Fadhilah Menjaga Baik-Baik Pengamalan Shalat-shalat Sunnah Rawatib Dua Belas Rakaat, bagian-1

Kami ketengahkan Fadhilah dan Keutamaan Shalat Rawatib secara bertahap, yang kami ambil dari kitab “Syarful al-Ummah al-Muhammadiyah (Kekhususan Umat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam)” karya Dr. Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani* dengan harapan tulisan ini dapat bermanfaat dan diamalkan. Aamiin.

Kemuliaan umat Nabi Muhammad Shalallahu alaiihi waAlihi wa shohbihi wa salam  antara lain ialah fadhilah dan pahala yang diberikan Allah subhana wata’ala kepada orang yang mengamalkan shalat-shalat sunnah.

Hikmah disyariatkannya shalat-shalat sunnah (nawafil) adalah untuk menyempurnakan shalat-shalat fardhu bila terdapat kekurangan. Demikianlah menurut hadits-hadits di dalam Sunan Abu Dawud dan lain-lain. Dengan mendahulukan shalat sunnah juga dimaksud agar orang menyegerkan badan sehingga dapat mencurahkan perhatian sepenuhnya menghadapi shalat fardhu. Oleh karena itu adalah sangat disukai jika shalat malam dimulai dengan dua rakaat yang ringan.

Banyak sekali keutamaan, fadhilah, keistimewaan, dan kebaikan yang terdapat dalam shalat-shalat nawafil. Antara Iain, orang yang menjaga baik-baik pengamalan dua belas rakaat shalat nawafil, Allah akan membuatkan rumah baginya di dalam surga. Riwayat lain menyebut, “ia masuk surga”.

Ummu Habibah Ramlah binti Abi Sufyan—radhiyallahu anhum— menuturkan, bahwasanya ia mendengar Rasulullah Shalallahu alaiihi waAlihi wa shohbihi wa salam  berkata:

ما من عبد مسلم يصلى لله تعالى في كل يوم ثنتي عشرة  ركعة تطوعا غير فريضة الا بنى الله تعالى له بيتا في الجنة

“Seorang Muslim hamba Allah yang shalat lillahi Ta’ala setiap hari dua belas rakaat sebagai shalat tathawwu (shalat sunnah atau shalat nafilah atau shalat nawafil) selain shalat fardhu, Allah akan membuatkan ru­mah baginya di salam surga (atau: akan dibuatkan rumah baginya di dalam surga).” (Diriwayatkan oleh Muslim, Abu Dawud, An-Na­sa’I , dan Turmudzi).

Shalat-shalat nafilah (nawafil) yang dimaksud adalah: empat rakaat sebelum Dhuhur, dua rakaat sesudahnya, dua rakaat sesudah Maghrib, dua rakaat sesudah ‘Isya’, dan dua rakaat sebelum shalat Subuh.

Siti ‘A’isyah r.a. menuturkan, bahwa Rasulullah Shalallahu alaiihi waAlihi wa shohbihi wa salam  berkata:

من ثابر على ثنتي عشرة ركعة فى اليوم والليلة دخل الجنة ,اربعا قبل الظهور وركعتين بعدها وركعتين بعد المغرب وركعتين بعد العشاء وركعتين قبل الفجر

“Barangsiapa terus-menerus mengamalkan (shalat nawafil) dua be­las rakaat sehari-semalam ia masuk surga: Empat rakaat sebelum shalat Dhuhur, dua rakaat sesudahnya, dua rakaat sesudah shalat Maghrib, dua rakaat sesudah ‘Isya’, dan dua rakaat sebelum shalat Fajar (shalat Subuh).” (Diriwayatkan oleh An-Nasa’I, Turmudzi, dan Ibnu Majah).

Dua rakaat shalat Fajar (Subuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya. Siti ‘A’isyah r.a. menuturkan, bahwasanya Rasulullah Shalallahu alaiihi waAlihi wa shohbihi wa salam  berkata:

ركعتا الفجر خير من الدنيا وما فيها – وفي رواية مسلم – لهما احب الي من الدنيا جميعا

“Dua rakaat shalat Fajar (Subuh) lebih baik daripada dunia dan seisi-nya.” Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, beliau Shalallahu alaiihi waAlihi wa shohbihi wa salam  me­ngatakan, “Dua rakaat itu lebih kusukai daripada dunia seluruhnya.”

Yang beliau Shalallahu alaiihi waAlihi wa shohbihi wa salam  maksud dengan “dunia seluruhnya” ialah segala macam kesenangan dan keindahannya, karena pahala dua rakaat itu adalah kekal. Berbaring istirahat usai shalat Fajar adalah sunnah. Menge­nai itu Rasulullah Shalallahu alaiihi waAlihi wa shohbihi wa salam  berkata, “Sesudah shalat Fajar hendaknya kalian berbaring miring ke kanan.”

Di dalam dua rakaat shalat Fajar terdapat fadhilah dan pahala sangat besar. Mengenai itu Ibnu ‘Umar r.a. menuturkan, ada seorang bertanya kepada Rasulullah Shalallahu alaiihi waAlihi wa shohbihi wa salam , “Ya Rasulullah, tunjukkanlah saya suatu amal perbuatan yang dengan itu saya mendapat manfaat (keberuntungan) dari Allah.” Beliau Shalallahu alaiihi waAlihi wa shohbihi wa salam  menjawab, “Hendaklah engkau mengamalkan dua rakaat shalat Fajar, karena di dalam dua rakaat itu terdapat fadhilah.” (Diriwayatkan oleh Thabrani di dalam Al-Kabir).

