Al-Muhlikat (Perusak) ke-2: Congkak dan Sombong.

Pojok “Ngaji Yuk!”

Dan termasuk penyakit hati yang paling besar dan bersifat merusak adalah sombong. Adapun sombong termasuk sifat-sifat setan. Allah Ta’ala berfirman tentang iblis yang dilaknat, yang artinya

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam.” Maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. (QS. al-Baqarah: 34)

Dan orang sombong dibenci Allah Ta’ala, seperti firman Allah Ta’ala, yang artinya

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong. (QS. an-Nahl: 23)

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (QS. Luqman: 18)

Sombong dan membanggakan diri termasuk sifat-sifat orang yang takabbur. Dan orang yang takabbur adalah orang yang tertutup hatinya, karena Allah telah mengunci hatinya. Seperti firman Allah Ta’ala, yang artinya

Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang. (QS. Ghafir: 35)

Dan orang yang takabbur dipalingkan dari tanda-tanda kekuasaan Allah Ta’ala. Seperti firman Allah Ta’ala, yang artinya

Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. (QS. al-A’raf: 146)

Allah Ta’ala berfirman, yang artinya “Sombong adalah selendang-Ku dan keagungan adalah sarung-Ku. Maka barangsiapa yang merebut salah satunya, Aku akan memasukkannya ke dalam neraka.” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Ibnu Hibban di dalam kitab Shahih mereka dan Ibnu Majjah, dan lafadz hadits darinya)

Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya

Ketika ada seseorang yang sombong dari umat sebelum kalian yang menyeret sarungnya, maka Allah membenamkamnya ke dasar bumi sehingga orang tersebut bergejolak di dalamnya sampai hari kiamat. (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, an-Nasa’i, dan lainnya)

Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya

Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya masih terdapat sifat sombong sebesar biji atom, lalu seorang laki-laki bertanya, “ Wahai Rasulullah, orang tersebut senang memakai pakaian dan sandal yang bagus.” Rasulullah menjawab, ‘Sesungguhnya Allah adalah Dzat yang Indah dan senang dengan keindahan, sombong adalah menolak sesuatu yang benar dan menghina manusia.’ (Diriwayatkan oleh Imam Muslim)

yakni memandang rendah mereka dan meremehkan mereka. Maka barang siapa merasa sombong di dalam hatinya dan dia kagum dengan dirinya sendiri serta memandang rendah dan meremehkan manusia, maka orang itu termasuk orang yang takabur yang dibenci Allah Ta’ala.

Sifat sombong hanya terdapat di dalam hati, namun tanda-tanda yang menunjukkan sifat sombong dapat terlihat di sisi bagian luar, antara lain senang duduk di muka orang-orang, menampakkan kesombongan di depan para manusia, senang maju ke depan dalam majelis-majelis, berjalan dengan angkuh dan sombong, gengsi jika pendapatnya ditolak meskipun pendapatnya sesat, dan tidak mau menerima pendapat orang lain (meskipun benar), serta meremehkan orang-orang muslim yang lemah dan miskin.

Termasuk tanda-tanda zhahir yang menunjukan kesombongan antara lain menilai dirinya baik dan senang memujinya, membanggakan dirinya dengan bapak-bapaknya yang menjadi orang-orang shalih dan mulia, membanggakan dirinya dengan nasab.

Semua itu dicela dan dipandang sangat buruk. Dan sungguh sebagian dari anak-anak orang-orang yang baik (para ulama’) diuji dengan sifat-sifat tersebut yaitu orang-orang yang tidak mempunyai pemikiran dan pengetahuan tentang hakikat-hakikat agama.

Barangsiapa membanggakan diri atas manusia dengan nasab dan bapak-bapaknya, maka hilanglah barokah bapak-bapaknya darinya. Sebab, bapak-bapaknya tidak membanggakan diri dan sombong atas manusia. Jika bapak-bapaknya melakukan kesombongan dan membanggakan diri, maka pastilah keutamaan mereka sia-sia. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya

Barangsiapa memperlambat amalnya (bermalas-malasan), maka nasabnya tidak akan mempercepatnya. (Diriwayatkan oleh Imam Muslim)

Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya

Wahai Fatimah putri Muhammad, wahai Shofiyyah bibi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, aku tidak kuasa menolak dari Allah siksa neraka atas kalian. Maka belilah diri kalian sendiri dari neraka. (Diriwayatkan oleh Imam Muslim)

Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya

Tidak ada keutamaan bagi orang kulit putih melebihi orang kulit hitam, dan tidak ada keutamaan bagi orang Arab melebihi orang ‘ajam ( selain Arab), kecuali hanya dengan taqwa kepada Allah Ta’ala. Kalian semua berasal dari Adam, dan Adam berasal dari debu. (Diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi dan Abu Dawud)

Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya

Sungguh telah berakhir kesombongan kaum-kaum atas bapak-bapaknya atau sungguh mereka lebih hina menurut Allah Ta’ala daripada kecoa. (Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan at-Tirmidzi )

Keutamaan dan kemuliaan disebabkan oleh takwa, bukan disebabkan oleh nasab.

Seperti firman Allah Ta’ala, yang artinya

Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. (QS. al-Hujarat: 13)

Jika ada seseorang yang paling bertakwa, paling alim, dan paling banyak ibadahnya di antara manusia, kemudian dia menyombongkan diri atas para manusia, maka Allah Ta’ala akan menyia-nyiakan ketakwaannya dan menghilangkan pahala ibadah-ibadahnya. Lalu bagaimana dengan orang bodoh yang banyak berbuat dosa serta menyombongkan diri dengan memakai ketakwaan dan kebaikan

orang lain, yaitu bapak-bapak dan kakek-kakeknya? Apakah ini bukan merupakan kebodohan yang besar dan ketololan yang menakutkan? Dan sesungguhnya semua kebaikan itu berada di dalam tawadhu’, khusyu’, dan tunduk atau merendahkan diri kepada Allah Ta’ala.

Rasululah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya

Barangsiapa merendahkan diri kepada orang-orang mukmin karena Allah, maka Allah akan mengangkat derajatnya. Dan barang siapa sombong kepada orang-orang mukmin, maka Allah akan menjatuhkannya. (Diriwayatkan oleh at-Thabarani)

Dan sesungguhnya cinta agar dirinya tidak dikenal, serta benci kemasyhuran adalah termasuk akhlak orang-orang mukmin yang shalih. Dan ridha dengan hal-hal yang rendah dari suatu majelis, pakaian, makanan, dan seluruh harta dunia itu juga termasuk akhlak orang-orang mukmin yang shalih.

Maka, berpeganglah pada akhlak-akhlak tersebut, wahai orang mukmin.

Bersambung.

(Referensi kitab Qul Hadzihi Sabili, karya Dr. Sayyid Muhammad bin Alawy Al-Maliki Al-Hasani)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s