Terompah Sang Wali

Syekh Abu Umar Utsman Ash Shairafi dan Syekh Abu Muhammad Abdul Haq Al Harimi berkisah: Suatu ketika, kami sedang duduk di hadapan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani di madrasahnya. Saat itu, bertepatan dengan hari Ahad, 3 Shafar tahun 555 H. Kami lihat Syekh baru saja berwudhu’ dengan memakai kedua terompahnya, lalu beliau shalat dua rakaat. Selepas salam, tiba-tiba beliau berteriak dengan keras kemudian mengambil satu terompahnya dan melemparkannya ke atas. Terompah itu terbang tinggi hingga menjulang tak terlihat mata. Sejenah kemudian, beliau berbuat hal serupa dengan terompah yang satunya. Setelah itu, beliau duduk dan mengajar kami seperti biasa. Namun, tidak ada seorang pun dari kami yang berani menanyakan hal aneh itu kepada beliau.

Setelah berlangsung dua tiga hari dari kejadian itu, ada rombongan dari kota Ajam (Persia-Iran) datang ke Iraq untuk menemui Syekh. Mereka berkata kepada kami, “Kami datang ke sini untuk niat dan nazar kami kepada Syekh. Kami mohon izin untuk bertemu dengan beliau.” Tiba-tiba Syekh muncul dari dalam dan berkata, “Biarkan mereka masuk, dan ambillah oleh-oleh dari mereka!”

Setelah oleh-oleh itu di buka, ternyata di dalamnya berisi beberapa potong emas, baju sutra dan dua terompah milik Syekh yang dulu pernah dilemparkan ke atas.

Didorong rasa penasaran, kami lalu menanyakan kepada mereka mengenai dua terompah Syekh yang berada di tangan mereka.

Mereka bercerita, “Ketika kami berada dalam suatu perjalanan, tepatnya pada hari Ahad, 3 Shafar tahun 555 H, tiba-tiba ada sekelompok perampok yang dikomandani dua orang pemimpin menyerang kami. Mereka merampas harta kami dan membawa kami menuju suatu lembah yang gelap dan sepi.

Kami tidak menemukan cara menyelamatkan diri dari tangan mereka. Akhirnya terlintas di pikiran kami untuk menyebut nama Syekh Abdul Qadir Al-Jailani. Kami pun serentak memanggil nama beliau. Kami bernazar jika diselamatkan oleh Alloh swt. dari bahaya ini melalui perantara Syekh, maka kami akan memberikan hadiah kepada beliau.

Baru saja kami memanggil nama Syekh, tiba-tiba kami mendengar jeritan yang keras hingga terdengar ke seluruh lembah. Kami lihat para perampok yang menyandera kami ketakutan dan bingung. Salah seorang dari mereka lalu lari mendatangi kami dan berkata, “Kemarilah! Ambillah semua harta kalian!” Ia lalu mengajak kami menemui kedua pemimpin mereka. Ternyata, keduanya sudah tewas mengenaskan. Di tubuh masing-masing dari mereka ada sebuah terompah yang masih basah. Mereka lalu mengembalikan barang-barang kami dan melepaskan kami dengan hati dipenuhi rasa takut. Mereka berkata, “Ini sungguh bukan hal yang biasa. Ini benar-benar aneh dan mencengangkan. Silahkan kalian pergi dan bawa barang-barang kalian kembali!” Kami pun bisa terbebas dan selamat berkat campur tangan Alloh swt melalui kedua terompah sang Syekh. []

Sumber: Allujain, Addani fi Manaqib Asy Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, 61-65.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s