Dalam riwayat yang lain lagi dituturkan, bahwa Rasulullah Shalallahu alaiihi waAlihi wa shohbihi wa salam  ber­kata:

لا تدعوا الركعتين قبل الصلاة الفجر فان فيهما الرغبة

“Janganlah kalian meninggalkan shalat dua rakaat sebelum shalat  Subuh, karena di dalam shalat dua rakaat itu terdapat raghaib (ba­nyak raghibah, yakni pahala besar yang dapat diharapkan perolehannya).”

Dalam riwayat yang diketengahkan oleh Ahmad (bin Hanbal), Ra­sulullah Shalallahu alaiihi waAlihi wa shohbihi wa salam  berkata, “Shalat dua rakaat jagalah baik-baik, karena di da­lamnya terdapat banyak raghibah.”

Di dalam dua rakaat shalat Fajar terdapat banyak ghanimah. Yang dimaksud “ghanimah” ialah ra’sumal (modal). Ibnu ‘Umar r.a. menutur­kan, bahwasanya Rasulullah Shalallahu alaiihi waAlihi wa shohbihi wa salam  berkata:

قل هو الله احد تعدل ثلث القران وقل يا ايها الكافرون تعدل ربع القران وكان يقرؤهما في ركعتي الفجر : هاتان الرعتان فيهما رغب الدر

“QulhuwallahuAhad (Surah Al-Ikhlash) setara dengan sepertiga Al­quran, dan Qulya ayyuhal-kafirun (Surah Al-Kafirun) setara dengan seperempat Alquran.” Beliau Shalallahu alaiihi waAlihi wa shohbihi wa salam  selalu membaca dua surah terse­but dalam shalat dua rakaat Fajar. Beliau mengatakan, “Di dalam shalat dua rakaat itu terdapat rughabud-dur.”

Yang dimaksud rughabud-dur ialah keinginan atau harapan besar untuk mendapatkan mutiara. Yakni dengan shalat dua rakaat Fajar itu orang dapat menumpahkan harapan dan keinginannya untuk menda­patkan pahala yang tak ternilai harganya, seperti orang sangat mengharap akan mendapat mutiara dan mengumpulkannya sebanyak mungkin. Shalat dua rakaat Fajar lebih utama dan lebih baik daripada ingin mengumpulkan mutiara, karena pahalanya lebih kekal dan manfaatnya pun lebih tinggi dan mulia. Sebab, kesenangan dan kenikmatan duniawi hanyalah sekelumit dan tidak kekal, sedangkan kesenangan di akhirat kelak adalah kekal dan abadi.

Sebuah riwayat hadits menuturkan, bahwa Rasulullah Shalallahu alaiihi waAlihi wa shohbihi wa salam  sangat ketat menjaga shalat dua rakaat Fajar. Mengenai itu Siti ‘A’isyah r.a. me­ngatakan:

لم يكن النبي صلى الله عليه وسلم على شيء من النوافل  اشد تعاهدا على ركعتي الفجر

“Tidak ada ibadah nafilah (sunnah) yang mendapat perhatian amat besar dari Rasulullah Shalallahu alaiihi waAlihi wa shohbihi wa salam  seperti shalat dua rakaat Fajar.” (Diriwayat­kan oleh Bukhari, Muslim, Abu Dawud, An-Nasa’I, dan Ibnu Khu­zaimah).

Dalam riwayat hadits lainnya, Ibnu Khuzaimah menuturkan, Siti ‘A’isyah r.a. berkata, “Aku tidak melihat ada suatu kebajikan yang oleh Rasulullah Shalallahu alaiihi waAlihi wa shohbihi wa salam  lebih didahulukan daripada shalat dua rakaat sebelum shalat Fajar. Bahkan harta ghanimah pun beliau tidak (mengutamakannya).”

Rasulullah Shalallahu alaiihi waAlihi wa shohbihi wa salam  mewasiatkan hal itu (mewanti-wanti umatnya supaya mengindahkan hal itu). Mengenai itu, Abu Darda’ r.a. mengatakan, “Khalili (yakni: Rasulullah Shalallahu alaiihi waAlihi wa shohbihi wa salam ) mewanti-wanti tiga hal kepadaku: Puasa tiga hari setiap bulan, shalat Witir sebelum tidur, dan shalat dua rakaat Fajar.” (Diriwayatkan oleh Thabrani di dalam Al-Kabir).

Bahkan Rasulullah Shalallahu alaiihi waAlihi wa shohbihi wa salam  melarang orang meninggalkan shalat dua rakaat Fajar. Mengenai itu Abu Hurairah r.a. menuturkan, bahwasanya Rasulullah Shalallahu alaiihi waAlihi wa shohbihi wa salam  berkata, “Janganlah kalian meninggalkan shalat dua ra­kaat Fajar kendatipun kalian dikejar kuda.” (Diriwayatkan oleh Abu Da­wud).

Bersambung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s