saw., “Selama berapa hari engkau mengkhatamkan Al-Qur’an?” Ia menjawab, “Selama empat puluh hari.” (HR. Abu Daud, Turmidzi, Nasa’i). Sudah berapa banyak dari 40 hari yang terlewat tanpa kita mengkhatamkan Al-Qur’an?

Mendengar, membaca dan merenungi isi Al-Qur’an adalah langkah untuk bisa menapaki hidup ini dalam pelita hidayah Alloh. Mendengar, membaca dan merenungi isi Al-Qur’an merupakan langkah yang paling pertama, bagi orang yang ingin mengamalkan isinya sebagai petunjuk Alloh swt. Tanpa sering mendengar, membaca dan merenungi Al-Qur’an, maka hati akan menjadi keruh dan efeknya tubuh akan menjadi lemah untuk melakukan ketaatan. Lihatlah ungkapan Utsman bin Affan dan Hudzaifah ra. yang mengatakan, “Jika hati seseorang telah bersih dan suci, niscaya ia takkan kenyang merasa terus menerus membaca Al-Qur’an.”

Ini bukan untuk segera merubah pola hidup secara drastic dan mengejar target membaca Al-Qur’an semata. Karena Rasulullah saw. pun pernah berpesan, “Bacalah Al-Qur’an selama hati kalian berinteraksi dengannya. Jika telah berubah dan tidak bersambung dengannya, maka berhentilah.” (Mutafaq alaih, Al Lu’lu wal Marjan, 6/17) Namun, hadits ini jangan dijadikan alasan untuk tidak mengkhatamkan Al-Qur’an.

Imam Nawai dalam Al Adzkah juga memberi batasan, bahwa tingkat pembacaan Al-Qur’an tergantung masing-masing orang. Siapa yang mempunyai kesibukan berpikir dan mempelajari ilmu pengetahun, maka ia cukup membaca sesuai kadar yang dengannya ia dapat mencapai kesempurnaan pemahaman apa yang ia baca. Demikian juga bagi orang yang sibuk menyebarkan ilmu pengetahuan mengurus tugas-tugas dan kepentingan umum, hendaknya ia membaca sesuai dengan kadar yang tidak mengganggu tugasnya dengan sempurna. Sedangkan orang yang tidak termasuk di atas hendaknya ia memperbanyak membaca Al-Qur’an sedapat mungkin dengan kadar yang tidak membawa pada kebosanan dalam membaca. (Al Itqon, 1/292-295)

Kini, kita sendirilah yang menentukan. Berapa banyak surat-surat dari Alloh swt. yang bisa kita baca dalam satu hari? Berapa perlu kita menyuburkan, menyegarkan, menyejukkan, menenangkan hati dengan membaca Kalamullah? Sejauh mana kebutuhan kita menerima benderang pelita hidayah-Nya dalam menjalani hidup? Sekuat apa kita bisa bertahan, melangkah dalam gelap, tanpa lentera petunjuk Alloh swt.?

Ya Alloh limpahkanlah rizki kepada kami, untuk membaca Al-Qur’an di waktu siang dan malam. Dan jadikanlah ia sebagai hujjah bagi kami di akhirat kelah.[]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s