Shalat adalah Tempat Munajat dan Wahana Penyucian

Menyelami Rahasia Shalat bersama Ibnu Ataillah, shohibul Al-Hikam

(Diambil dari kitab Taaj Al-Aruus al-Hawii li Tahdziib al-Nufuus, karya Syekh Ibnu Athaillah)

Ibnu Athaillah berkata, “Shalat adalah tempat munajat dan wahana penyucian hati. Di dalamnya medan rahasia demikian luas dan kilau cahaya bersinar. Dia mengetahui kelemahan dirimu sehingga menyedikitkan bilangannya. Dia juga mengetahui kebutuhanmu terhadap karunia-Nya sehingga melipatgandakan pahalanya.”

Penjabarannya:

Shalat adalah tempat munajat. Munajat adalah sebentuk hubungan. Hamba bermunajat dengan Tuhannya melalui bacaan Al-Quran dan zikir. Sementara, Tuhan bermunajat kepada hamba melalui pemberian pemahaman dan penyingkapan hijab. Dalam hadis shahih disebutkan, “Orang yang shalat sebenarnya sedang bermunajat kepada Tuhan (HR. Bukhari).

Nabi shalllallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Alloh ta’ala berfirman, “Aku membagi shalat antara diriku dan hamba. Untuk hamba apa yang ia minta.”

Jika hamba mengucap, Alhamdulillah hirabbil ‘aalamiin.

Allah menjawab, “Hamba-Ku memuji-Ku.”

Jika hamba mengucap, Arrahmanirrahim.

Alloh menjawab, “Hamba-Ku menyanjung-Ku.”

Jika hamba mengucap, Maliki yaumiddin.

Alloh menjawab, “Hamba-Ku mengangungkan-Ku.”

Jika hamba mengucap, Iyyakana’budu wa iyyakanasta’in.

Alloh menjawab, “Ini antara diri-Ku dan hamba-Ku. Untuk hamba-Ku apa yang ia minta.”

Jika hamba mengucap, Ihdinas shrithalmustaqim. Shirrathal ladzina an’amta ‘alaihim ghairil maghdubi ‘alahim waladh dhalin.

Alloh menjawab, “Ini untuk hamba-Ku. Baginya apa yang ia minta.”

Dikatakan bahwa shalat merupakan wahana penyucian hati. Maksudnya, shalat bisa membersihkan ruh dari gambaran makhluk serta membersihkan munajat dari perasaan campur aduk dan bisikan kotor.

Istilah itu dipergunakan untuk menggambarkan permintaan hamba dalam shalat agar Alloh mengampuni berbagai kesalahan yang telah dilakukan seraya menampakkan tobat dan tekad untuk tidak melakukan kesalahan lagi. Dengan demikian, Alloh akan mengabulkan permintaannya, mengampuninya, serta menghapus dosa yang telah dituliskan oleh malaikat dalam lembaran amalnya.

Selain itu, medan rahasia yang turun melimpahi hati ketika seorang hamba mendirikan shalat sangatlah luas, begitu juga kilau cahaya ilahi yang bersinar di dalamnya, yang kemudian mengalir ke seluruh tubuh, lalu bercampur dengan ruhnya.

Jadi, ketika seseorang berada di luar shalat, ia dihadapkan pada berbagai jenis kelalaian dan berbagai sebab yang membuat lalai. Namun, ketika ia datang menyambut seruan untuk shalat, menghadap kiblat, dan masuk ke hadirat Alloh dengan bertakbir maka Alloh akan menyambut serta memberikan karunia, rahmat dan penerimaan ke dalam hati dan perasaan spiritualnya. Ketika itulah berbagai rahasia ilahi turun disertai cahaya manifestasi Tuhan yang memenuhi perasaannya yang semuanya tercermin dalam sikap khusyuk, hormat, dan cinta.

Alloh mengetahui kelemahan kita sehingga menyedikitkan bilangan shalat, yaitu hanya lima waktu setelah sebelumnya berjumlah lima puluh waktu dalam sehari semalam.

Alloh juga mengetahui kebutuhanmu terhadap karunia-Nya sehingga melipatgandakan pahalanya. Dia membalas satu shalat dengan sepuluh kali lipat sehingga semuanya berjumlah lima puluh.

Lima kali dikerjakan anggota badan, tetapi lima puluh nilai pahalanya. Apabila dikerjakan secara berjemaah maka setiap shalat di balas dengan dua puluh lima derajat. Setiap derajat dibalas dengan sepuluh kalinya. Dengan demikian, bilangan shalat berjamaah adalah 250 pada setiap kali shalat. Sungguh besar karunia Alloh Sang Pemilik Karunia yang Maha Agung.[]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s