Selamat dari Ketergelinciran

Seorang sahabat mendatangi Rasulullah saw. “Kapan datangnya hari kiamat?” tanyanya. Rasulullah saw balik bertanya, “Apa yang telah kamu persiapakan untuk menyambut kedatangannya?” Orang itu menjawab, “Aku tidak banyak memiliki persiapan untuk menyambutnya. Shalatku tidak banyak, begitu juga dengan puasaku dan sedekahku. Namun aku mencintai Allah dan Rasul-Nya.Rasulullah saw. lalu bersabda, “Kamu akan dikumpulkan bersama-sama dengan orang yang kamu cintai.” (HR Bukhari dan Muslim)

Sahabat tersebut merasa tidak memiliki persiapan dan modal yang cukup untuk menghadapi hari pembalasan. Merasa kecil dan tidak berdaya menghadapi peristiwa maha besar, saat semua timbangan amal diperhitungkan. Kerdil dan sama sekali tidak mampu mengimbangan karunia dan kasih sayang Alloh dengan amal-amalnya. Itulah sebabnya dengan pengakuan tulus dan pasrah. Rasul saw. menasehatinya untuk tetap menjaga keimanan dan memelihara hati mencintai orang-orang yang berbuat baik. Tetap berada dekat di lingkaran orang-orang shaleh. Karena keshalehan mereka akan dapat mengantarkan seseorang mendapat ridha-Nya.

Wahai saudaraku, mari kita simpulkan makna yang lebih dalam dari sabda Rasulullah tersebut. Dekat lingkungan yang baik, akan mendatangkan banyak manfaat bagi seseorang. Perasaan menyesal, rugi dan tersiksa karena berbuat dosa, akan dimunculkan dengan bergaul dengan orang-orang shaleh. Itulah berkah awal dan buah pertama yang akan dipetik dari persahabatan dengan orang-orang shaleh. Pada waktu kita menjauhi mereka, praktis suara kebeneran ini akan lebih mudah menghilang dan efek kecaman terhadap nafsu yang menyimpang juga semakin berkurang. Dampaknya, kita akan beralih pada peluang-peluang kemaksiatan yang semakin besar. Seorang yang tidak mau berteman dengan orang shaleh, tidak akan dapat merasakan penyesalan dan pahitnya perbuatan durhaka. Lalu bersikap biasa dengan kemaksiatan dan dosa yang terus menerus dilakukan. Semoga Alloh mengampuni dosa-dosa kita saudaraku, amin.

Imam Qurthubi dalam tafsirnya (V/3988) menyebutkan tiga hal yang termasuk tanda taubat. Yaitu, orang yang menangisi dosa-dosa yang lalu, dan merasa khawatir mengulanginya. kemudian hijrah dari teman-teman yang jahat dan bersahabat dengan teman-teman yang baik. Dalam kitab itu disebutkan pula bahwa berteman dengan orang baik itu akan berimbas pada yang lain. Al-Qur’an menceritakan tentang anak-anak muda Ashabul Kafhi saat keluar meninggalkan negeri yang dipimpin penguasa zalim. “Seekor anjing bisa memperoleh derajat demikian mulia karena ia menemani dan bergaul dengan orang-orang shaleh yang dikasihi Alloh. Maka, bagaimana dengan orang-orang mukmin yang mau bergaul dan mencintai orang shaleh yang juga dikasihi Alloh,” begitu tulis Imam Al-Qurtubhi.

Maka, carilah lingkaran orang-orang shaleh itu dan kuatkan pijakkan kaki agar tidak terlepas dari orbit keshalehan mereka. Ini salah satu benteng yang akan memelihara kita dari ketergelinciran.
Wahai saudaraku, berhati-hatilah, karena banyak sekali jurang kesalahan yang bisa menjerumuskan kita. Suatu kesalahan atau dosa menurut Ibnul Qayyim rahimullah, biasanya dilakukan seseorang bukan karena keinginan melawan perintah Alloh, tapi karena ia melawan pengetahuan akal dan kesadarannya terhadap sesuatu yang sebenarnya terlarang. Dengan kata lain, orang itu melakukan kedurhakaan karena takluk pada hawa nafsunya sendiri, bukan karena ingin mendurhakai Alloh swt. “Aku memperhatikan kondisi orang yang melakukan kemaksiatan. Aku dapati sebenarnya ia tidak ingin melakukan kedurhakaan terhadap perintah Alloh. Kebanyakan mereka melakukan kemaksiatan berawal dari selera mengikuti hawa nafsunya yang melawan kesadaran akalnya.Lalu ia terjerumus pada kemaksiatan. Maka aku lihat sebab utamanya adalah ia tetap menerjang kesadarannya meski ia telah mengetahui bahwa itu adalah dosa,” demikian kurang lebih ungkapan Ibnul Qayyim.

Peliharalah diri dari ketergelinciran dengan memohon petunjuk Alloh. Hanya Dia yang mampu memberikan kekuatan lahir dan batin agar seluruh anggota tubuh kita tetap berada di atas rel kebaikan. Lakukanlah amal-amal sunnah. Jangan merasa cukup dengan yang wajib, karena untuk bisa tetap terpelihara, kita memerlukan amal-amal sunnah itu seperti yang disebutkan dalam hadits shahih, “Tidaklah hamba terus menerus mendekatkan diri pada-Ku dengan amal ibadah sunnah sampai Aku mencintainya. Dan jika Aku mencintainya, maka aku akan menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar. Aku akan menjadi pandangannya yang ia gunakan untuk memandang. Aku akan menjadi tangan yang ia gunakan untuk memukul dan Aku menjadi kakinya yang ia gunakan untuk berjalan (HR Bukhari)

Al Khitabi dalam kitab Fathul Bari menerangkan bahwa maksud hadits ini adalah pertolongan Alloh pada hamba-Nya dalam perbuatan yang dilakukan oleh anggota tubuhnya. Kecintaan Alloh akan memelihara seluruh anggota tubuh dan melindunginya dari terjerumus dari apa yang dibenci Alloh, baik dari kelalaian pada pendengarannya, dari pandangan yang dilarang Alloh, dari pukulan yang tidak halal, dari berjalan untuk kebatilan yang tidak diridhai-Nya. Inilah puncak kesucian jiwa.

Wahai saudaraku, amal-amal shaleh itulah yang akan mengawal seseorang dan menjaganya dari ketergelinciran. Memelihara amal sunnah menjadi simbol kehidupan kaum salafushalih dahulu yang patut kita jadikan panutan. Adalah seorang muhaddits tsiqoh (periwayat hadits yang terpercaya) bernama Basyar bin Hasan dijuluki ashafiyy, karena ia adalah orang yang selalu berada di shaf pertama di masjid Bashrah selama lima puluh tahun. Ada juga seorang Qodhi di Syam bernama Sulaiman bin Hamzah, yang juga salah satu murid Ibnu Quddamah rahimahumullah. Katanya, “Saya tidak sekalipun salat wajib sendiri (tidak berjamaah) kecuali dua kali. Dan hingga kini, aku merasa seperti belum melakukan dua kali dua shalat itu.” Sulaiman bin Hamzah ketika sudah berusia 90 tahun.”
Ya Alloh, jadikan kami bagian yang sedikit dari mereka yang dicintai-Mu karena melakukan ibadah sunnah.” []

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s