Ya hayyu, ya qayyum, birahmatika astaghisu

Ada sebuah jalinan makna indah pada saat membaca doa tersebut. Sebab sifat hidup itu, dalam hayyu, mengandung dan menyertai semua sifat kesempurnaan. Sedangkan sifat berdiri sendiri (qayyumiyyah) mengandung semua sifat bertindak. Karena itulah nama Alloh Yang paling agung itu jika diseru akan menjawab, dan jika diminta akan memberi. Yakni, Al-hayyul qayyum.

Kehidupan yang sempurna adalah kehidupan yang terhindar dari segala bentuk penyakit. Itu artinya, bila kehidupan penghuni surga itu telah sempurna, maka mereka tidak akan pernah ditimpa kesuntukan, kegelisahan, kesedihan, dan tidak akan pernah ditimpa penyakit. Sedangkan kekurangsempurnaan hidup akan membahayakan sifat-sifat bertindak dan menafikan sifat-sifat berdiri sendiri. Kesempurnaan sifat berdiri sendiri adalah penyempurna kehidupan. Dengan demikian, Yang Maha Hidup dalam arti hidup yang sempurna adalah kehidupan dengan kemutlakan sifat kesempurnaan. Dan, Yang Maha Berdiri Sendiri, artinya: bisa melakukan semua tindakan yang (menurut kita masih) mungkin. Dengan demikian, bertawassul dengan sifat hidup dan berdiri sendiri akan memiliki dampak yang kuat untuk menghilangkan sesuatu yang bertentangan dengan kehidupan. Sekaligus mencampakkan hal yang membahayakan perbuatan.

Seorang penyair berkata,
“Atas nama hidup,
yang dibenci bukanlah yang kau hindari serta takuti,
dan yang dicintai bukanlah yang kau hasratkan.
Banyak ketakutan manusia yang tak nyata,
lalu mengapa harus bersedih karena sesuatu yang tiada berguna?”

[]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s