Shalat Akan Mencegah Keji dan Mungkar

Seri “Menyelami Rahasia Shalat” Ibnu Athaillah, shohibul Al-Hikam

Ibnu Athaillah berkata, “Ketahuilah, setiap shalat yang tidak mencegah dari perbuatan keji dan mungkar tidak bisa disebut shalat. Allah berfirman, “Shalat mencegah perbuatan keji dan mungkar (QS. Al-Ankabut: 45).” Dalam shalat kau bermunajat kepada Tuhan dengan mengucapkan, ‘Hanya kepada-Mu kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan. Dalam shalat kau juga bermunajat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan mengucapkan, ‘Assalamu ‘alayka ayyuhan Nabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuh.’ Itulah yang kaulakukan dalam setiap shalat. Maka, layakkah kau keluar menuju dosa setelah Alloh melimpahimu nikmat yang banyak itu?”

Penjabarannya:

Karenanya, dirikanlah shalat disertai kesadaran bahwa jika shalat kita tidak dapat mencegah diri kita dari perbuatan keji dan mungkar maka sesungguhnya shalat tersebut tidak diterima di sisi Alloh meskipun kewajiban kita telah gugur. Bagaimana mungkin orang yang shalat kemudian setelah shalat jatuh dalam perbuatan keji dan mungkar, padahal dia melakukan ikrar ‘Inna shalati, wanusi, wahyahya wamamati lillahi rabbil ‘alamin’. Sebab, setiap orang sesungguhnya mengalami berbagai esensi agung dalam shalat. Setiap orang yang mendirikan shalat memohon dan bermunajat shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam. Seandainya kita merasakan nikmat munajat tersebut, tentu kita tidak akan pernah bisa melakukan dosa dan maksiat selepas kita menunaikan shalat.[]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s